). HERMAN (2018810002).
(B).PENGUATAN PUBLIK DALAM PEMBAHASAN RANCANGAN UNDANG
UNDANG PENYIARAN (Analisis Dualitas Struktur Pada Digitalisasi
Televisi di Indonesia)
(C). VIII+144 halaman; 3 tabel; 3 bagan; 25 lampiran;2020.
(D).
Kata Kunci: Strukturasi, Regulasi, Dewan Perwakilan Rakyat, RUU
Penyiaran.
(E). Tujuan Penelitian: Mengungkap relasi agen dan struktur dalam pembahasan RUU Penyiaran. Metode Penelitian: Studi Kasus. Hasil Penelitian: Pembahasan RUU Penyiaran masih bergulir, pembahasan tersebut dapat diamati melalui dua konsep strukturasi, yaitu agen dan struktur, agen bisa individu, bisa institusi atau apapun, sedang struktur terdiri dari komponen rule dan resources, agen dan struktur merupakan sebuah dualitas. ATVSI sebagai agen memilih multi dan DPR sebagai struktur memilih single, Baleg mengambil opsi hybrid sistem (gabungan single dan multi) yang berpandangan agen dan struktur merupakan relasi dualitas yang bermakna komplementaris, timbal balik, dan saling mengandaikan, karena keduanya relasi menyatu. Keterkaitan antara struktur dan agen bertemu di arus yang sama, sehingga keduanya selalu bertemu dalam kejadian tindakan yang diproduksi dan direproduksi yang berulang. Melalui pendekatan penelitian studi kasus kualitatif teori strukturasi Anthony Giddens sebagai teori utama bahwa dinamika kepentingan tersebut merupakan aktivitas sosial yang dapat diurai dan dieksplor apakah kekuatan-kekuatan individu atau kekuatan kelompok dapat membentuk masyarakat. Berdasar hasil penelitian, terjadi perdebatan antara DPR dan ATVSI terkait pihak penyelenggara multiplexing. DPR menyerahkan kepada LPPM, sedangkan ATVSI menyerahkan kepada lembaga penyiaran yang telah memiliki IPP. Kesimpulan: Berlarut-larutnya penetapan RUU Penyiaran disebabkan karena dialektika penyelenggara multiplexing.
(F) Buku: 99 (1982-2017), Sumber
lain: 62 (2020).
Buku.
Alexander, Alison and friends.
(1998). Media Economics Theory and
Practice. New Jersey: Lawrence
Erlbaum Associates.
Armando, Nina Mutmainnah. (2013).
Beberapa Catatan Penting tentang RUU Penyiaran. Prosiding Seminar Besar
Nasional Komunikasi. Jakarta: Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia.
Armando, Ade. (2011). Televisi
Jakarta di Atas Indonesia: Kisah Kegagalan Sistem Televisi Berjaringan di
Indonesia. Yogyakarta: Bentang.
_____. (2016). Televisi Indonesia di Bawah Kapitalisme
Global. Jakarta Kompas.
Asshiddiqie, Jimly. (2006). Hukum Acara Pengujian
Undang-Undang. Jakarta: Konstitusi Press.
Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian Suatu
Pendekatan Praktis, Jakarta:Rineka Cipta.
Asshiddiqie, Jimly. (2011). Perihal Undang-Undang‖, Jakarta, Rajawali Pers.
Avshalom. (2014) Public- Interest
Institutionalism: A Positive Perspective on Regulation. Administration &
Society. Vol. 46(3) 301–317.
Adib, Mohammad. Agen dan Struktur dalam Pandangan Pierre
Bourdieu, Jurnal Bio Kultur, Vol I, No. 2, Juli - Desember, 2012.
Bambang & Djajaatmadja
(2007-2013-2016). Hukum Telekomunikasi dan Peranannya dalam Pembangunan Nasional,
(Jakarta; Badan Pembinaan Hukum Nasional Departeman Kehakiman).
Bourdieu, Pierre. (1984). Distinction A Social Critique of the
Judgment of Taste, Cambridge: Hardvard University Press.
