Makna Riasan Paes Ageng Kebesaran Gaya Yogyakarta Dalam Riasan Pengantin Adat Jawa

research
  • 21 Nov
  • 2023

Makna Riasan Paes Ageng Kebesaran Gaya Yogyakarta Dalam Riasan Pengantin Adat Jawa

Fenomena komunikasi dan budaya yang ada di suku Jawa sering terjadi di berbagai tradisi upacara, salah satunya adalah tradisi upacara pernikahan. Seperti halnya riasan pengantin dalam tradisi pernikahan orang jawa yang tentunya mengandung maksud dan tujuan yang ingin disampaikan, salah satu tradisi yang masih dipertahankan dan
Yogyakarta. Penulisan ini dibuat dengan tujuan mengetahui makna simbolik yang terdapat dalam riasan Paes Ageng Gaya Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, studi literatur dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini didapatkan dua makna yaitu makna kebanggaan dan makna kebajikan. Nilai tradisi yang terkandung didalamnya memiliki filosofi yang mewah dan agung dalam upacara sakral pernikahan. Dalam riasan Paes Ageng disetiap corak, busana, hingga hiasan yang dikenakan memiliki filosofi maknanya masing-masing. Paes menggambarkan sebuah keberagaman, dimana paes memiliki makna yang seimbang yaitu, menghubungkan manusia dengan tuhannya dan menunjukan hubungan antar sesama manusia. Paes juga menggambarkan sebuah pengharapan yang baik bagi orang yang memakainya. Perbedaan perwujudan yang terdapat dalam riasan dan busana pengantin Paes Ageng Kebesaran Gaya Yogyakarta baik yang tradisional maupun yang modern tidak mengurangi makna filosofinya, karena pada intinya maksud yang terkandung didalamnya sama yaitu untuk mendapatkan perlindungan, berkah, serta restu dari Tuhan.

Unduhan

 

REFERENSI

Astuti, H., Putri Marvelia, A., Ilmu Komunikasi, F., Bhayangkara Jaya Jalan Raya Perjuangan No, U., & Mulya, M. (2019). Analisis Interaksional Simbolik pada Ritual Siraman Pernikahan Adat Jawa Tengah) Komunikologi Volume (Vol. 16, Issue 1).

Atnan, N. (2015). Paradigma Penelitian Kualitatif. Penelitian Universitas Indonesia, 2(1), 34.

Emiarso, E. (2014). Interaksionisme Simbolik George Herbert Mead. In Interaksionisme Simbolik Dari Era Klasik Hingga Modern (Cetakan ke, p. 281). Rajawali Pers.

Ii, B. A. B., & Teoritis, T. (1939). Tinjauan Teoritis Interaksi Simbolik. 1 14.

Liliweri. (2003). definisi budaya. In Makna Budaya Dalam Komunikasi Antar Budaya
(p. 309). LKiS.

Marlia, C., Harahap, R., & Wuriyani, E. P. (n.d.). Makna Simbolik Dalam Tradisi Peningsetan Dan Pasang Tarub/Tratag Dalam Pernikahan Adat Jawa.

Miranda, A., Djakfar, Y., Rosihan, A., EkaValentin, A., Virgiana, B., Ki Ratu Penghulu No, J., Sari Baturaja OKU, K., & Baturaja Jl Ki Ratu Penghulu No, U. (2021). Analisis Makna Simbolik Tradisi Ewuh Grubyukan Pada Adat Pernikahan Etnis Jawa Wonogiri Di Desa Sidomulyo Batumarta VII Kec. Madang Suku III OKU TIMUR. Jurnal Massa, 02. https://journal.unbara.ac.id/index.php/JM

Mulyana, D. (2007). Komunikasi Sebagai Simbol. In
Pengantar. Remaja Rosdakarya. https://openlibrary.telkomuniversity.ac.id/pustaka/7646/ilmu-komunikasi-suatu- pengantar.html

Murtiadji Sri Supadmi(R.). (2012). Tata Rias Pengantin dan Adat Pernikahan Gaya Yogyakarta Klasik CORAK PAES AGENG (Lystiani Nana (Ed.)). Gramedia Pustaka Utama.
https://www.google.co.id/books/edition/Tata_Rias_Pengantin_Adat_Pernikahan
_Gaya/uR1QDwAAQBAJ?hl=id&gbpv=0

R. Toto Sugiarto. (2016). Ensiklopedia Seni & Budaya 3 PAKAIAN NUSANTARA (2016th ed.). Media Makalangan. https://www.google.co.id/books/edition/Ensiklopedi_Seni_Dan_Budaya_3/pnV WEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=0

Safitri, E. P. (2019). Tradisi Pernikahan Adat Ngayogyakarta Hadiningrat (MAKNA SIMBOLIK UPACARA SIRAMAN).

Sugiyono, P. D. (2018). Teknik Analisis Data. In M. S. Sofia Yustiani Suryandari, S.E

(Ed.),
interpretif, interaktif, dan konstruktif) (Cetakan ke, p. 274). ALFABETA, CV.

Suprapto, R. (2001). . Pustaka
Pelajar. http://opac.salatigakota.go.id/ucs/index.php?p=show_detail&id=5717

Taylor, W. A. (2023). Makna Simbolik Tradisi Compo Sampari Dan Compo Baju Dalam Kajian Teori Interaksionisme Simbolik Teori Herbert Blumer (Studi Desa Simpasai Kecamatan Lambu Kabupaten Bima). The Advent of the All-Volunteer Force, Makna Simbolik Tradisi compo sampari dan compo baju dalam kajian teori interaksionisme simbolik teori Herbert Blumer, 97 105. https://doi.org/10.4324/9781003035831-8

Wlly M. Setiadi, Kama Abdul Hakim, R. E. (2006). ILmu Sosial & Budaya Dasar (edisi ketiga) (Suwito (Ed.); Cetakan ke). Kencana. https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=RcNoDwAAQBAJ&oi=fnd&p g=PA1&dq=budaya+menurut+para+ahli&ots=DUCRpdwLam&sig=ML4zP7U kixisKURDrfcPBzdCZ4U&redir_esc=y#v=onepage&q=budaya menurut para ahli &f=false