Penelitian ini membahas mengenai pengaruh Jokowi Effect sepanjang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 hingga pengumuman Kabinet Kerja. Pengaruh Jokowi Effect terasa bukan hanya dalam kehidupan politik tapi sampai pada pasar modal. Saat PDIP mengumumkan pencalonan Jokowi sebagai calon presiden pada Pilpres 2014, pasar modal langsung merespons dengan naik tajamnya Indeks Harga Saham Gabungan hingga 3,84%. Pengaruh Jokowi Effect pada pasar modal ini dikaji dengan event study untuk mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa yang informasinya dipublikasikan sebagai suatu pengumuman. Reaksi pasar ditunjukkan dengan adanya perubahan harga dari sekuritas yang bersangkutan. Reaksi ini diukur dengan menggunakan return sebagai nilai perubahan harga atau dengan menggunakan abnormal return. Abnormal return terjadi karena adanya informasi baru atau peristiwa baru yang mengubah nilai perusahaan dan direaksi oleh investor dalam bentuk kenaikan atau penurunan harga pasar. Selain abnormal return, reaksi pasar juga diamati melalui aktivitas volume perdagangan saham yang dilihat dari nilai aktivitas volume perdagangan (trading volume activity) saham. Hasil penelitian ini antara lain, menunjukkan tidak ada abnormal return yang signifikan yang terjadi pada pasar modal akibat pengaruh Jokowi Effect. Rata-rata abnormal return yang signifikan terjadi pada sebelum dan sesudah peristiwa yang terkait Jokowi Effect. Sementara, tidak terdapat aktivitas volume perdagangan saham yang signifikan pada rata-rata transaksi sebelum dan sesudah peristiwa yang terkait Jokowi Effect.
Pengaruh ‘Jokowi Effect’ Terhadap Pasar Saham Indonesia Sepanjang Pemilihan Presiden 2014 Hingga Pengumuman Kabinet Kerja