Bittner, JR. (1991). Broadcasting
and Telecommumication: An Introduction.
Third edition.
New Jersey: Prentice Hall.
Bryman, Alan. (1992). Quantity and Quality in Social Research. London:
Routledge.
Bronwen,
Morgan dan Karen Yeung. (2007).
An Introduction to Law and Regulation;
Text and Materials. New York: Cambridge University Press.
Creswell,
John W. (2014). Research Design:
Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed. Yogyakarta:Pustaka Pelajar.
Dewi Andjani. (2013). Politik Kebijakan
Penyiaran. Jakarta:Rajawali Press.
D’Haenans, Leen. (2001). Western Broadcasting at The Dawn of The
21' Century, New York: Mouten de Gruyter.
Drury, Godon, Markarian, Garik,
Pickavance, Keith. (2001). Coding and
Modulation for Digital Television, Kluwer Academic Publishers, Norwell
Massachusetts.
Djajaatmadja, Bambang Iriana. (1997). Hukum Telekomunikasi
dan Peranannya dalam Deddy Mulyana, Metodologi Penelitian Kualitatif, hal. 201.
D. Setiawan, (2010). Alokasi Frekuensi Kebijakan Dan
Perencanaan Spektrum Indonesia. Departemen Komunikasi dan Informatika,
Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi.
Feintuck, Mike & Mike Vamey. (1999). Media Regulation, Public Interest and
The Law. Edinburgh: Edinburgh University Press.
Foucault, Michel. (1983). Structuralism and Post-Structuralism. In The
Essential Foucault. The New Press. New York.
Foucault, Michel. (2003).
Society must be Defended. UK: Penguin
Books.
_____(1990). The History of Sexuality: An Introduction,
Vol. 1. NewYork: Vintage Books.
_____(1984). The Ethics of the
Concern of the Self as a Practice
ofFreedom. In The EssentialFoucault. New York: The New Press.
Griffin, E.M. (2013). A First Look at
Communication Theory. America: McGraw Hill.
Goodin, Robert. E, and Klingemann,
Hans-Dieter. (1996). Political Methodology: New Handbook of Political
Science. 769—86. New York. Giddens, Anthony.
2016. Teori Strukturasi: Dasar-dasar Pembentukan Struktur Sosial Masyarakat.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Gatot. Siaran pers No.
88/PIH/KOMINFO/12/2011 tentang uji publik regulasi jelang pembukaan peluang
penyelenggaraan TV digital. 2011.
Giddens, Anthony. (1984). The Constitution of Society: Teori
Struklurasi untuk Analisis Sosial diterjemahkan dari Outline of the Theory of Structuration. Yogyakarta: Pedati.
Galperin, Hernan. (2004). New Television,
Old Politics; The Transition to Digital
TV in the United States and Britain. Cambridge: Cambridge University.
Gerbarg, Darcy. (2008). Television Goes Digital. New York: Springe.
Giddens, Anthony. Capitalism and Modern Social Theory: an Analysis of Writing of Marx,
Durkheim and Max Weber. UI-Press: Jakarta. 1986.
Giddens, Anthony. (1984). Constitution of Society: The Outline of the
Theory of Structuration. Cambridge: Polity Press 1984.
Golding,
Peter & Graham Murdock. (1992). Political
Economy of Mass Communication, dalam James Curran and Gurevicth (eds), Mass Media and
Society,
Edward Arnold: A Devision of Holder dan Stoughen.
_______, (1997).
The Political Economy of The Media Vol.
II. Cheltenham Brookfleld: Edwar Elgar
Publishing Limited.
Gazali,
Effendi. et.al. eds. (2003). Konstruksi Sosial Industri Penyiaran. Jakarta:
Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UI.
Habermas, Jurgen. (1991).
The Structural Transformation of The
Public Sphere: An Inquiry into a Category of Bourgeus Society. Cambridge
MA: MIT Press.
Hidayat, Dedy N. (2000). Pers dalam Revolusi Mei: Rumuhnya Sebuah
Hegemom' Jakarta: Gramedia.
(2001). Mapping
Political Economy of Mass Communication.
