MENINGKATKAN KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA DESTINASI PARIWISATA TERINTEGRASI DI KABUPATEN KUDUS

research
  • 08 Nov
  • 2023

MENINGKATKAN KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA DESTINASI PARIWISATA TERINTEGRASI DI KABUPATEN KUDUS

Padatnya kunjungan di destinasi pariwisata oleh wisatawan, baik wisatawan lokal, wisatawan  domestik,  dan  wisatawan  mancanegara menunjukkan bahwa pariwisata sudah bergerak lebih cepat daripada yang diperkirakan oleh Pemerintah. Menghadapi hal ini Pemerintah berinisiatif meningkatkan  kapasitas sumber daya manusia (SDM) setiap destinasi wisata di Indonesia.  Secara realita sumber daya manusia (SDM) belum semuanya terpenuhi dan  memadai. Kondisi ini menarik peneliti untuk mengkaji pengembangkan destinasi pariwisata melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia terintegrasi di Kabupaten Kudus. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan destinasi pariwisata melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia terintegrasi. Penelitian menggunakan metode etnografi interpretif, metode penelitian tindakan kolaboratif dipilih sebagai alat ukur  keberhasilan  kesesuaian  kemampuan  yang  dimiliki  oleh  sumber  daya  manusia di  destinasi  pariwisata  dengan cara melakukan  wawancara langsung  dengan peserta  pelatihan,  test   pemahaman, survei lokasi,  dan  analisis  fasilitas. Selanjutnya melakukan tindakan dari  hasil pelatihan  dengan  melakukan uji  kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya manusia (SDM) di destinasi pariwisata Kabupaten Kudus sudah sebagian terintegrasi. Hal ini terlihat dari pengetahuan, kemampuan, dan sikap mereka kepada para wisatawan. Selama ini peningkatan kapasitas SDM masih sebatas pelatihan dan sosialisasi, sehingga belum terintegrasi secara utuh. Adapun pembaharuan dalam penelitian ini berupa pelatihan dengan hasil keluaran uji kompetensi kerjasama antara pemerintah, lembaga sertifikasi profesi (LSP) dengan memanfaatkan fasilitasi Kementerian Pariwisata program Bank Dunia mampu menghasilkan integrasi secara utuh.

Unduhan

 

REFERENSI

DAFTAR PUSTAKA

 

Anonim. Undang-Undang Republik Indonesia No. 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan. 2009

Agus Suryono. 2016. Membangun Jejaring Pelaku Wisata dan Lintas Sektoral. Semarang: Materi Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia bersama Kemenpar Jakarta. 

Ali Hasan. 2015. Tourism Marketing. Jakarta: PT. Buku Seru

Blair, John P. 1995. Local Economic Development Analysis and Practice. California: Sage Publication Inc. 

Cooper. 2005. Tourism Principles & Practise, Edition 3rd. Harlow: Pearson Education Limited, hal. 5,7-8,12-17,38.39  

Creswell, John W. Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Sage; Los Angeles, 2009. 

Creswell, John W. 2012. Educational Research. New York: Pearson.

Coghlan, D., & Brannick, T. 2010. Doing Action Research in Your Own Organisation Edition 3rd. London: SAGE.

Darmono, S.D. 2010. Think Big Start Small Move Fast : Kiat Pengembangan Mental. Jakarta:  Penerbit Kompas.

Dervin, Fred, and Caroline Dyer. 2016. Constructing Methodology for Qualitative Research. https://doi.org/10.1057/978-1-137-59943-8

Deliarnov. 2010. Perkembangan Pemikiran Ekonomi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Flick, Uwe. 2006. Qualitative and Quantitative Research dalam An Introduction to Qualitative Research. London: SAGE, pp. 32-43

Glasson, John. 1977. Pengentar Perencanaan Regional, Edisi Terjemahan Paul Sihotang. Jakarta: LPFE UI

Heri  Sigit  Cahyadi. 2019. Perencanaan  Pariwisata; Merencanakan  Pariwisata  Secara  Komprehensif  dan  Terpadu. Edisi pertama cetakan  pertama. Explore. 

Hermantoro, Hengky. 2015. Kepariwisataan, Destinasi Pariwisata, Produk Pariwisata. Perpustakaan Nasional RI: KDT. Depok: CV. Aditri

Inskeep, E. (1991). Tourism Planning: An integrated and sustainable development approach. New York: Van Nostrand Reinhold.

Kadariah. 1985. Ekonomi Perencanaan. Jakarta: LPFE UI

Koeswinarno. 2015. “Memahami Etnografi Ala Spradley.” Jurnal SMaRT 1 (2):257–65. http://blasemarang.kemenag.go.id/journal/index.php/smart/article/download/256/176. 

MacIntosh, R.W & Goeldner, CR (1990), Tourism : Principles, Practices, Philosophies. New York : Wiley dalam Cooper et.al. (2005). Tourism Principles & Practise, edisi ketiga. Harlow : Pearson Education Limited, hal. 7-8  

Morse, Janice M. 2015. “Underlying Ethnography.” Qualitative Health Research 26 (7):875– 76. https://doi.org/10.1177/1049732316645320.

Mulyana, Deddy. 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Nuryanti, W. 1999. Pariwisata Sebagai Ilmu dan Profesi. Surakarta: Seminar Pendidikan Tinggi Pariwisata. 

Samsuridjal D, Kaelani HD. 1996. Peluang Di Bidang Pariwisata. Jakarta:  Mutiara Sumber Widya.

Sarbini sumawinata. 2004. Politik Ekonomi Kerakyatan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.  

Siagian, Salim.  Sistim Ekonomi Kerakyatan. 2001. Jakarta: Majalah Usahawan: No. 02 Th XXX Februari. 

Spradley, James P. 1997. Metode Etnografi. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Sugiono. 2014. Metode Penelitian Manajemen. Bandung: AlfaBeta.

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Penerbit Alfabeta

Wall, G. 2007. Sustainable Development, Sustainable Tourism and Sustainable. Livelihoods: International Biennial. Vol 13, No 7, pp 63-79

Zulkarnain. 2003. Membangun Ekonomi Rakyat : Persepsi Tentang Pemberdayaan Ekonomi Rakyat. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa.