Penguatan Publik Dalam Pembahasan Rancangan Undang-Undang Penyiaran

research
  • 17 Jan
  • 2023

Penguatan Publik Dalam Pembahasan Rancangan Undang-Undang Penyiaran

). HERMAN (2018810002).

(B).PENGUATAN PUBLIK DALAM PEMBAHASAN RANCANGAN UNDANG UNDANG PENYIARAN (Analisis Dualitas Struktur Pada Digitalisasi Televisi di Indonesia)

(C). VIII+144 halaman; 3 tabel; 3 bagan; 25 lampiran;2020.

(D). Kata Kunci: Strukturasi, Regulasi, Dewan Perwakilan Rakyat, RUU Penyiaran.

(E). Tujuan Penelitian: Mengungkap relasi agen dan struktur dalam pembahasan RUU Penyiaran. Metode Penelitian: Studi Kasus. Hasil Penelitian: Pembahasan RUU Penyiaran masih bergulir, pembahasan tersebut dapat diamati melalui dua konsep strukturasi, yaitu agen dan struktur, agen bisa individu, bisa institusi atau apapun, sedang struktur terdiri dari komponen rule dan resources, agen dan struktur merupakan sebuah dualitas. ATVSI sebagai agen memilih multi dan DPR sebagai struktur memilih single, Baleg mengambil opsi hybrid sistem (gabungan single dan multi) yang berpandangan agen dan struktur merupakan relasi dualitas yang bermakna komplementaris, timbal balik, dan saling mengandaikan, karena keduanya relasi menyatu. Keterkaitan antara struktur dan agen bertemu di arus yang sama, sehingga keduanya selalu bertemu dalam kejadian tindakan yang diproduksi dan direproduksi yang berulang. Melalui pendekatan penelitian studi kasus kualitatif teori strukturasi Anthony Giddens sebagai teori utama bahwa dinamika kepentingan tersebut merupakan aktivitas sosial yang dapat diurai dan dieksplor apakah kekuatan-kekuatan individu atau kekuatan kelompok dapat membentuk masyarakat. Berdasar hasil penelitian, terjadi perdebatan antara DPR dan ATVSI terkait pihak penyelenggara multiplexing. DPR menyerahkan kepada LPPM, sedangkan ATVSI menyerahkan kepada lembaga penyiaran yang telah memiliki IPP. Kesimpulan: Berlarut-larutnya penetapan RUU Penyiaran disebabkan karena dialektika penyelenggara multiplexing. 

  (F) Buku: 99 (1982-2017), Sumber lain: 62 (2020).

 

Unduhan

  • HERMAN TESIS.pdf

    HERMAN TESIS

    •   diunduh 473x | Ukuran 4,428 KB

 

REFERENSI

Buku.

 

Alexander, Alison and friends. (1998). Media Economics Theory and Practice. New   Jersey: Lawrence Erlbaum Associates.

Armando, Nina Mutmainnah. (2013). Beberapa Catatan Penting tentang RUU Penyiaran. Prosiding Seminar Besar Nasional Komunikasi. Jakarta: Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia.

Armando, Ade. (2011). Televisi Jakarta di Atas Indonesia: Kisah Kegagalan Sistem Televisi Berjaringan di Indonesia. Yogyakarta: Bentang.

  _____. (2016). Televisi Indonesia di Bawah Kapitalisme Global. Jakarta Kompas.

  Asshiddiqie, Jimly. (2006). Hukum Acara Pengujian Undang-Undang. Jakarta: Konstitusi Press.

Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis, Jakarta:Rineka Cipta.

  Asshiddiqie, Jimly. (2011). Perihal Undang-Undang‖, Jakarta, Rajawali Pers.

  Avshalom. (2014) Public- Interest Institutionalism: A Positive Perspective on Regulation. Administration & Society. Vol. 46(3) 301–317.

Adib, Mohammad. Agen dan Struktur dalam Pandangan Pierre Bourdieu, Jurnal Bio Kultur, Vol I, No. 2, Juli - Desember, 2012.