Jakarta:
Pascasarjana Ilmu Komunikasi U1.
______ (2003).
Paradigma dan Metodologi Penelilian Sosial Empirik- Klasik.
Jakarta:
FISIP U1.
Mufid, Muhammad. (2007). Komunikasi dan Regulasi Penyiaran.
Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Noor, Juliansyah. (2014). Metodologi Penelitian.
Jakarta: Kencana.
Norman
K. Denzin dan Yonna S. Lincoln. Handbook
of Qualitative Research
(Terj:Dariyantno
dkk.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999l
KPI Pusat. (2013).
Kedaulatan Frekuensi: Regulasi Penyiaran, Peran KPI, dan Konvergensi Media,
Jakarta: PT Kompas.
Kementerian Komunikasi dan Informatika. (2017). DPR Didesak
Segara Sahkan RUU Penyiaran. Retrieved from: https://www.kominfo.go.id/content/detail/10699/dpr-didesak-segara-
sahkan-ruu-penyiaran/0/sorotan media.
Krishnan, P. dan Dighe, A. (1990). Affirmation and Denial: The Construction of
N Femininity on India Televition. London and Newbury Park, CA: Sage.
Littlejohn,
Stephen W & Karen A Foss. (2009). Teori Komunikasi diterjemahkan dari Theories of Human Communication (91th ed.). Jakarta:
Salemba
Mosco, Vincent. (1996). The Political Economy of Communication: Rethinking and Renewal.
Thousand Oaks CA: SagePublications.
Morgan, C.T. andKing, R.A. (1986). Introduction to
Psychology. New York: McGraw-Hill Book Company humanika.
Mbatha, B., & Lesame, Z. (2015). South Africa Goes Digital: Possible
Obstacles to the Adoption of Digital Television.
Mediterranean Journal of Social Sciences, 5(1), 89–96.
http://doi.org/10.5901/mjss.2014.v5n1p89.
Masduki. (2001).
Jurnalistik Radio: Menata Profesionalisme Reporter & Penyiar Radio.
Jakarta: Penebar Swadaya.
Mulyana. Deddy (2010).
Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung:PT. Remaja Rosdakarya.
Masduki. (2004).
Menjadi Broadcaster Profesional. Cetakan Pertama. Yogyakarta (ID): Pustaka
Populer LKIS.
Masduki. (2007).
Radio Komunitas: Belajar dari Lapangan. Jakarta: Kantor Perwakilan Bank Dunia
di Indonesia.
Muji Sutrisno, Hendar Putranto. (2015). Teori-Teori Kebudayaan
(Yogyakarta: Kanisius.
Mufid, Muhammad.
(2005). Komunikasi dan regulasi
penyiaran, Jakarta Kencana Prenada Media Group dan UIN Press.
Manan, Bagir. (2004). Hukum Positif lndonesia. Yogyakarta:
FH Ull Press. Martin, Roderick. (1997). Sosiologi
Kekuasaan diterjemahkan oleh Harry
Joediono. Jakarta: Rajawali Press.
McQuail, Dennis. (1987). Teori Komunikasi Massa, Agus
Dharma dan Aminuddin Ram. Jakarta:
Erlangga. Morgan, Douglas; Bacon
Kelly G; Bunch, Ron;Cameron, Charles; Deis Robert, 1996, “What MiddleMmanagers Do Local Ggovernment:Stewardship of The Public
Trust And Limits Of Reinventing
Government”, Public Administration Review; Vol. 56, No.4.
McQuail, Denis. (2005).
Mass Communication Theory. London:
Sage Publication:2002, Noam Chomsky. Kuasa Media, Terj. Nurhady Sirimorok.Yogyakarta: Pinus.
Milles, Huberman, A.Michael. (1992). A nalisis Data Kualitatif. Jakarta: Universitas
Indonesia Press.
Moleong,
Lexi. (1989). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.
Moleong, LexiJ.
(2000). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung:PT.
Remaja
Rosdakarya.
Moleong, Lexy J.
(2014). Metodologi Penelitian
Kualitatif, PT Remaja Rosdakarya, Bandung.
