Sektor properti di Indonesia diperkirakan akan menjadi bintang di wilayah Asia Pasifik meskipun siklusnya mulai melambat. Banyaknya model perumahan yang semakin menarik membuat masyarakat Indonesia lebih kreatif dan inovatif dalam membangun rumah impiannya. Teralis, pagar dan kanopi merupakan salah satu hal yang dapat menambah nilai keindahan dan estetika juga keamanan rumah dari hal-hal yang tidak diinginkan. Peluang dan prospek seperti itulah yang mendorong dan yang dibutuhkan Bengkel Las Deni Putra dalam menyediakan produk bengkelnya sebagai sektor pendukung properti. Sistem komputerisasi belum diterapkan di Bengkel Las Deni Putra dapat menimbulkan permasalahan yang sering terjadi dalam pencatatan pemesanan barang dan pengukuran barang hanya diselembar kertas, begitu pula dengan pencatatan down payment dan pelunasan. Metode penelitian menggunakan metode riset dengan metode pengumpulan data pengamatan, wawancara dan studi pustaka. Dengan perancangan sistem informasi ini merupakan solusi dari permasalahan yang ada dan Metode Full Costing dapat digunakan sebagai perhitungan dalam pemesanan barang yang cocok untuk Bengkel Las Deni Putra, khususnya untuk pencatatan pemesanan dan ukuran barang sehingga data yang dibuat akan tersimpan dengan aman dan praktis, bukti transaksi pembayaran down payment dan pelunasan pesanan hilang atau tidak lengkap dapat berkurang, dan laporan dapat tersimpan dengan aman, baik disimpan dalam bentuk file ataupun dapat diarsip.
[1]Indrajani. (2011). Perancangan Basis Data dalam All in1. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
[2]Kristanto, A. (2008). Perancangan Sistem Informasi Dan Aplikasinya. Yogyakarta: Gava Media.
[3]Ladjamudin, A. B. (2013). Analisa Dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
[4]Mulyadi. (2010). Akuntansi Biaya. Yogyakarta: YKPN.
[5]Mulyadi. (2005). Akuntansi Biaya. Edisi 5. Yogyakarta: STIE YKPN.
[6]Mulyadi. (2007). Akuntansi Biaya. Edisi Kelima. Yogyakarta: Unit Penerbit Dan Percetakan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN .
[7]Mulyadi. (2008 ). Sistem Akuntansi. Jakarta: Salemba 4.
[8]Mursyidi. (2010). Akuntansi Biaya. Conventional Costing Just In Time Dan Activity- Based Costing. Bandung: PT Refika Aditama.
[9]Mustakini. (2005). Analisa Dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi Offset.
[10]Novian, A. (2004). Pengertian HIPO (Hierarcy Input Process Output). Yogyakarta: Andi.
[11]Puspita, L., & Anggadini, S. D. (2011). Sistem Informasi Akuntansi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
[12]Rodes, (. 2. (2008). Perbandingan Metode Full Costing dengan Metode Variable Costing. Retrieved Mei 13, 2014, from sites.google.com: https://sites.google.com/site/akuntansimanajemen/refferensi/penentuan-haraga-pokok-produksi-metode-variable-costing-full-costing
[13]Sanura. (2014, Februari). Harga Poko Pesanan. (E. D. Lukman, Interviewer)
[14]Saputra, D. (2013). Pasar property diprediksi kian meningkat 2014. Retrieved Mei 2, 2014, from www.antaranews.com: https://www.antaranews.com/berita/330829/pasar-properti-diprediksi-kian-meningkat-2014
[15]Siswanto. (2011). Pengantar Manajemen. Jakarta: PT Bumi Aksara.
[16]Susanto, A. (2008). Sistem Informasi Akuntansi. Struktur-Pengendalian-Resiko -Pengembangan. Bandung: Lingga Jaya.
[17]Sutabri, T. (2004). Analisa Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi Offset.
[18]Sutabri, T. (2005). Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta: Andi Offset.
[19]Sutedjo, B., & Michael. (2004). Algoritma dan Teknik Pemograman. Yogyakarta: Andi.