E-commerce diartikan sebagai suatu proses transaksi jual beli atau perdagangan data, jasa, ataupun barang dengan jaringan internet. Konsep e- commerce mempermudah berbagai pihak yang terlibat diantaranya ialah penjual dan pembeli. Tidak hanya dimudahkan dalam proses pembelian karena konsumen tidak perlu lagi membuang waktudiperjalanan untuk sampai di toko fisik namun juga adanya kemudahan saatbertransaksi menjadi lebih cepat. Pembayaran bisa dilakukan langsung pada e-commerce tersebut menggunakan kartu kredit, kartu debit maupun metodepembayaran online lainnya dan konsumen tinggal menunggu hingga produk yang dipesan sampai ke rumah. Batasan untuk melihat tinggi rendahnya kualitas suatu website memerlukan suatu standar yang memiliki pengaruh terhadap pertimbangan dan keputusan pelanggan untuk berbelanja online pada e-commerce yang dituju (Fauziah & Wulandari, 2018). Menurut Wolfinbarger dan Gilly (dalam Hidayat dan Setiyaningrum, 2016), saat seseorang merasa puas akan produk dan pelayanan yang mereka dapatkan, maka mereka akan datang kembali untuk melakukan pembelian ulang.Dalam bisnis, loyalitas pelanggan merupakan tujuan akhir suatu bisnis online maupun offline. Loyalitas konsumen dapat dibangun dengan menciptakan kepuasan pelanggan, dimana kepuasan pelanggan Merupakan suatu perasaan senang maupun kecewa yang muncul dalam benakpelanggan setelah memiliki impresi terhadap suatu produk yang dilihat perbandingannya dari ekspetasi pelanggan dengan hasil yang didapatkan.Jika kinerja tersebut melebihi apa yang diharapkan oleh pelanggan, maka kepuasan pelanggan akan cenderung mengikuti (Kotler dan Keller, 2016). Cara kedua yang dapat membangun loyalitas pelanggan ialah dengan membangun kepercayaan pelanggan. Menurut Fortes, Rita, dan Pagani(dalam Rita at al., 2019) kepercayaan merupakan faktor utama bagipelanggan untuk memutuskan apakah nantinya akan membeli produk tersebut atau tidak.
Rancangan Sistem Informasi Pada Penjualan Prabu AC Berbasis Website Menggunakan Metode PIECES