Kota Yogyakarta sebagai kota pelajar menjadi destinasi pariwisata edukasi yang
banyak dikunjungi wisatawan. Aktivitas wisata studi menjadi agenda tahunan bagi
sebagian besar institusi pendidikan. Kunjungan ribuan pelajar dari luar daerah
melalui program wisata studi mampu mendorong pertumbuhan perekonomian
masyarakat lokal. Pengelolaan pariwisata edukasi yang tepat menjadi aspek yang
sangat penting dalam mendukung keberlanjutan pengembangan pariwisata
edukasi. Penelitian ini menganalisa model pengelolaan pariwisata edukasi di
Taman Pintar, Museum Benteng Vredeburg, Keraton Yogyakarta, dan Museum
Biologi untuk mendapatkan model baru yang responsif terhadap pasar dan produk
yang existing dan potensial. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif survey.
Metode analisis yang digunakan yakni SEM (Structural Equation Modelling),
sedangkan alat analisisnya adalah PLS (Partial Least Square). Sampel
keseluruhan berjumlah 800 reponden, yang diambil menggunakan teknik
purposive random sampling. Hasil Penelitian. Model hipotetik yang dibangun
untuk menganalisis pengelolaan pariwisata edukasi di Kota Yogyakarta dinilai
kuat untuk menjelaskan informasi yang terkandung dalam data, terlihat dari nilai
Q2 lebih besar dari 0,3. Dari hasil analisis data diketahui masih terdapat
kesenjangan antara permintaan wisatawan dengan ketersediaan produk pariwisata
yang cukup tinggi, terlihat dari nilai R2 yang lebih kecil dari 0,19. Model
pengelolaan pariwisata baru direkomendasikan dengan lebih menekankan pada
variabel pasar dan produk existing dan potensial, pengalaman wisatawan,
kebijakan yang berlaku, dan kerja sama dengan pemangku kepentingan.
Disertasi Program Kajian Pariwisata UGM
Abdillah, W & Jogiyanto. 2015. Partial Least Square (PLS): Alternatif Structural
Equation Modeling (SEM) dalam Penelitian Bisnis. Yogyakarta: Andi.
Aho, S.K. 2001. “Towards a general theory of touristic experiences: Modelling
experience process in tourism”
. Tourism Review, 56, 33--37.
Arikunto, S. 2013. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:
Rineka Cipta.
Arnould, E. J & Price, L. 1993. “River Magic: extraordinary experience and the
extended service encounter”
. Journal of Consumer Research, 20 (1), 24--45
Aswar, S. 2010. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka pelajar.
Baker, J.D.G & A. Parasuraman. 1992. “An Experimental Approach to Making
Retail Store Environmental Decisions”
. Journal of Retailing, 68 (4), 445--
460
Benur, A.M & Bramwell, B. 2015. “Tourism Product Development and Product
Diversification in Destinations”. Tourism Management, 50, 213—224.
Berry, L. L., Carbone, L. P., & Haeckel, S. 2002. “Managing the Total Customer
Experience”. MIT Sloan Management Review, 43(2), 85--89.
Bhargava, M. 2009. Tourism: Issues and Perspectives. New Delhi: Raj
Publications.
Biduan, P.G. 2016. “Strategi Pengelolaan Pariwisata dalam Rangka Peningkatan
Pendapatan Asli Daerah di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten
Kepulauan Sangihe”
. Jurnal eksekutif, 1 (7), 1--14.
Binkhorst. 2002. “Holland, the American way: Transformations of the
Netherlands into US vacation experiences”. PhD Thesis Tilburg University,
Tilburg.
Bodger, D. 1998. “Leisure, Learning, and Travel”
. Journal of Physical Education.
Recreation & Dance, 69 (4), 28--31
Bramwell, B & Lane, B. 2011. “Crises, Sustainable Tourism and Achieving
Critical Understanding”
. Journal of Sustainable Tourism, 19 (1), 1--3
Brunner-Sperdin, A & Peters, M. 2009.What Influences Guests' Emotions? The
Case of High-Quality Hotels”
. International Journal of Tourism Research,
11, 171--183.