Bambang & Djajaatmadja (2007-2013-2016). Hukum Telekomunikasi dan Peranannya dalam Pembangunan Nasional, (Jakarta; Badan Pembinaan Hukum Nasional Departeman Kehakiman).

Bourdieu, Pierre. (1984). Distinction A Social Critique of the Judgment of Taste, Cambridge: Hardvard University Press.

Bittner, JR. (1991). Broadcasting and Telecommumication: An Introduction.

         Third edition. New Jersey: Prentice Hall.

Bryman, Alan. (1992). Quantity and Quality in Social Research. London: Routledge.

Bronwen, Morgan dan Karen Yeung. (2007). An Introduction to Law and Regulation; Text and Materials. New York: Cambridge University Press.

Creswell, John W. (2014). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed. Yogyakarta:Pustaka Pelajar.

Dewi Andjani. (2013). Politik Kebijakan Penyiaran. Jakarta:Rajawali Press.

D’Haenans, Leen. (2001). Western Broadcasting at The Dawn of The   

          21' Century, New York: Mouten de Gruyter.

Drury, Godon, Markarian, Garik, Pickavance, Keith. (2001). Coding and Modulation for Digital Television, Kluwer Academic Publishers, Norwell Massachusetts.

Djajaatmadja, Bambang Iriana. (1997). Hukum Telekomunikasi dan Peranannya dalam Deddy Mulyana, Metodologi Penelitian Kualitatif, hal. 201.

D. Setiawan, (2010). Alokasi Frekuensi Kebijakan Dan Perencanaan Spektrum Indonesia. Departemen Komunikasi dan Informatika, Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi.

Feintuck, Mike & Mike Vamey. (1999). Media Regulation, Public Interest and The Law. Edinburgh: Edinburgh University Press.

   Foucault, Michel. (1983). Structuralism and Post-Structuralism. In The Essential Foucault. The New Press. New York.

Foucault, Michel. (2003). Society must be Defended. UK: Penguin Books.

 _____(1990). The History of Sexuality: An Introduction, Vol. 1. NewYork: Vintage Books.

 _____(1984). The Ethics of the Concern of the Self as a Practice

 ofFreedom. In The EssentialFoucault. New York: The New Press.

Griffin, E.M. (2013). A First Look at Communication Theory. America: McGraw  Hill.

Goodin, Robert. E, and Klingemann, Hans-Dieter. (1996). Political Methodology: New Handbook of Political Science. 769—86. New    York. Giddens, Anthony. 2016. Teori Strukturasi: Dasar-dasar Pembentukan Struktur Sosial Masyarakat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Gatot. Siaran pers No. 88/PIH/KOMINFO/12/2011 tentang uji publik regulasi jelang pembukaan peluang penyelenggaraan TV digital. 2011.

Giddens, Anthony. (1984). The Constitution of Society: Teori Struklurasi untuk Analisis Sosial diterjemahkan dari Outline of the Theory of Structuration. Yogyakarta: Pedati.

Galperin, Hernan. (2004). New Television, Old Politics; The Transition to Digital TV in the United States and Britain. Cambridge: Cambridge University.

Gerbarg, Darcy. (2008). Television Goes Digital. New York: Springe.

Giddens, Anthony. Capitalism and Modern Social Theory: an Analysis of Writing of Marx, Durkheim and Max Weber. UI-Press: Jakarta. 1986.

Giddens, Anthony. (1984). Constitution of Society: The Outline of the Theory of Structuration. Cambridge: Polity Press 1984.

  Golding, Peter & Graham Murdock. (1992). Political Economy of Mass Communication, dalam James Curran and Gurevicth (eds), Mass Media and Society, Edward Arnold: A Devision of Holder dan Stoughen.

_______, (1997). The Political Economy of The Media Vol. II. Cheltenham   Brookfleld: Edwar Elgar Publishing Limited.

Gazali, Effendi. et.al. eds. (2003). Konstruksi Sosial Industri Penyiaran. Jakarta: Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UI.

Habermas, Jurgen. (1991). The Structural Transformation of The Public Sphere: An Inquiry into a Category of Bourgeus Society. Cambridge MA: MIT Press.