M. T. G Leiva, M. Starks dad D. Tambini, “Overview of digital television switchover policy in Europe, the
United States and Japan,” Emerald
Insight, Vol. 8 No. 3, 2006, pp. 32-4
McQuail, Denis. (2005). Mass Communication Theory. Jakarta: Erlangga Mufid, Muhammad. Komunikasi dan
Regulasi Penyiaran. Jakarta: Prenada Medin PT.
Remaja Rosdakarya.
Masduki.
(2007). Regulasi Penyiaran: Dari Otoriter ke Liberal. Yogyakarta: LKiS.
Naresh K. Malhotra. (2010). Marketing Reseach: An
Applied Orientation Sixth Edition Pearson Education.
Naranen, Pertti. (2005).
European Regulation of Digital
Television, dalam Allan Brown dan Robert G. Picard (editor). Digital
Terrestrial Television in Europe. London: LEA Publisher.
Ndonye, M. M., Khaemba, J., & Bartoo,
P. (2015). Digital Migration and the
Battle of Terrestrial Titans in Kenya: Issues and Prospects. International Research Journal of
Engineering and Technology (IRJET), 2(3), 2302–2308.
Ntiamoah-sarpong,
K., Adjei-frimpong, B., & Akom, K. (2016). Ghana‟s Readiness to Pull the Plug on Analogue Transmission in 2016. International
Journal of Science and Research, 5(5), 1469–1477.
Nazir. (2014).
Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.
Noor, Juliansyah. (2014). Metodologi Penelitian.
Jakarta: Kencana.Pembangunan Nasional. Jakarta: Badan Pembinaan Hukum Nasional
Departemen Kehakiman.
Nugroho, Yanuar, Dinita Andriani Putri,
dan Shita Laksmi. (2012). Mapping the landscape of the media industry in
contemporary Indonesia. Report Series.
Engaging Media, Empowering Society: Assessing media policy and governance in
Indonesia through the lens of citizens’ rights. Research collaboration of
Centre for Innovation Policy and Governance and HIVOS Regional Office Southeast
Asia, funded by Ford Foundation. Jakarta: CIPG and HIVO
Plum-Consulting. (2014). Benefits of digital broadcasting: A report
for the GSMA. Retrieved;https://www.gsma.com/spectrum/wpcontent/uploads/2014/02/Benefits-Digital-Broadcasting.-Plum-Consulting.-Jan-2014.pdf.
Rahayu, T. P. (2017). Industrial Convergence and Communication Policy Reform in Indonesia. University
of Sydney.
Ritzer, George. (2014).
Teori Sosiologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ritzer, George dan Barry Smart. (2014). Handbook Teori
Sosiologi. Bandung: usamedia.
Rianto, Puji dkk
(2014). Kepemilikan dan Intervensi Siaran. Yogyakarta, Pemantau Regulasi dan Regulator Media.
Riyanto, P, et.al. (2014). Digitalisasi penyiaran di
Indonesia: Ekonomi politik, peta persoalan, dan agenda kebijakan. PR 2 MEDIA
dan TIF.
Rahayu, dkk. (2014). Kinerja Regulator
Penyiaran Indonesia: Penilaian atas Derajat Demokrasi, Profesionalitas, dan
Tata Kelola. Yogyakarta: Pemantau Regulasi dan Regulator Media (PR2Media.
Shin, Dong H, (2006). Socio-Technical Challenges in The Development of Digital Multimedia Broadcasting : A Survey of Korean Mobile Television
Development, Technological Forecasting and Social Change, 73 (2006), 1144-1160.
Storey, John. (1996). Culuture Studies and The Study of Popular Culture: Theories and Methods.
Athens: The University of Georgia Press.
Storey, John. (2007). Cultural Studies
dan Kajian Budaya Pop. Yogyakarta: Jalasutra.
Stephen W.Littlejohn. 2012. Teori
Komunikasi, Jakarta: Salemba Humanika.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian
Pendidikan: pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Swart, R., et all. 2010. Breast Cancer. Available from http://emedicine.medscape.com/article/28356 overview (Accessed 30 Juli 2020 1).
