Dana pensiun dibutuhkan untuk menunjang kehidupan dimasa tua. Pensiun dapat diartikan sebagai masa kehidupan setelah bekerja dengan keterbatasan masa produktifyang tidak lagi sama dengan keterbatasan itu maka diperlukannya kesiapan untuk mencukupi kebutuhan hidup pada usia pensiun seseorang. Untuk mencapai tujuan keuangan yang baik dan kehidupan yang lebih baik dimasa depan, individu harus paham mengenai perencanaan dana pensiun. Dengan adanya pemahaman yang dimiliki dapat mendorong keinginan seseorang dalam pengambilan keputusan dan perencanaan tabungan jangka panjang sebagai dana pensiun. Namun, pada faktanya pengetahuan masyarakat Indonesia pada sektor keuangan (asuransi, pembiayaan,program pensiun, dan investasi) masih tergolong rendah. Dengan itu DPLK Indolife melakukan keenam strategi komunikasi pemasaran untuk dapat mesosialisasikan, mengedukasi skema pensiun, penyelenggaraan pensiun dan pengelolaan pensiun yang nantinya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk-produk perusahaan guna menaikan jumlah nasabah. Metode yang digunakan dalam penelitianini ialah metode kualitatif dilakukan dengan menelaah semua data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini ialah DPLK Indolife dalam melakukan kegiatan pemasaran bauran promosi berupaiklan, penjualan tatap muka, promosi penjualan, hubungan masyarakat dan publisitas, pemasaran langsung, dan pemasaran online/ media sosial. keenam perangkat utama bauran promosi ini dapat mengkomunikasikan, membujuk dan mengingatkan masyarakat baik secara langsung mapun tidak langsung terhadap produk-produkDPLK Indolife. Keenam komponen tersebut saling mempengaruhi satu sama lainnya untuk menciptakan sebuah kesadaran/ awereness masyarakat akan produk perusahaan. Dalam Strategi komunikasi pemasaran promotion mix dilakukan oleh perusahaan saat ini telah mencapai tahapan brand recognition dimana nasabah dapat mengenali bahwaDPLK Indolife sebagai lembaga keuangan dana pensiun melalui logo, desain dan merek. Elemen tersebut telah membangun citra merek yang dapat meningkatkan kesadaran merek konsumen.
Bab III
Bab II
Merchandise di Kedai Digital 8 Solo). Edunomika – Vol. 03, No. 01.
Farhan Furqani Almagsus, H. L. (2022, Agustus ). Strategi Marketing Komunikasi Pemasaran MelaluiMedia Komunikasi Online / Electric Word Of Mouth dalam Peningkatan Keputusan Pembelian Di Ditie Wedding Planner 2022. e- Proceeding of Applied Science : Vol.8, No.4.
Firmansyah, A. (2019). Komunikasi Pemasaran. Pasuruan, Jawa Timur: Qiara
Media.
Helaluddin, H. W. (2019). Analisis Data Kualitatif: Sebuah Tinjauan Teori &
Praktik. Sekolah Tinggi Theologia Jaffray.
Nur Irma Yandani. (2016). Strategi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan KCP Pangkep dalam Menyosialisasikan Program Jaminan Pensiun. Respositori UIN Alauddin Makassar.
HSBC. (2019). Survey HSBC Future of Retirement. Jakarta: siaran pers HSBC.
I Wayan Dicky Reza Pranata, K. A. (2018). PERAN KESADARAN MEREK (BRAND AWARENESS) DALAM MEMEDIASI HUBUNGAN IKLAN OPPO
DENGAN NIAT BELI KONSUMEN. E-Jurnal Manajemen. Vol 7 No 10.
Sarosa, S. (2021). ANALISIS DATA PENELIITIAN KUALITATIF. Sleman,
Yogyakarta: PT KANISIUS.
Terence A. Shimp and J, C. A. (2013). Advertising, Promotion, and Other Aspects of Integrated Marketing Communications. South-Western: Cengage Learning.
A Shimp, Terence. (2013). Periklanan Promosi (Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran Terpadu). Jakarta: Erlangga
A.M, Morissan. (2010). Periklanan Komunikasi Pemasaran terpadu. Jakarta: Penerbit Kencana.
Hermawan, Agus. (2012). Komunikasi Pemasaran. Jakarta: Penerbit Erlangga. Kennedy, John. E; R Dermawan Soemanagara., (2006). Marketing Communica
-tion Taktik dan Strategi. Jakarta: PT Buana Ilmu Populer (kelompok Gramedia)
Sandu Siyoto, M. A. (2015). DASAR METODELOGI PENELITIAN.
Yogyakarta: Literasi Media Publishing.