Umbul Pluneng perlu dikembangkan lagi sebagai objek wisata yang rekreatif yang direncanakan secara optimal. Pemanfaatan Umbul Pluneng sebagai objek wisata secara keseluruhan belum terlihat optimal, karena belum didukung pengembangan fasilitas dan sarana prasarana kepariwisataan.. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Umbul Pluneng mempunyai potensi air yang sangat melimpah dibandingkan dengan umbul-umbul lain yang berada di Kabupaten Klaten. Potensi objek wisata air Umbul Pluneng menjadi salah satu faktor pendorong dalam usaha pengembangan objek wisata, namun juga ada faktor yang menghambatnya. Faktor penghambat ini perlu dilakukan usaha perbaikan dan pengembangan supaya wisatawan lebih tertarik berkunjung ke objek wisata Umbul Pluneng. Usaha yang dilakukan dalam pengembangan objek wisata Umbul Pluneng melalui beberapa aspek yaitu daya tarik wisata, aksebilitas, sarana pokok kegiatan wisata, dan produk unggulan.
Umbul Pluneng perlu dikembangkan lagi sebagai objek wisata yang rekreatif yang direncanakan secara optimal. Pemanfaatan Umbul Pluneng sebagai objek wisata secara keseluruhan belum terlihat optimal, karena belum didukung pengembangan fasilitas dan sarana prasarana kepariwisataan.. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Umbul Pluneng mempunyai potensi air yang sangat melimpah dibandingkan dengan umbul-umbul lain yang berada di Kabupaten Klaten. Potensi objek wisata air Umbul Pluneng menjadi salah satu faktor pendorong dalam usaha pengembangan objek wisata, namun juga ada faktor yang menghambatnya. Faktor penghambat ini perlu dilakukan usaha perbaikan dan pengembangan supaya wisatawan lebih tertarik berkunjung ke objek wisata Umbul Pluneng. Usaha yang dilakukan dalam pengembangan objek wisata Umbul Pluneng melalui beberapa aspek yaitu daya tarik wisata, aksebilitas, sarana pokok kegiatan wisata, dan produk unggulan.
File 10_Daftar Tabel
File 6_Kata Pengantar
File 8_Daftar Isi
File 17_Daftar Pustaka
File 4_Lembar Persetujuan dan Pengesahan
File 12_Bab 1
File 3_Lembar Persetujuan publikasi
File 2_Lembar Pernyataan Keaslian Tugas Akhir
File 15_Bab 4
File 18_DRH
File 19_Surat Keterngan Riset
File 13_Bab 2
File 5_Lembar Konsultasi
File 14_Bab 3
File 9_Daftar Gambar
File 11_Daftar Lampiran
File 1_Lembar Judul
File 16_Bab 5
Abdulhaji, Sulfi dan Ibnu Sina Hi. Yusuf. (2016). Pengembangan Atraksi, Aksebilitas, dan Fasilitas Terhadap Citra Objek Wisata Danau Tolire Besar di Kota Ternate. Jurnal Penelitian Humano, VII(2), 138. Diambil dari http://www.ejournal.unkhair.ac.id/index.php/humano/article/view/317 (29 Juli 2019)
Amalyah, Reski, Djamhur Hamid dan Luchman Hakim. (2016). Peran Stakeholder Pariwisata Dalam Pengembangan Pulau Samalona Sebagai Destinasi Wisata Bahari. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), XXXVII (1), 159. Diambil dari
http://administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jab/article/view/1439/1822 (23 Juli 2019)
Aprilia, Eka Rosyidah, Sunarti dan Edriana Pangestuti. (2017). Pengaruh Daya Tarik Wisata dan Fasilitas Layanan Terhadap Kepuasan Wisatawan di Pantai Balekambang Kabupaten Malang. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), LI (2), 18. Diambil dari http://administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jab/article/view/2126/2518 (23 Juli 2019)
Ardiansyah, Diaz, Sri Mangesti Rahayu dan Achmad Husaeni. (2014). Analisis Pajak Hotel dan Pajak Restoran dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), XIV (1), 3. Diambil dari http://administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jab/article/view/564 (9 Juli 2019)
Baskoro, Fiko Rahardito dan Rusdi Akbar. (2018). Mengevaluasi Sistem di Instansi Publik. Yogyakarta: Jurnal Akuntansi Terapan Indonesia. Vol. I, No. 2, Oktober 2018:52-63
Bawanti, Ari. (2016). Analisis City Branding Dalam Pengembangan Destinasi Pariwisata Kabupaten Jayapura. Jurnal Media Wisata, XVI (1), 369. Diambil dari http://www.amptajurnal.ac.id/index.php/MWS/article/view/154 (9 Juli 2019)
Bonita, Nita. (2016). Peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Labuan Cermin di Kabupaten Berau. eJournal Ilmu Pemerintahan, IV (4), 1449-1510. Diambil dari https://ejournal.ip.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2016/10/Nita%20Bonita%20(10-21-16-10-23-20).pdf (30 Agustus 2019)
Brahmanto, Erlangga, Hary Hermawan, Faizal Hamzah. (2017). Strategi Pengembangan Kampung Batu Malakasari Sebagai Daya Tarik Minat Khusus. Jurnal Media Wisata, XV (2), 591. Diambil dari https://www.researchgate.net/profile/Hary_Hermawan/publication/323695426_STRATEGI_PENGEMBANGAN_KAMPUNG_BATU_MALAKASARI_SEBAGAI_DAYA_TARIK_WISATA_MINAT_KHUSUS/links/5aa62c3e0f7e9badd9ab9803/STRATEGI-PENGEMBANGAN-KAMPUNG-BATU-MALAKASARI-SEBAGAI-DAYA-TARIK-WISATA-MINAT-KHUSUS.pdf (30 Agustus 2019)
