Tesis Lengkap

research
  • 24 Feb
  • 2025

Tesis Lengkap

Kapitalisme telah menjadi sebuah sistem yang memproduksi berbagai komoditas.
Televisi sebagai agen kapitalisme telah memproduksi beragam acara yang mampu
'menipu' minat pemirsanya. Keberadaan media massa khususnya televisi di
Indonesia telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat kita.
Tak semata hanya sebagai produk teknologi, televisi telah menjelma menjadi
instrumen yang memungkinkan distribusi nilai secara meluas. Bahkan saat ini
disabilitas telah bertransformasi menjadi komoditas utama. Dalam kesadaran
palsu, kita dibawa masuk dan menganggap realitas media sebagai realitas yang
terjadi dalam kehidupan nyata seperti yang direpresentasikannya, sebagaimana
tayangan talk show Hitam Putih di TRANS7 yang menampilkan disabilitas pada
diri Mulyana, seorang atlet renang tuna daksa. Kepentingan-kepentingan
ekonomis muncul dibalik fenomena menjamurnya tayangan talk show bertema
disabilitas. Penelitian ini bermaksud menggambarkan komodifikasi terhadap
disabilitas yang telah dikemas menjadi sebuah tayangan populer dalam sebuah
program talk show Hitam Putih di stasiun televisi TRANS7, termasuk
menggambarkan konsensus makna disabilitas itu sendiri. Dengan menggunakan
Teori Komodifikasi dan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika
Barthes, peneliti menemukan bahwa: dengan audio dan visual yang membabi buta
merebak ke pikiran publik secara berkesinambungan dan cepat, membuat
pemirsanya tak lagi mampu merenungkan program televisi yang disaksikannya.
Inilah yang membuatnya dengan mudah menerima begitu saja pengetahuan
bermuatan nilai-nilai sosial mengenai topik yang disaksikannya, termasuk adanya
praktik komodifikasi dan konsensus pemaknaan terhadap disabilitas. Melalui
tayangan televisi, tim produksi talk show Hitam Putih TRANS7 yang telah
memiliki labeling bahwa disabilitas adalah mahluk yang aneh, mahluk yang tidak
sempurna, mahluk yang pantas ditertawakan, mahluk yang menjijikkan, mahluk
yang pesakitan dan bervirus, mahluk yang tidak dapat hidup tanpa bantuan orang
lain sehingga harus diisolasi dan dialienasi. Bahkan, labeling terhadap disabilitas
juga mengalami perkembangan jauh dari mitologi yang muncul dalam sejumlah
kebudayaan. Kaum disabilitas yang dimaknai sebagai orang yang suci, penebus
dosa, bahkan justru juga adalah sang juruselamat. Namun dalam tayangan
program talk show Hitam Putih TRANS7, disabilitas justru menjadi juruselamat
bagi kaum kapitalis yang senantiasa haus untuk dipenuhi “libido” akan pemuasan
keuntungan semata.

Kata Kunci: Komodifikasi, Disabilitas, Semiotika, Televisi

Unduhan

 

