Media sosial seperti Facebook, Instagram, Whatsapps sangat digemari oleh para pelaku bisnis untuk memasarkan produknya secara online. Berbagai macam metode dalam beriklan dilakukan oleh para pebisnis online, salah satunya adalah iklan tanpa label harga. Akan tetapi, iklan tanpa label harga ini sempat menuai prodan kontra diantara calon pembeli karena pada sebagian calon pembeli merasa tidak nyaman. Sedangkan dari sisi penjual, hal ini merupakan trik pemasaran untuk meningkatkan penjualan produknya. Penelitian ini bertujuan menganalisa keputusan calon konsumen terhadap iklan tanpa label harga. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah algoritma klasifikasi data mining Algoritma Naive Bayes. Sedangkan, untuk metode penerapan data mining menggunakan metodologi Knowledge Discovery of Database (KDD). Adapun, sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil sebaran quisioner terhadap 203 responden pengguna media sosil aktif dengan atribut penelitian berdasarkan gender, attention, interest , search dan Action. Setelah melakukan tahapan proses KDD pada data mining menggunakan algoritma Naive Bayes diperoleh akurasi sebesar 97,6%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa iklan tanpa label harga pada media sosial dapat mempengaruhi keputusan pembelian.Kata kunci:algoritma Naive Bayes,data mining, iklan,KDDI. PENDAHULUAN1Pada era modern yang serba memanfaatkan teknologi seperti sekarang ini, banyak pelaku usaha konvensional yang mulai bergeser ke era yang lebih modern melalui berbagai media sosial maupun marketplace dalam melalukan pemasaran produknya. Tidak hanya pelaku usaha besar saja yang memasarkan produknya via media sosial ataupun marketplace, tetapi para pelaku usaha kecil pun turut memanfaatkan media tersebut untuk meningkatkan jumlaj pembelian. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa *)nani.npi@bsi.ac.idDiterima:28Oktober2021Direvisi:9Mei2022Disetujui:6 Juni 2022DOI: 10.23969/infomatek.v24i1.4622pemasaran online menggunakan media sosial terbukti efektif untuk meningkatkan jumlah pembelian. Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Ayuni et.al, 2019)menunjukan adanya pengaruh media sosial terhadap peningkatan penjualan produk kuliner kemasan, semakin tinggi penggunaan media sosial, semakin tinggi pula tingkat penjualan. Sistem jual beli konvensional yang mengharuskan pembeli dan penjual melakukan tatap muka, kini dapat dimediasi melalui media sosial.Hanya dengan menggunakan smartphone kita dapat membeli dan mendapatkan barang apapun yang kita inginkan. Berdasarkan hasil survei APJII dan Polling Indonesia pada tahun 2018 penggunaan internet di Indonesia meningkat 10,12% (Frieyadieet.al, 2020). Artinya, hal ini