Hidayat, Dedy N. (2000). Pers dalam Revolusi Mei: Rumuhnya Sebuah Hegemom' Jakarta: Gramedia.

 

             (2001). Mapping Political Economy of Mass Communication.

             Jakarta: Pascasarjana Ilmu Komunikasi U1.

 

______ (2003). Paradigma dan Metodologi Penelilian Sosial Empirik- Klasik.

             Jakarta: FISIP U1.

Mufid, Muhammad. (2007). Komunikasi dan Regulasi Penyiaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

 

Noor, Juliansyah. (2014). Metodologi Penelitian. Jakarta: Kencana.

Norman K. Denzin dan Yonna S. Lincoln. Handbook of Qualitative Research

(Terj:Dariyantno dkk.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999l

KPI Pusat. (2013). Kedaulatan Frekuensi: Regulasi Penyiaran, Peran KPI, dan Konvergensi Media, Jakarta: PT Kompas.

Kementerian Komunikasi dan Informatika. (2017). DPR Didesak Segara Sahkan RUU Penyiaran. Retrieved from: https://www.kominfo.go.id/content/detail/10699/dpr-didesak-segara- sahkan-ruu-penyiaran/0/sorotan media.

Krishnan, P. dan Dighe, A. (1990). Affirmation and Denial: The Construction of N Femininity on India Televition. London and Newbury Park, CA: Sage.

Littlejohn, Stephen W & Karen A Foss. (2009). Teori Komunikasi diterjemahkan dari Theories of Human Communication (91th ed.). Jakarta: Salemba

Mosco, Vincent. (1996). The Political Economy of Communication: Rethinking and Renewal. Thousand Oaks CA: SagePublications.

Morgan, C.T. andKing, R.A. (1986). Introduction to Psychology. New York: McGraw-Hill Book Company humanika.

Mbatha, B., & Lesame, Z. (2015). South Africa Goes Digital: Possible Obstacles to the Adoption of Digital Television. Mediterranean Journal of Social Sciences, 5(1), 89–96. http://doi.org/10.5901/mjss.2014.v5n1p89.

Masduki. (2001). Jurnalistik Radio: Menata Profesionalisme Reporter & Penyiar Radio. Jakarta: Penebar Swadaya.

 

Mulyana. Deddy (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung:PT. Remaja Rosdakarya.

Masduki. (2004). Menjadi Broadcaster Profesional. Cetakan Pertama. Yogyakarta (ID): Pustaka Populer LKIS.

Masduki. (2007). Radio Komunitas: Belajar dari Lapangan. Jakarta: Kantor Perwakilan Bank Dunia di Indonesia.

Muji Sutrisno, Hendar Putranto. (2015). Teori-Teori Kebudayaan (Yogyakarta: Kanisius.

Mufid, Muhammad. (2005). Komunikasi dan regulasi penyiaran, Jakarta Kencana Prenada Media Group dan UIN Press.

Manan, Bagir. (2004). Hukum Positif lndonesia. Yogyakarta: FH Ull Press. Martin, Roderick. (1997). Sosiologi Kekuasaan diterjemahkan oleh Harry    Joediono. Jakarta: Rajawali Press.

McQuail, Dennis. (1987). Teori Komunikasi Massa, Agus Dharma dan     Aminuddin Ram. Jakarta: Erlangga. Morgan, Douglas; Bacon Kelly G; Bunch, Ron;Cameron, Charles; Deis Robert, 1996, “What MiddleMmanagers Do Local Ggovernment:Stewardship of The Public Trust And Limits Of Reinventing  Government”, Public Administration Review; Vol. 56, No.4.

 McQuail, Denis. (2005). Mass Communication Theory. London: Sage Publication:2002, Noam Chomsky. Kuasa Media, Terj. Nurhady       Sirimorok.Yogyakarta: Pinus.

Milles, Huberman, A.Michael. (1992). A nalisis Data Kualitatif. Jakarta: Universitas     

                  Indonesia Press.

