CAMERA BRANDING CALON WALIKOTA DI MEDIA SOSIAL (Studi Kasus Pilwakot 2015 Paslon Idris-Pradi)

research
  • 13 Feb
  • 2024

CAMERA BRANDING CALON WALIKOTA DI MEDIA SOSIAL (Studi Kasus Pilwakot 2015 Paslon Idris-Pradi)

Penelitian ini membahas tentang kasus camera branding
yang dilakukan paslon kepala daerah Idris - Pradi di media sosial sebagai alat kampanye dalam memper oleh suara pas PILWAKOT DEPOK 2015
 
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis, sifat penelitian deskriptif dengan metode penelitian studi kasusdari Yin. Bentuk-bentuk foto/camera branding dapat dilihat dari penggunaan pengambilan gambar mulai dari pengambilan gambar, sudut pandangan (angle) pengambilan gambar, tipe lensa yang digunakan, titik fokus yang digunakan,
pencahayaan serta pewarnaan yang menonjol dalam foto. Selain itu elemen camera branding berupa elemen authentic dan elemen keunikan profil paslon juga mendukung tingkat elektabilitas.
Penggunaan foto/camera branding dapat menimbulkan efek langsung dan tidak langsung bagi para pemilih. Dan pemilih di kota depok lebih kepada mayoritas tipe pemilih tradisional walaupun sekitar 37.6% pemilih di Kota Depok pada usia produktif.

Unduhan

  • JIKA-Vol7-No1-April-2020.pdf

    CAMERA BRANDINGCALON WALIKOTADI MEDIA SOSIAL (Studi Kasus Pilwakot2015 Paslon Idris-Pradi)

    •   diunduh 671x | Ukuran 9,933 KB

 

REFERENSI

  1. Blair, T., & Scammell, M. (2007). Political Brands and Consumer Citizens : The Rebranding of, (May), 176–192. https://doi.org/10.1177/0002716206299149
  2. Cangara, H. (2009). Komunikasi Politik: Konsep, Teori dan Strategi. Jakarta: Rajawali Pers.
  3. Darmawan, F. (2009). Dunia Dalam Bingkai. Yogyakarta.: Graha Ilmu. 
  4. Firmanzah. (2012). Marketing Politik: Antara Pemahaman dan Realitas (Revisi). Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia. Retrieved from https://books.google.co.id/books?id=BE3pDQAAQBAJ&printsec=frontcover&dq=Firmanzah+2007&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwiXgJ3imOnmAhWDIbcAHU4lBfIQ6AEIKDAA#v=onepage&q=Firmanzah 2007&f=false
  5. Hidayat, D. N. (2003). Paradigma dan Metodologi Penelitian Sosial Empirik Klasik. Jakarta: Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia.
  6. Kasali, R. (2013). Camera Branding Cameragenic vs Auragenic. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Retrieved from https://www.goodreads.com/book/show/17927909-camera-branding.
  7. Kriyantono, R. (2006). Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: PT.Kencana Perdana.
  8. Kusrianto, A. (2007). Pengantar Desain Komunikasi Visual. Yogyakarta: Andi Offset.
  9. Moleong, L. J. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revi). Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
  10. Newman, B. I. (1999). Handbook of political marketing. Sage Publications.
  11. Nursal, A. (2004). Political marketing: strategi memenangkan pemilu : sebuah pendekatan baru kampanye pemilihan DPR, DPD, Presiden. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  12. Perse, E. M. (2000). Media effects and society. L. Erlbaum Associates.
  13. Prisgunanto, I. (2006). Komunikasi Pemasaran: strategi dan taktik: Analisis Sostac dan Stopsit. Jakarta: Ghalia Indonesia.
  14. Widyastuti, D. A., Wiloso, P. G., & Herwandito, S. (2017). ANALISIS PERSONAL BRANDING DI MEDIA SOSIAL (Studi Kasus Personal Branding Sha’an d’Anthes di Instagram). Jurnalinovasi, 1–16. Retrieved from: http://journal.binadarma.ac.id/index.php/jurnalinovasi/article/download/649/345. 
  15. Yin, R. K. (2011). Studi Kasus: Desain dan Metode. Jakarta: Rajagrafindo Persada.