Darmawan, Darwis dan Siti Fadjarajani. (2016). Hubungan Antara Pengetahuan dan Sikap Pelestarian Lingkungan Dengan Perilaku Wisatawan Dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan. Jurnal Geografi, IV(1), 45. Diambil dari http://jurnal.unsil.ac.id/index.php/geografi/article/view/87 (9 Juli 2019)
Darna, Nana dan Elin Herlina. (2018). Memilih Metode Penelitian Yang Tepat Bagi Penelitian Bidang Ilmu Manajemen. Jurnal Ilmu Manajemen, V(1), 288. Diambil dari https://jurnal.unigal.ac.id/index.php/ekonologi/article/view/1359/1118 (29 Juli 2019)
Hadi, Wisnu. (2017). Potensi Wisata Kulineri dan Pendidikan di Pesona Alam Dusun Sendang Kumitir Desa Kembang Arum, Turi, Sleman Sebagai Daerah Tujuan Wisatawan. Jurnal Media Wisata, XV(1), 609. Diambil dari http://www.amptajurnal.ac.id/index.php/MWS/article/view/217 (9 Juli 2019)
Hariyanto, Oda I.B. (2016). Destinasi Wisata Budaya dan Religi di Cirebon. Jurnal Ecodemica: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Bisnis, IV (2), 218. Diambil dari http://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/ecodemica/article/view/830 (23 Juli 2019)
Huda, Ahmad. (2015). Pengelolaan Fasilitas Objek Wisata Cagar Budaya Makam Raja Kecik di Desa Buantan Besar Kabupaten Siak. Jom FISIP, II, 6-7. Diambil dari https://www.neliti.com/publications/32377/pengelolaan-fasilitas-objek-wisata-cagar-budaya-makam-raja-kecik-di-desa-buantan (24 Juli 2019)
Kalebos, Fatmawati. (2016). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Wisatawan Yang Berkunjung Ke Daerah Wisata Kepulauan. Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen, IV (3), 489-502. Diambil dari https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jrbm/article/view/12748/12341(5 Agustus 2019)
Khotimah, Khusnul, Wilopo dan Luchman Hakim. (2017). Strategi Pengembangan Destinasi Pariwisata Budaya. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), XLI(1), 58. Diambil dari http://administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jab/article/view/1657/2041 (24 Juli 2019)
Lallo, Christian, Ir. R. J. Poluan, Msi dan Dr, Judy O. Waani, ST., MT . (2016). Persepsi Wisatawan Terhadap Fasilitas Infrastruktur di Pantai Pasir Putih Kabupaten Monokwari Propinsi Papua Barat. III(3), 183. Diambil dari https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/spasial/article/view/14139 (29 Juli 2019)
Manafe, Janri D, Tuty Setyorini dan Yermias A Alang. (2016). Pemasaran Pariwisata Melalui Strategi Promosi Objek Wisata Alam, Seni dan Budaya. Jurnal Bisnis dan Manajemen Islam, IV(1), 106. Diambil dari http://journal.stainkudus.ac.id/index.php/Bisnis/article/view/1687 (9 Juli 2019)
Prawira, Maulana Arief, Irwan Noor dan Farida Nurani. (2014). Inovasi Layanan (Studi Kasus Call Center SPGDT 119 sebagai Layanan Gawat Darurat pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta). Jurnal Administrasi Publik (JAP), II(4), 715-721. Diambil dari http://administrasipublik.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jap/article/view/450 (25 Juli 2019)
Priatmoko, Setiawan. (2017). Pengaruh Atraksi, Mediasosial, dan Infrastruktur Terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan Ke Desa Wisata Pentingsari Yogyakarta. Jurnal Khasanah Ilmu, VIII(1), 75. Diambil dari http://khasanah.web.id/jurnal/index.php/khasanah/article/view/2/2 (5 Agustus 2019)
Priyadi, Unggul. (2016). Pariwisata Syariah Prospek dan Perkembangan. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN.
Purwoastuti, TH Endang dan Elisabeth Siwi Walyani. (2014). Metodologi Penelitian. Yogyakarta: PUSTAKABARUPRESS
Rahmawati, Dini. (2018). Potensi Dark Tourism di Bandung. Jurnal Media Wisata, XVI(1), 677. Diambil dari http://www.amptajurnal.ac.id/index.php/MWS/article/view/247 (24 Juli 2019)
Siyoto, Sandu dan M. Ali Sodik. (2015). Dasar Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Litrasi Media Publishing.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian dan Pengembangan. Bandung: Alfabeta.
Wiradipoetra, Faikar Adam dan Erlangga Brahmanto. (2016). Analisis Persepsi Wisatawan Mngenai Penurunan Kualitas Daya Tarik Wisata Terhadap Minat Berkunjung. Jurnal Pariwisata, III(2), 131. Diambil dari http://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/jp/article/view/1561/1159 (24 Juli 2019)
Yulianto, Atun. (2018). Peringkat Destinasi dan Strategi Pengembangan Daya Tarik Wisata Pantai di Kabupaten Bantul Yogyakarta. Jurnal Media Wisata, XVI(1), 653-654. Diambil dari http://www.amptajurnal.ac.id/index.php/MWS/article/view/245 (9 Juli 2019)