 Moleong, Lexi. (1989). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja    

                  Rosdakarya.

Moleong, LexiJ. (2000). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung:PT.

Remaja Rosdakarya.

Moleong, Lexy J. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif, PT Remaja Rosdakarya, Bandung.

M. T. G Leiva, M. Starks dad D. Tambini, “Overview of digital  television switchover policy in Europe, the United States and  Japan,” Emerald Insight, Vol. 8 No. 3, 2006, pp. 32-4

McQuail, Denis. (2005). Mass Communication Theory. Jakarta: Erlangga Mufid, Muhammad. Komunikasi dan Regulasi Penyiaran. Jakarta: Prenada Medin   PT. Remaja Rosdakarya.

Masduki. (2007). Regulasi Penyiaran: Dari Otoriter ke Liberal. Yogyakarta: LKiS.

Naresh K. Malhotra. (2010). Marketing Reseach: An Applied Orientation Sixth Edition Pearson Education.

Naranen, Pertti. (2005). European Regulation of Digital Television, dalam Allan Brown dan Robert G. Picard (editor). Digital Terrestrial Television in Europe. London: LEA Publisher.

Ndonye, M. M., Khaemba, J., & Bartoo, P. (2015). Digital Migration and the Battle of Terrestrial Titans in Kenya: Issues and Prospects. International Research Journal of Engineering and Technology (IRJET), 2(3), 2302–2308.

Ntiamoah-sarpong, K., Adjei-frimpong, B., & Akom, K. (2016). Ghana‟s Readiness to Pull the Plug on Analogue Transmission in 2016. International Journal of Science and Research, 5(5), 1469–1477.

Nazir. (2014). Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.

Noor, Juliansyah. (2014). Metodologi Penelitian. Jakarta: Kencana.Pembangunan Nasional. Jakarta: Badan Pembinaan Hukum Nasional Departemen Kehakiman.

Nugroho, Yanuar, Dinita Andriani Putri, dan Shita Laksmi. (2012). Mapping the landscape of the media industry in contemporary Indonesia. Report Series. Engaging Media, Empowering Society: Assessing media policy and governance in Indonesia through the lens of citizens’ rights. Research collaboration of Centre for Innovation Policy and Governance and HIVOS Regional Office Southeast Asia, funded by Ford Foundation. Jakarta: CIPG and HIVO

Plum-Consulting. (2014). Benefits of digital broadcasting: A report for the GSMA. Retrieved;https://www.gsma.com/spectrum/wpcontent/uploads/2014/02/Benefits-Digital-Broadcasting.-Plum-Consulting.-Jan-2014.pdf.

Rahayu, T. P. (2017). Industrial Convergence and Communication Policy Reform in Indonesia. University of Sydney.

Ritzer, George. (2014). Teori Sosiologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ritzer, George dan Barry Smart. (2014). Handbook Teori Sosiologi. Bandung:  usamedia.

Rianto, Puji dkk (2014). Kepemilikan dan Intervensi Siaran. Yogyakarta,    Pemantau Regulasi dan Regulator Media.

 

Riyanto, P, et.al. (2014). Digitalisasi penyiaran di Indonesia: Ekonomi politik, peta persoalan, dan agenda kebijakan. PR 2 MEDIA dan TIF.

Rahayu, dkk. (2014). Kinerja Regulator Penyiaran Indonesia: Penilaian atas Derajat Demokrasi, Profesionalitas, dan Tata Kelola. Yogyakarta: Pemantau Regulasi dan Regulator Media (PR2Media.

Shin, Dong H, (2006). Socio-Technical Challenges in The Development of Digital Multimedia Broadcasting : A Survey of Korean Mobile Television Development, Technological Forecasting and Social Change, 73 (2006), 1144-1160.

Storey, John. (1996). Culuture Studies and The Study of Popular Culture: Theories and Methods. Athens: The University of Georgia Press.

Storey, John. (2007). Cultural Studies dan Kajian Budaya Pop. Yogyakarta: Jalasutra.