REFERENSI

Baddluph, S & Steve, B. (2007). Raising a Happy Child. Michigan: Dog
Kindersley.
Bajari, Atwar. (2008). Iklan Media. Bandung: Padjajaran University.
Baksin, Askurifai. (2006). Jurnalistik Televisi Teori dan Praktik. Bandung:
Simbiosa Rekatama.
Barker, Chris. (2000). Cultural Studies: Theory and Practice. London: Sage
Publication, London.
Barnes, C. (1992). Disabling Imagery and the Media: An Exploration of the
Principles for Media Representations of the Disabled People. Halifax,
England: The British Council of Organizations of Disabled People.
Barthes, Roland. (1972). Mythologies. New York: Hill and Wang.
………………... (1967). Denotation and Conotation dalam Element of
Semiology. London: Jonathan Cape.
Baujat, Genevieve., and Martine Le Merrier. (2008). Ellis-van crave led
syndrome: Review. J. Orphaned of rare disesase.
Berger, Arthur Asa. (1933). Media Analysis Techniques (2nd ed.). USA: Sage
Publication. Terjemahan oleh Setio Budi HH. (2000). Teknik-teknik
Analisis Media (edisi pertama). Yogyakarta: Universitas Atma Jaya.
Budiman, Kris. (1999). Kosa Semiotika. Jakarta: LkiS, Jakarta.
Burton, Graeme. (2008). Pengantar untuk Memahami Media dan Budaya
Populer. Yogyakarta: Jalasutra.
Clough, P dan Corbett, J. (2000). Theories of Inclusive Education: A Student's
Guide. London: Sage Publication.
Danesi, Marcel. (2004). Pesan, Tanda dan Makna. Yogyakarta: Jalasutra.
Denzin, Norman K and Yvonna S. Lincoln. (2000). Handbook of Qualitative
Research. London: Sage Publication.
Effendi, Onong Uchjana. (2006). Dimensi-dimensi Komunikasi. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
……………………….... (1998). Pengantar Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek.
Bandung: Remaja Rosdakarya.
Eriyanto. (2013). Analisis Naratif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Halim, Syaiful. (2013). Postkomodifikasi Media: Analisis Media Televisi dengan
Teori Kritis dan Cultural Studies. Yogyakarta: Jalasutra.
Hall, Stuart. (Eds.). (2003). The Work of Representation. Representation: Cultural
Representation and Signifying Practices. London: Sage Publication.
Hallahan, D.P & Kauffman, J.M. (2006). Exceptional children: introduction to
special education (international edition). Boston: Allyn & Bacon.
Hamad, Ibnu, Agus Sudibyo, dan Muhamad Qodar. (2001). Kabar-kabar
Kebencian Prasangka Agama di Media Massa. ISAI.
Hoed, Benny H. (2011). Semiotika dan Dinamika Sosial Budaya. (edisi kedua)
Depok: Komunitas Bambu.
Lincoln, Yvonna S and, Egon G Guba. (2005). Paradigmatic Controversies,
Contradictions, and Emerging Confluences. In Norman K. Denzin &
Yvonna S. Lincoln (Eds.), The handbook of qualitative research (2nd ed.)
London: Sage Publication.
Mangunsong, Frieda. (2009). Psikologi dan Pendidikan Anak Berkebutuhan
Khusus. Jilid I, LPSP3 UI, Jakarta.
McQuail, Dennis. (2001). Mass Communication Theory (4th ed.). London: Sage
Publication.
.............................. (2005). Mass Communication Theory (5th ed.). London: Sage
Publication.
.............................. (2011). Teori Komunikasi Massa McQuail. (6th ed.). Buku 1.
Jakarta: Salemba Humanika. (Diterjemahkan oleh Putri Iva Izzati).
Morissan. (2013). Manajemen Media Penyiaran: Strategi Mengelola Radio &
