Negara Indonesia merupakan negara berkembang yang fokus kepada pengembangan infrastruktur, pengembangan infrastruktur akan berjalan bersamaan dengan pengembangan ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan pengadaan bahan agar berjalan baik dimulai segi barang ataupun jasa yang berkualitas. PT. Kinarya Maestro Nusantara merupakan perusahaan yang bergerak dibidang konstruksi infrastruktur rumah. Untuk menjalankan infrastruktur yang baik, PT. Kinarya Maestro Nusantara melakukan pengadaan bahan proyek agar bergerak optimal dan mengurangi kesenjangan klien. Metode pengumpulan data Tugas Akhir ini, berupa wawancara, dokumentasi, observasi, serta studi pustaka dengan metode Kualitatif yang menggunakan analisis data tanpa menggunakan statistik. Dalam melakukan pengadaan bahan proyek, PT. Kinarya Maestro Nusantara menggunakan beberapa tahapan, yaitu dimulai dari prosedur yang membuat anggaran belanja dan pelaksanaan, penghitungan jumlah kebutuhan bangunan berdasarkan spek material, desain, struktur bangunan, yang dikerjakan oleh Arsitek, penghitungan upah kerja oleh Estimator. Tahapan selanjutnya menganalisis Supplier dan toko bangunan yang dikerjakan Proyek Manager. Ada juga tahapan permintaan atau pemesanan oleh tim Logistik, pelaksana proyek melaporkan kepada pengawas atau mandor untuk stock bahan dan pengawas akan meminta tim Logistik melakukan pemesanan, permintaan bahan dilakukan bertahap sesuai kebutuhan fisik bangunan dan daya tampung penyimpanan bahan. Penerimaan barang dilakukan dengan cek kualitas barang beserta jumlahnya, jika barang tersebut sesuai dengan permintaan, maka akan di simpan di tempat yang sudah disediakan. Jika barang yang dikirim tidak sesuai maka dilakukan Retur. Pembayaran bahan/barang dilakukan oleh Administrasi perusahaan dengan via transfer Bank.
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Jawade Hafidz & Dian Karisma. (2018). Sentralisasi Birokrasi Pengadaan
Barang dan Jasa. Jakarta : Sinar Grafik.
Darmawan, Muhammad Faozi Kurnia, & Ayomi Dita Rarasanti. (2020). Analisis Kriteria Pemilihan Calon Subkontraktor dan Vendor dan Perannya dalam Mempengaruhi Keuntungan Proyek Bagi Kontraktor. Tesis Universitas Indonesia, 2(4), halaman xix
|
Hamkah, H., & Purwanto, H. (2018). |
Kajian Etika Pengadaan |
Barang/Jasa |
|
Pemerintah. JURNAL |
SIMETRIK,8(2), |
107. |
https://doi.org/10.31959/js.v8i2.182
Lestyowati, Jamila. (2018). Analisis Permasalahan E-Purchasing Dalam Pengadaan Barang Dan Jasa (STUDI KASUS SAKTER KEMENTERIAN KEUANGAN). Surabaya : Simponsium Nasional Keuangan Negara. https://scholar.google.co.id/citation?user=tgodRO8AAAAJ&h1=id
Marisa, Fenty. (2021). Prosedur Pengadaan Barang Baku Proyek di PT Adhi Karya
(Persero)TBK. Jakarta. https:repository.bsi.ac.id
Pratiwi, Endah Dian. (2021). Pelaksanaan Pengadaan Barang pada Proyek Rehab Sekolah KSO Adi - APG. Jakarta : Bina Sarana Informatika. https:repository.bsi.ac.id
Saija, Ronald. (2019). Dimensi Hukum Pengadaan Barang/Jasa. Jakarta : Deepublish.
Sidiq, Umar, & Mifthatul Choiri. (2019). Metode Kualitatif dibidang Pendidikan.
Ponorogo : Nata Karya.
Sujadi, Firman. (2018). Pengadaan Barang dan Jasa dan Desa. Jakarta : Deepublish. Shintia, Miranti. (2021). Prosedur Pengadaan Material pada PT San Gajah Air.
Jakarta : Referensi Tugas Akhir Bina Sarana Informatika, halaman vi.
Tim Redaksi BIP. (2018). Peraturan Peraturan Pemerintah tentang Pengadaan Barang dan Jasa. Jakarta : Laksana.
Utojo, Hertin Indira. (2019). Manajer Pengadaan Baarang dan Jasa. Jakarta
:Deepublish.
36