Stephen W.Littlejohn. 2012. Teori Komunikasi, Jakarta: Salemba Humanika.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan: pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Swart, R., et all. 2010. Breast Cancer. Available from http://emedicine.medscape.com/article/28356 overview (Accessed 30 Juli 2020 1).

Salamah, K. S. (2016). Analisis Jaringan LTE Pada Frekuensi 700 MHz Dan 1800 MHz Area Kabupaten Bekasi Dengan Pendekatan Tekno Ekonomi.

 

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods).

Bandung: Alfabeta.

Sudibyo. (2013). Buku Ajar Metodologi Riset Keperawatan. Jakarta.  

Sudibyo, Agus. (2004). Ekonomi Politik Media Penyiaran.  Yogyakarta: Lkis.

Simarmata, Salvatore. (2014). Media dan Politik. Sikap Pers terhadap Pemerintahan Koalisi di Indonesia. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Siregar, Amir Effendi. (2014). Mengawal Demokratisasi Media: Menolak

Konsentrasi, Membangun Keberagaman. Jakarla.Kompas.

Sakti Suryandaru. (2014). Resistensi Komunitas Hegemoni Regulasi

Negara Dan Media Massa Konvensional (studi Penyiaran komunitas dengan pendekatan Ekonomi Politik media).

Tayadoni, Reza, Skuby, Knud, Erik, (1999). Terrestrial Digital Broadcasting: Convergence and Its Regulatory Implications, Telecommunications Policy 23 (1999): 175-199.

Telecommunications Management Group. (2017). Practical Recommendations to Digital Migration in ASEAN Vietnam case study and regional comparisons.

Y. Wu, S. Hirakawa, U. Reimers, and J. Whitaker, ―Overview of Digital Television Development Worldwide,” Proceedings of the IEEE, vol. 94, no. 1, pp. 8-21, January 2006.

Yin, Robert K. (2011). Studi Kasus: Desain dan Metode. Raja grafindo Persada. Jakarta.

Wahab, R. A. (2012). Migrasi Infrastruktur Sistem Pemancar Stasiun Televisi Lokal di Sulawesi Utara Dalam Menghadapi Migrasi Sistem Siaran Televisi Digital the migration of transmitter system infrastructure of local television station in North Sulawesi towards migration of di Buletin Pos Dan Telekomunikasi, 10(4), 241–252.

W. Fischer (2010). Digital Video and Audio Broadcasting Technology A Practical Engineering Guide, Third Edition. Springer- Verlag Berlin Heidelberg.

Peraturan Perundang-Undangan

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, Penjelasan Umum. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, Batang Tubuh.

Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi.

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945.

Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 Tentang Pembentukan Peraturan dan Perundang-Undangan.

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan.

III. Sumber Lain.

Tesis:

Khoiriyah, Insania (2016). Analisis Regulasi Dan Perumusa Skema Penyelenggaraan Penyiaran Televisi Digita Terestrial Penerimaan Tetap Tidak Berbayar. Tesis Program Magister Teknik Elektro Kekhususan manajemen Telekomunikasi. FT UI.

Suryandaru, Sakti (2014). Resistensi Komunitas Hegemoni Regulasi Negara Dan Media Massa Konvensional (studi Penyiaran komunitas dengan pendekatan Ekonomi Politik media). Tesis Program Pascasarjana, Ilmu Komunikasi. FISIP UI.

Suryani, Lily (2016). Strukturasi Dalam Organisasi Birokrasi (Kasus Komisi Penyiaran Indonesia Pusat). Tesis Program Pascasarjana, Ilmu Komunikasi FISIP UI.

Irma, Wakhid Maimun (2003). Konstruksi Sosial Penyiaran Publik (Analisis Ekonomi Politik Implementasi UU Penyiaran Terhadap Penyiaran Publik), Tesis Program Pascasarjana Bidang Ilmu Komunikasi FISIP UI.

Singgih Sasongko, (2003). Dinamika Interaksi antara Negara, Media, dan Civil Society (Analisis Ekonomi Politik Kebijakan Penyiaran di Indonesia Pasca Orde Baru Kasus TVRI). Tesis didang llmu Komunikasi Program Pascasarjana Fisip UI.

