Tenun Ikat lusi dalam Industri Budaya

research
  • 17 Feb
  • 2025

Tenun Ikat lusi dalam Industri Budaya

Penulisan ini tentang keberadaan tenun ikat lusi dalam industri budaya, yang
hasilnya diharapkan mampu memberikan gambaran tentang perkembangan dari
fungsi tenun troso dalam dunia mode atau Fashion. Penulisan ini menggunakan
metode kualitatif. Pendekatan kualitatif merupakan bentuk pendekatan yang
menekankan terhadap gejala fenomena sosial budaya masyarakat. Penelitian ini
mengambil lokasi di Desa Troso Kabupaten Jepara Jawa Tengah. Desa Troso
merupakan desa wisata atraksi untuk proses pembuatan tenun ikat lusi yang
sudah sangat di kenal oleh banyak lapisan masyarakat. Jenis data yang digunakan
adalah data primer dan data sekunder. Tiga elemen situasi sosial terlibat industri
tenun ikat lusi rakyat adalah Desa Troso sebagai tempat. Priyanto, Endang dan
Lilik sebagai orang. Proses pembuatan tenun ikat lusi sebagai aktivitas. Hasil
yang diperoleh menunjukkan bahwa industri tenun ikat lusi sekarang ini
masih menggunakan cara yang tradisional dan tidak adanya keinginan berinovasi
pada motif tenun ikat lusi dari pengrajin tenun. Bagi dunia fashion atau mode
kain troso yang dihasilkan dapat dimodifikasi dengan banyak jenis kain, sehingga
memberikan nilai tambah

Unduhan

 

REFERENSI

Adorno & Horkheimer. 2002. Dialectic of Enlightenment. Stanford University
Press.
Kellner, Douglas. 2007. “Cultural Studies, Multiculturalism, and Media Culture”
[online].
http://www.gseis.ucla.edu/faculty/kellner/papers/SAGEcs. html [diakses 13 October
2007].
Strinati. Dominic. 2004. Introduction to Theories of Populer Culture. Routledge.
Woodfin, Rupert. & Zarate, Oscar. 2008. Mengenal Marxisme. Yogyakarta: Resist
Book