Salamah, K. S. (2016). Analisis Jaringan LTE Pada Frekuensi
700 MHz Dan 1800 MHz Area Kabupaten Bekasi Dengan Pendekatan Tekno Ekonomi.
Sugiyono.
(2011). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods).
Bandung: Alfabeta.
Sudibyo. (2013). Buku Ajar Metodologi Riset Keperawatan.
Jakarta.
Sudibyo, Agus. (2004). Ekonomi Politik Media
Penyiaran. Yogyakarta: Lkis.
Simarmata, Salvatore. (2014). Media dan Politik. Sikap Pers terhadap Pemerintahan Koalisi di
Indonesia. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Siregar, Amir Effendi. (2014).
Mengawal Demokratisasi Media: Menolak
Konsentrasi, Membangun Keberagaman.
Jakarla.Kompas.
Sakti Suryandaru. (2014). Resistensi Komunitas Hegemoni
Regulasi
Negara Dan Media Massa Konvensional (studi Penyiaran
komunitas dengan pendekatan Ekonomi Politik media).
Tayadoni, Reza, Skuby,
Knud, Erik, (1999). Terrestrial Digital
Broadcasting: Convergence and Its Regulatory Implications,
Telecommunications Policy 23 (1999): 175-199.
Telecommunications Management Group.
(2017). Practical Recommendations to
Digital Migration in ASEAN Vietnam case study and regional comparisons.
Y. Wu, S. Hirakawa, U. Reimers, and J.
Whitaker, ―Overview of Digital Television Development Worldwide,” Proceedings of
the IEEE, vol. 94, no. 1, pp. 8-21, January 2006.
Yin, Robert K. (2011).
Studi Kasus: Desain dan Metode. Raja grafindo Persada. Jakarta.
Wahab, R. A. (2012).
Migrasi Infrastruktur Sistem Pemancar Stasiun Televisi Lokal di Sulawesi Utara
Dalam Menghadapi Migrasi Sistem Siaran Televisi Digital the migration of transmitter system infrastructure of local
television station in North Sulawesi towards migration of di Buletin Pos Dan
Telekomunikasi, 10(4), 241–252.
W. Fischer (2010). Digital Video and Audio Broadcasting Technology
A Practical Engineering Guide, Third Edition. Springer- Verlag Berlin Heidelberg.
Peraturan Perundang-Undangan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945,
Penjelasan Umum. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, Batang Tubuh.
Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi.
Undang-Undang
Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
Undang-Undang
Nomor 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia
1945.
Undang-Undang
Nomor 10 Tahun 2004 Tentang Pembentukan Peraturan dan Perundang-Undangan.
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan
Peraturan Perundang-Undangan.
III.
Sumber Lain.
Tesis:
Khoiriyah,
Insania (2016). Analisis Regulasi Dan Perumusa Skema Penyelenggaraan
Penyiaran Televisi Digita Terestrial Penerimaan Tetap Tidak Berbayar. Tesis Program
Magister Teknik Elektro Kekhususan manajemen Telekomunikasi. FT UI.
Suryandaru, Sakti
(2014). Resistensi Komunitas Hegemoni Regulasi Negara Dan
Media Massa Konvensional (studi Penyiaran komunitas dengan pendekatan Ekonomi
Politik media). Tesis Program Pascasarjana, Ilmu Komunikasi. FISIP UI.
Suryani, Lily (2016). Strukturasi Dalam
Organisasi Birokrasi (Kasus Komisi Penyiaran Indonesia Pusat). Tesis Program
Pascasarjana, Ilmu Komunikasi FISIP UI.
Irma, Wakhid Maimun (2003). Konstruksi Sosial
Penyiaran Publik (Analisis Ekonomi Politik Implementasi UU Penyiaran Terhadap
Penyiaran Publik), Tesis Program Pascasarjana Bidang Ilmu Komunikasi FISIP UI.
Singgih Sasongko, (2003).
Dinamika Interaksi antara Negara, Media, dan Civil Society (Analisis
Ekonomi Politik Kebijakan Penyiaran di Indonesia Pasca Orde Baru Kasus TVRI).
