Artikel ini mengeksplorasi kriminalitas yang terjadi di Ibukota Jakarta pada tahun 1980 sampai 1990 yang diberitakan media massa koran Pos Kota. Kajian tentang Kriminalitas yang terjadi di Jakarta dilakukan dikarenakan banyaknya keberadaan para preman atau bandit, yang dari sudut pandang historiografi bahwa para bandit juga meresahkan kota- kota lainnya bahkan di pedesaan sekalipun di Indonesia terutama di wilayah Jawa Tengah. Tingkat keresahan warga atas preman dan bandit juga sangat tinggi, sehingga hal tersebut membuat pemerintahan Orde Baru pada saat itu juga mengambil langkah yang sangat serius dan tegas dalam membasmi preman-preman atau bandit di Indonesia. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode sejarah yang menekankan pada sumber- sumber kepustakaan. Hasil yang ditemui dalam penelitian ini adalah Jakarta merupakan salah satu kota dengan tingkat kriminalitas yang tinggi di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain kemiskinan, kesenjangan sosial, dan korupsi. Media massa seperti Kompas, Pos Kota bahkan Majalah Tempo memainkan peran penting dalam mengangkat isu kriminalitas di Jakarta. Surat kabar ini sering kali memberikan liputan yang mendalam dan komprehensif tentang berbagai kasus kriminal, termasuk kasus- kasus yang melibatkan pejabat pemerintah.
Adang, Y. A. (2010). Kriminologi. PT Refika Aditama.
Blok, A. (2001). Honour and violence. Polity Press.
Cribb, R. (1991). Gangsters and revolutionaries: The Jakarta people’s militia and the Indonesian
revolution 1945-1949. Asian Studies Association of Australia.
Colombijn, F. (2002). Explaining the violence solution in Indonesia. The Brown Journal of World
Affairs, 9(1), 1–15.
Fathoni, R. S. (2023). Bandit-bandit di Jawa masa kolonial. Wawasan Sejarah.
https://wawasansejarah.com/bandit-kolonial/. Diakses pada 12 April 2023.
Ghani, Z. A. (2017). Sebuah studi perbandingan kejahatan perkotaan antara Malaysia dan
Nigeria. Jurnal Manajemen Perkotaan, 6(1), 19–29.
Marzuki, S. (2014). Masalah kejahatan di perkotaan. Unisia, 9, 11–13. Nassarudin, E. H. (2016). Kriminologi. CV Pustaka Setia.
Nawi, G. J. (2023). Perbanditan di Batavia dan protes sosial.
https://sejarahjakarta.com/2019/05/09/perbanditan-di-batavia-dan-protes-sosial/.
Diakses pada 12 Desember 2023.
Nordholt, H. S. (1991). The Jago in the shadow: Crime and order in the colonial state in
Java. Review of Indonesian and Malayan Affairs, 25(1), 1–15.
Sriasih, K., & Trilaksana, A. (2014). Premanisme di Jakarta tahun 1974-1983. Avatara: e-Jurnal
Pendidikan Sejarah, 2(2), 1–15.
Tifaransyah, F., et al. (2021). Kriminalitas di Jawa pada masa kolonial. Jurnal Candra Sangkala,
3(2), 1–15.
Zaidan, M. A. (2016). Kebijakan kriminal. Sinar Grafika. http://e-journal.uajy.ac.id/2368/3/2KOM03080.pdf. Diunduh pada 12 Desember 2023. https://sejarahjakarta.com/2019/05/09/perbanditan-di-batavia-dan-protes-sosial/. Diakses pada
12 Desember 2023. http://sejarah.kompasiana.com/2011/01/07/sejarah-majalah-tempo-konflik-dan-pembredelan/.
Diakses pada 12 Desember 2023. http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2010/07/08/brk,20100708261998,id.ml. Diakses
pada 12 Desember 2023.