Penulisan ini tentang keberadaan tenun ikat lusi dalam industri budaya, yang hasilnya diharapkan mampu memberikan gambaran tentang perkembangan dari fungsi tenun troso dalam dunia mode atau Fashion. Penulisan ini menggunakan metode kualitatif. Pendekatan kualitatif merupakan bentuk pendekatan yang
menekankan terhadap gejala fenomena sosial budaya masyarakat. Penelitian ini mengambil lokasi di Desa Troso Kabupaten Jepara Jawa Tengah. Desa Troso merupakan desa wisata atraksi untuk proses pembuatan tenun ikat lusi yang sudah sangat di kenal oleh banyak lapisan masyarakat. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Tiga elemen situasi sosial terlibat industri
tenun ikat lusi rakyat adalah Desa Troso sebagai tempat. Priyanto, Endang dan Lilik sebagai orang. Proses pembuatan tenun ikat lusi sebagai aktivitas. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa industri tenun ikat lusi sekarang ini masih menggunakan cara yang tradisional dan tidak adanya keinginan berinovasi pada motif tenun ikat lusi dari pengrajin tenun. Bagi dunia fashion atau mode
kain troso yang dihasilkan dapat dimodifikasi dengan banyak jenis kain, sehingga memberikan nilai tambah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL STIEPARI SEMARANG
semnas Donna Ekawaty tenun Stiepari 2017
Adorno & Horkheimer. 2002. Dialectic of Enlightenment. Stanford University
Press.
Kellner, Douglas. 2007. “Cultural Studies, Multiculturalism, and Media Culture”
[online].
http://www.gseis.ucla.edu/faculty/kellner/papers/SAGEcs. html [diakses 13 October
2007].
Strinati. Dominic. 2004. Introduction to Theories of Populer Culture. Routledge.
Woodfin, Rupert. & Zarate, Oscar. 2008. Mengenal Marxisme. Yogyakarta: Resist
Book