Televisi. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.
Mosco, Vincent. (2009). The Political Economy of Communication. (2nd ed.).
London: Sage Publication.
Mulyana, Dedy. (2002). Metode Penelitian Kualitatif: Paradigma Baru Ilmu
Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Remaja Rosdakarya.
Nitibaskara, Tr. (1994). Psikologi Hukum. Jakarta: Jayabaya University.
Rasyid, Mochamad Riyanto. (2013). Kekerasan di Layar Kaca. Jakarta: PT.
Kompas Media Nusantara.
Ritzer, George dan Goodman. (2008). Teori Sosiologi, dari Teori Sosiologi Klasik
Sampai Perkembangan Mutakhir Teori Postmodern. Yogyakarta: Kreasi
Wacana.
Salajan, Horea, Russell Peasgood and Imelda Reynolds. (2001). ABC Paket Berita
Televisi: Program Pelatihan Jurnalistik Televisi. Depok: FISIP UI.
SK, Ishadi. (2014). Media dan Kekuasaan: Televisi di Hari-hari Terakhir
Presiden Soeharto. Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara.
Sobur, Alex. (2001). Analisis Teks Media: Suatu Pengantar Analisis Wacana,
Analisis Semiotik, dan Analisis Framing. Jakarta: Remaja Rosdakarya.
Somantri, T. S. (2007). Psikologi Anak Luar Biasa. Bandung: Refika Aditama.
Sudjiman, Panuti, dan Aart van Zoest. (1992). Serba-serbi Semiotika. Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama.
Sunarto, K. (2007). Sosiologi Suatu Pendekatan Membumi. Jilid 1. Jakarta:
Erlangga, PT. Gelora Aksara Pratama.
Supriadi, Yadi. (2013). Periklanan, perspektif Ekonomi Politik. Bandung:
Simbiosa Rekatama Media.
Thohari, S. (2015). Habis Sakti, Terbitlah Sakit: Berbagai Macam Konsepsi
Difabel di Jawa. Makalah. Dipresentasikan pada Seminar Nasional
Teologi Disabilitas di Salatiga (19 Mei 2015): 1-14.
Thompson, Jenny. (2010). Memahami Anak Berkebutuhan Khusus. Erlangga,
Jakarta. Terjemahan oleh Eka Widayati.
Undang-undang Nomor 19 Tahun 2011 Tentang Pengesahan Konvensi Mengenai
Hak-hak Penyandang Disabilitas.
Undang-undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
Wibowo, Fred. (2009). Teknik Produksi Program Televisi. (ed. revisi.).
Yogyakarta: Pinus Book Publisher.
Williams, Raymond. (2009). Television: Technology and Cultural Form. (1st ed.).
Yogyakarta: Resist Book. Terjemahan oleh Dian Yanuardy. (2009).
Televisi.
Penelitian:
Amar, Nurhidaya. (2014). Pengaruh Self-Effiacy, Fasilitas, Motivasi Berprestasi
Olahraga dan Dukungan Sosial Terhadap Self-Esteem Pada Atlet Difabel
(Paralimpian) Melalui Mediator Prestasi Olaraga di Indonesia. Disertasi.
Universitas Persada Indonesia Y.A.I.
Lobodally, Altobeli. (2014). Transformasi Simbolik Homoseksual di Televisi
(Sebuah Studi Analisis Semiotika Barthes dan Semiotika Sosial M.A.K
Halliday dalam Program CS: File Kompas TV). Tesis. Universitas Mercu
Buana.
Rosana, Anita Septiani. (2014). Mitos Kemandirian Perempuan Difabel (Studi
Analisis Semiotik Pada Rubrik “Sosok” di Harian Kompas. Tesis.
Universitas Diponegoro.
Saskara, M.G.W. (2011). (Re)Konstruksi Identitas dan Praktik Komodifikasi Disc
Jockey (DJ) Dalam Industri Budaya Jakarta, 1990-2010. Tesis. Universitas
Indonesia.
Sepang, N.R. (2008). Komodifikasi Tubuh: Studi Terhadap Empat Pria
Metroseksual di Jakarta. Tesis. Universitas Indonesia.
Siswardhani, D.W. (2013). Komodifikasi Nilai-nilai Keluarga pada Iklan
