PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LOKAL DI KARIMUNJAWA JAWA TENGAH

research
  • 07 Feb
  • 2023

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LOKAL DI KARIMUNJAWA JAWA TENGAH

Pemberdayaan masyarakat lokal di karimunjawa Jawa tengah menjadi kebutuhan pokok sebelum pandemi, terlebih setelah pandemi covid19. Adapun pokok masalah penyebab penelitan perlu dilakukan adalah bagaimana masyarakat lokal di Karimunjawa dapat memanfaatkan potensi yang ada sebagai upaya mewujudkan kesejahteraan. Penelitian ini bertujuan menjelaskan masyarakat lokal yang diberdayakan dalam mengembangkan potensi sumber daya yang ada di kawasan strategis Karimunjawa. Penelitian menggunakan metode kualitatatif studi kasus (Case Study).  Penelitian Studi kasus dilakukan secara mendalam terhadap satu kelompok ekonomi rakyat di Karimunjawa. Studi kasus menghasilkan data yang diperoleh dari hasil wawancara dan observasi, menggunakan teknik cuplikan snowball ke beberapa informan terkait masalahnya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masyarakat lokal di Karimunjawa sudah memanfaatkan potensi sumber daya yang ada melalui patriot desa emas. Keberadaan patriot desa emas di Karimunjawa diharapkan dapat menjadikan desa - desa tidak berdaya menjadi desa berdaya, bermartabat, sejahtera, dan mandiri.

Kata kunci: Ekonomi rakyat, Perberdayaan, Masyarakat lokal

 

 

 

Abstract

 

 

Empowerment of local communities in Karimunjawa, Central Java, became a basic need before the pandemic, especially after the COVID-19 pandemic. The main problem that causes research to be carried out is how local communities in Karimunjawa can take advantage of the existing potential to realize prosperity. This study aims to explain local communities that are empowered in developing the potential of existing resources in the Karimunjawa strategic area. The study used a case study qualitative method (Case Study). Research The case study was conducted in-depth on a people's economic group in Karimunjawa. The case study produces data obtained from interviews and observations, using the snowball sampling technique to several informants related to the problem. Based on the results of the study, it can be concluded that the local community in Karimunjawa has utilized the potential of existing resources through the “Patriot Desa Emas”. The existence of the “Patriot Desa Emas” in Karimunjawa is expected to turn helpless villages into empowered, dignified, prosperous, and independent villages.

Keywords: People's economy, Empowerment, Local community

Unduhan

 

REFERENSI

 

  • Sumodiningrat, G. 2000. Visi dan Misi Pembangunan Pertanian Berbasis Pemberdayaan. IDEA. Yogyakarta
  • Hermantoro, Hengky. 2015. Kepariwisataan, Destinasi Pariwisata, Produk Pariwisata. Perpustakaan Nasional RI. KDT. CV. Aditri Depok
  • Gautama, O. 2011. Evaluasi Perkembangan Wisata Bahari di Pantai Sanur. (Tesis Program Magister Pariwisata). Denpasar: Universitas Udayana.
  • Ali Hasan. 2015. Tourism Marketing. PT. Buku Seru. Jakarta
  • Battacharya, D. Chowdhury, B, and Sarkar, R. 2011. Irresponsible Green Tourism Practices Flanking The Best National Park in India: A Multivariate Analysis. International Business and Economic Research. Vol 19 No 1, pp 19-28  
  • Nuryanti, W. 1999. Pariwisata Sebagai Ilmu dan Profesi. Seminar Pendidikan Tinggi Pariwisata. Surakarta
  • Iqbal Hasan. 2002. Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Penerbit Ghalia Indonesia. Jakarta
  • Nasution, S. 1988. Metode Penelitian Naturalistik- Kualitatif. Tarsito. Bandung
  • S 2016. Metode Penelitian Pendidikan. Penerbit Alfabeta. Bandung
  • Agus Suryono. 2016. Membangun Jejaring Pelaku Wisata dan Lintas Sektoral. Semarang : Materi Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia bersama Kemenpar Jakarta
  • Ardika, I Gede. 2014. Kode Etik Kepariwisataan UN-WTO. Jakarta : Pariwisata Kementerian Pariwisata.
  • ASEAN 2014. Tourist Arrivals. Diunduh tanggal 10 Oktober 2017, dari www.asean.org
  • Charter, R. & Fabricius, M. 2007. Introduction to Destination Management. World Tourism Organization Seminar. Addis Ababa, tgl 27 – 29 Maret 2006
  • Darmono, S.D. 2010. Think Big Start Small Move Fast : Kiat Pengembangan Mental. Jakarta : Penerbit Kompas.
  • 2010. Perkembangan Pemikiran Ekonomi. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada
  • Flick, Uwe. 2006. Qualitative and Quantitative Research dalam An Introduction to Qualitative Research. London: SAGE, pp. 32-43
  • Husein Umar. 2002. Metode Riset Bisnis. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama
  • Lawson dan Baud Bovy. Tourism And Recreation Handbook Of Planning And Design” dalam penelitian Muslimah Nurul, Potensi Gunung Puntang Sebagai Objek Wisata Sejarah Di Kabupaten Bandung, Bandung
  • Meethan, K. 2011. Tourism in Global Society : Place, Culture, Consumption. New York : Palgrave, hal. 16-17
  • Mihardjo, Maryam. 2000. Pariwisata Dahulu, Kini dan Harapan Masa yang Akan Datang. Bogor.
  • Mill, R.C. & Morrison, A.M. 2009. The Tourism System, Edisi keenam. Dubuque : Kendall Hunt Publishing Company.  
  • Muljadi, A.J. 2009. Kepariwisataan dan Perjalanan. Jakarta: PT Raja Grafindo Perkasa, hal : 25, 48-50
  • Oka A. Yoeti. 2004. Pariwisata Budaya. Jakarta : PT. Pradnya Paramita
  • Peraturan Daerah Kabupaten Jepara No. 2 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Jepara Tahun 2011-2031
  • Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 73 Tahun 2015 tentang Pelaksanaan koordinasi pengelolaan wilayah pesisir dan pulau – pulau kecil tingkat nasional.
  • Peraturan Menteri Kelautan dan periklanan Republik Indonesia No. 34 /PERMEN –KP/2014 tentang perencanaan pengelolaan wilayah pesisir dan pulau –pulau kecil.
  • Rakhmat J. 2007. Psikologi Komunikasi. Bandung : PT Remaja Rosdakarya
  • Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional dalam Peraturan Pemeritah No. 50 Tahun 2011
  • Samsuridjal D, Kaelani HD. 1996. Peluang Di Bidang Pariwisata. Jakarta : Mutiara Sumber Widya
  • Setiarso, B. 2006. Roadmap perpustakaan digital iptek. IlmuKomputer.Com. diunduh 12 Desember 2011
  • Wall, G. 2007. Sustainable Development, Sustainable Tourism and Sustainable Livelihoods : International Bienneal. Vol 13, No 7, pp 63-79
  • WLO (World Leisure Organization). 2000. Charter for Leisure, as cited in Veal, A.J. (2002). Leisure and Tourism Policy and Planning,2nd edition. New York : CABI Publishing, p 16. Zeithaml AV, Bitner MJ, Gremler DD. 2006. Service Marketing Integrating Customer Focus Across the Firm 6th New York [US]: Irwin McGrawHill