Tesis didang llmu Komunikasi Program Pascasarjana Fisip UI.
Zakhary, Andrian. (2018).
Analisis Pengaruh Variable Horizontal Integration Dan Teknologi Digital
Terhadap Industri Televisi Di Indonesia‖ Tesis Program Pascasarjana, Ekonomi
dan Bisnis UI.
Afrizal, (2003). Partisipasi Publik Dalam Penyusunan
Undang-Undang (studi kasus RUU Penyiaran), Tesis Program Pascasarjana Fisip UI.
Aji, Gusti Gilang (2014). Spasialisasi Strukturasi
Dalam Sistem Siaran Jaringan di Indonesia, Tesis Program Pascasarjana FISIP UI.
Aryanto, Hery (2010). Model Perhitungan Biaya Hak
Penggunaan Frekuensi Pada Televisi SIaran Digital di Indonesia, Tesis Program
Pascasarjana Fakultas Teknik UI.
Bharata, Satya Bonaventura, (2003). RUU Penyiaran sebagai
realitas media, Tesis Program Pascasarjana Fisip UI.
Ruspita, leli, (2008).
Relasi Kuasa Suami Istri Bekerja Berdasarkan Pengelolaan Penghasilan dan
Pembagian Kerja, Tesis Program Pascasarjana Bidang Psikologi UI.
Hidayat, Wahyu (2004).
Konsep Kekuasaan Dalam Teori Strukturasi Menurut Anthony Giddens, Tesis Bidang
Filsafat UI
Desertasi:
Armando,
Ade (2006).
Privatisasi Penelevisian
Indonesia: Antara Dinamika Internal dan Perkembangan Global. Disertasi Program S3 Ilmu Komunikasi, FISIP UI.
______
(2016). Televisi Indonesia di Bawah Kapitalisme Global. Jakarta Kompas.
______ (2006).
Privatisasi Penelevisian Indonesia:
Antara Dinamika Internal dan
Perkembangan Global. Disertasi Program S3 Ilmu Komunikasi FISIP UI.
Rusadi, Udi (2002).
Diskursus Kerusuhan Sosial Dalam Media Massa. Desertasi Program S3 Ilmu
Komunikasi FISIP UI.
Usman, Herman
(2014). Satu Kota Dua Kuasa (Studi Tentang Relasi Sosial Aktor Di Tingkat Lokal
Dalam Perspektif Struktur, Kultur, Dan Proses Di Kota Ternate. Desertasi Program
S3 Ilmu Komunikasi FISIP UI.
Mutmainnah, Nina. (2015).
Kontrol Pemerintah dalam Sistem Media Penyiaran: Studi Ekonomi Politik tentang
Upaya Pemerintah Mengembalikan dan Menegakkan Kewenangannya dalam Peraturan
Perundangan di Bidang Penyiaran. Disertasi Program S3 Ilmu Komunikasi FISIP UI.
Hamad, Ibnu (2002). Konstruksi Realitas
Politik Dalam Media Massa (studi pesan komunikasi politik dalam media cetak
pada masa pemilu 1999), Desertasi Program S3 Ilmu Komunikasi FISIP UI.
Pratopo, Marhaen Wahyudi (2017).
Komodifikasi Wartawan di era Konvergensi (studi kasus tempo). Desertasi Program
S3 Ilmu Komunikasi FISIP UI.
Triputra, Pinckey. (2005). Dilema
Industri Penyiaran di Indonesia: Studi tentang Neoliberalisme di Era Orde Baru
dan Reformasi. Disertasi Program S3 Ilmu Komunikasi FISIP UI.
IV. Website:
International Telecommunication Union, “History” https://www.itu.int/en/itutelecom/Pages/default.aspx, diakses pada 20 Maret 2020.
www.itu.int/en/membership/pages/sector-members.aspx, diakses 20 Maret 2020.
https://kominfo.go.id/content/detail/1715/menkominfo-ayo-pindah-ke-tv- digital/0/sorotan_media. Diakses 23 September 2019.
http://www.kpi.go.id/index.php/id/umum/38-dalam-negeri/35373-kpi-