Pepsodent Versi “Gantian Donk”. Tesis. Universitas Mercu Buana.
Jurnal dan Media Massa:
Japalatu, Alex. (2014). Keterbatasan Bukan Halangan. Inspirasi. 56 (Agustus):
31-35.
Masduqi, B.F. (2010). Kecacatan: Dari Tragedi Personal Menuju Gerakan Sosial.
Jurnal Perempuan. 65 (17-29).
Musthofa, As'ad. (2012). Komodifikasi Kemiskinan oleh Media Televisi. Jurnal
Ilmiah Komunikasi, MAKNA, Vol. 3 No. 1, Februari-Juli 2012.
Tranggono, Indra. (2015, Agustus 22). Melawan Industri Kebodohan. Kompas: 6.
Jurnal Pantau. Edisi 08/ Maret-April 2000.
Internet:
Anonim. (2014). Jateng terima Penghargaan Inklusif Award Peringatan hari
Disabilitas
Internasional
2014
Tingkat
Nasional.
http://dinsos.jatengprov.go.id/index.php/berita/item/211-disabilitas,
Diunduh pada 28 April 2015, jam 07.48 WIB).
Dalam
Ariya, Raditia Yoni. (2013). Eksistensi Kaum Difabel Harus Diakui.
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2013/12/08/18254
9/Eksistensi-Kaum-Difabel-Harus-Diakui. Diunduh pada 21 Oktober 2014
pukul 19.53 WIB.
Demartoto, A. (2005). Menyibak Sensitivitas Gender dalam Keluarga Difabel.
Surakarta:
Sebelas
Maret
University
Press.
Dalam
http://lpp.uns.ac.id/bukuteks/images/flippingbook/Menyibak%20Sensivita
s%20Gender,Dr.%20Argyo%20Demartoto/Menyibak%20Sensivitas.pdf.
Diunduh pada 21 Oktober 2014 pukul 10.10 WIB.
Dwi Nastiti, Aulia. (2012). Identitas Kelompok Disabilitas dalam Media
Komunitas Online. Dalam http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20353544-
S45716-Identitas%20kelompok.pdf. Diunduh pada 21 Oktober 2014 pukul
08.25 WIB.
Harahap, Nova. (2011). Tidak Hebohnya ASEAN Para Games. Dalam
http://olahraga.kompasiana.com/sport/2011/12/17/tidak-hebohnya-asean
paragames-419723.html. Diunduh pada 21 Oktober 2014 pukul 23.58
WIB.
Khumaini, Anwar. (2014). Lagi-lagi 'Hitam Putih' Trans 7 Tersandung Masalah.
Dalam http://www.merdeka.com/peristiwa/lagi-lagi-hitam-putih-trans-7-
tersandung-masalah.html, Diunduh pada 8 Mei 2015 pukul 19.43 WIB.
Lestari, Noviani Arum. (2015). Perlindungan Hukum Terhadap Difabel Korban
Tindak Pidana Menyerang Kehormatan Susila. Dalam http://digilib.uin-
suka.ac.id/15864/1/BAB%20I,%20V,%20DAFTAR%20PUSTAKA.pdf.
Diunduh pada 22 Oktober 2014 pukul 01.43 WIB.
Lobodally, Altobeli. (2014) Bencana: Drama yang Menguntungkan. Dalam
http://sinarharapan.co/news/read/31953/bencana-drama-yang-
menguntungkan. Diunduh pada 22 Oktober 2014, pukul 11.20 WIB.
UNICEF. (2013). Keadaan Anak di Dunia 2013: Anak Penyandang Disabilitas.
Dalam http://www.unicef.org/indonesia/id/SOWC_Bahasa.pdf. Diunduh
pada 20 Juli 2015, pukul 16.45 WIB.
Wikipedia.
(2015)
Hitam
Putih
(Acara
TV).
Dalam
https://id.wikipedia.org/wiki/Hitam_Putih_(acara_TV), Diunduh pada 11
Maret 2015 pukul 10.10 WIB.
Wikipedia. (2015). Difabel. Dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Disabilitas.
Diunduh pada 28 April 2015 pukul 02.57 WIB.
Wiyono, Setyo. (2014). Mulyana Genggam Rekor Dunia di Asian Para Games.
Dalam
http://berita.suaramerdeka.com/sport/mulyana-genggam-rekor
dunia-di-asian-para-games. Diunduh pada 27 Desember 2014 pukul 08.28
WIB.
World Health Organization. (2014). World’s Report on Disability. Dalam
http://whqlibdoc.who.int/publications/2011/9789240685215_eng.pdf.
Diunduh pada 21 Oktober pukul 22.53 WIB.