Sistem manajemen bandwidth merupakan proses pengaturan bandwidth yang tepat untuk masing-masing client pada sistem jaringan internet yang mendukung kebutuhan aplikasi layanan internet. Pengimplementasian manajemen bandwidth diatur melalui pengalokasian kecepatan upload dan download pada masing-masing alamat IP client secara sentralisasi menggunakan router mikrotik. Dengan demikian, jika ada client yang mengakses internet membutuhkan kapasitas bandwidth yang besar, maka client lain tidak akan terganggu, karena masing-masing client sudah mempunyai kapasitas bandwidth masing-masing yang dapat dipakai untuk mengakses internet. Dalam website Mikrotik Indonesia (www.mikrotik.co.id) dijelaskan “Mikrotik RouterOS adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan menjadikan komputer menjadi router network yang handal, mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk IP network dan jaringan wireless”. Dari penjelasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Mikrotik RouterOS adalah sebuah sistem operasi yang berdiri sendiri tanpa harus ada sistem operasi lain didalamnya yang memungkinkan untuk menjadikan sebuah komputer menjadi network router handal. Manajemen bandwidth dapat diketahui dari analisa jaringan, permasalahan pokok, pemecahan masalah, analisa usulan jaringan komputer yang digunakan untuk membangun router mikrotik pada jaringan komputer di sekolah MAN 3 Jakarta.
PERANCANGAN MIKROTIK MANAJEMEN BANDWIDTH PADA SEKOLAH MAN 3 JAKARTA
Haryanto Victor, Edy. 2012. Jaringan Komputer. Ed.I. Yogyakarta: Andi
Komputer, Wahana. 2010. Cara Mudah Membangun Jaringan Komputer &Internet. Cet 1. Jakarta: Mediakita
Madcoms. 2016. Manajemen Sistem Jaringan Komputer.Ed I. Yogyakarta: Andi, Madiun: Madcoms
Sukamaaji, Anjik. 2012. Konsep Dasar Pengembangan Jaringan dan Keamanan Jaringan. Jakarta: Kawan Pustaka Sumber : http://mikrotik.com ( 25 November 2016)
Utomo Priyo, Eko. 2012. Jaringan Komputer. Ed. II. Palembang: Maxicom