Zakhary, Andrian. (2018). Analisis Pengaruh Variable Horizontal Integration Dan Teknologi Digital Terhadap Industri Televisi Di Indonesia‖ Tesis Program Pascasarjana, Ekonomi dan Bisnis UI.

Afrizal, (2003). Partisipasi Publik Dalam Penyusunan Undang-Undang (studi kasus RUU Penyiaran), Tesis Program Pascasarjana Fisip UI.

Aji, Gusti Gilang (2014). Spasialisasi Strukturasi Dalam Sistem Siaran Jaringan di Indonesia, Tesis Program Pascasarjana FISIP UI.

Aryanto, Hery (2010). Model Perhitungan Biaya Hak Penggunaan Frekuensi Pada Televisi SIaran Digital di Indonesia, Tesis Program Pascasarjana Fakultas Teknik UI.

Bharata, Satya Bonaventura, (2003). RUU Penyiaran sebagai realitas media, Tesis Program Pascasarjana Fisip UI.

Ruspita, leli, (2008). Relasi Kuasa Suami Istri Bekerja Berdasarkan Pengelolaan Penghasilan dan Pembagian Kerja, Tesis Program Pascasarjana Bidang Psikologi UI.

Hidayat, Wahyu (2004). Konsep Kekuasaan Dalam Teori Strukturasi Menurut Anthony Giddens, Tesis Bidang Filsafat UI

Desertasi:

 Armando, Ade (2006). Privatisasi Penelevisian   Indonesia: Antara   Dinamika Internal   dan Perkembangan Global. Disertasi Program S3 Ilmu Komunikasi, FISIP UI.

______ (2016). Televisi Indonesia di Bawah Kapitalisme Global. Jakarta Kompas.

______ (2006). Privatisasi Penelevisian Indonesia: Antara Dinamika Internal dan Perkembangan Global. Disertasi Program S3 Ilmu Komunikasi FISIP UI.

Rusadi, Udi (2002). Diskursus Kerusuhan Sosial Dalam Media Massa. Desertasi Program S3 Ilmu Komunikasi FISIP UI.

Usman, Herman (2014). Satu Kota Dua Kuasa (Studi Tentang Relasi Sosial Aktor Di Tingkat Lokal Dalam Perspektif Struktur, Kultur, Dan Proses Di Kota Ternate. Desertasi Program S3 Ilmu Komunikasi FISIP UI.

Mutmainnah, Nina. (2015). Kontrol Pemerintah dalam Sistem Media Penyiaran: Studi Ekonomi Politik tentang Upaya Pemerintah Mengembalikan dan Menegakkan Kewenangannya dalam Peraturan Perundangan di Bidang Penyiaran. Disertasi Program S3 Ilmu Komunikasi FISIP UI.

Hamad, Ibnu (2002). Konstruksi Realitas Politik Dalam Media Massa (studi pesan komunikasi politik dalam media cetak pada masa pemilu 1999), Desertasi Program S3 Ilmu Komunikasi FISIP UI.

Pratopo, Marhaen Wahyudi (2017). Komodifikasi Wartawan di era Konvergensi (studi kasus tempo). Desertasi Program S3 Ilmu Komunikasi FISIP UI.

Triputra, Pinckey. (2005). Dilema Industri Penyiaran di Indonesia: Studi tentang Neoliberalisme di Era Orde Baru dan Reformasi. Disertasi Program S3 Ilmu Komunikasi FISIP UI.

IV. Website:

International Telecommunication Union, “History” https://www.itu.int/en/itutelecom/Pages/default.aspx, diakses pada 20 Maret 2020.

www.itu.int/en/membership/pages/sector-members.aspx, diakses 20 Maret 2020.

https://kominfo.go.id/content/detail/1715/menkominfo-ayo-pindah-ke-tv- digital/0/sorotan_media. Diakses 23 September 2019.

http://www.kpi.go.id/index.php/id/umum/38-dalam-negeri/35373-kpi-