Abstrak: Diketahui bersama kondisi dunia termasuk Indonesia saat ini masih dilanda pandemi Covid-19 yang berdampak memengaruhi pasar saham dan pertumbuhan ekonomi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan, demikian pula pertumbuhan ekonomi. Ulasan dan pengukuran sejauh mana ketangguhan kinerja fundamental saham- saham perushaaan tertentu pada Sektor Consumer yang masuk indek LQ45 dalam melewati pandemi Covid-19 menjadi menarik buat dicermati. Saham perusahaan terndeks LQ45 itu sendiri merupakan indeks hasil pilihan dari kinerja 45 saham yang memiliki likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar serta fundamental perusahaan yang baik. Saham LQ45 sendiri kerap menjadi pilihan bagi para investor buat berinvestasi. Untuk memprediksi pergerakan saham umumnya investor memakai analisis teknikal maupun analisis fundamental. Bila analisis teknikal memprediksi harga saham dimasa depan menggunakan historis harga sedangkan analisis fundamental menggunakan informasi dalam maupun luar perusahaan, seperti kinerja, pesaing usaha, industri bahkan ekonomi-mikro makro, serta informasi pasar. Analisis fundamental biasanya digunakan investor jangka panjang yang menjadikan keberlangsungan panjang perusahaan menjadi pertimbangan penting. Secara umum terdapat sejumlah Indikator dalam Analisis Fundamental diantaranya ROE (Return of Equity), PBV (Price Book Value), PER (Price Earning ratio), EPS (Earning per Share), Dividend Yield, dan DER (Debt Earning Ratio). Berdasarkan hasil penelitian tentang analisis fundamental menggunakan laporan keuangan dan harga saham tahun 2021 kuartal III (annualized) sektor Consumer Goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia terindeks LQ45 dari sampel yang diteliti dari peringkat 1 hingga 4 sebagai berikut: 1. INDF, 2. JPFA, 3. ICBP dan 4. UNVR.
Analisis Fundamental Saham Sektor Consumer Goods LQ45 Pada Masa Pandemi Covid-19
Bursa Efek Indonesia. (2018). Bursa Efek Indonesia. Bursa Efek Indonesia. https://www.idx.co.id/
ICBP. (2021). Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. https://www.idx.co.id/perusahaan-tercatat/laporan-keuangan-dan-tahunan/
INDF. (2021). Indofood Sukses Makmur Tbk. Indofood Sukses Makmur Tbk. https://www.idx.co.id/perusahaan-tercatat/profil-perusahaan-tercatat/
IPOT. (2021). IndoPremier Online Technology (IPOT) (Ipot 5.5.88). PT Indo Premier Sekuritas. https://indopremier.com/ipotstock/
Irwin Ananta Vidada & Saridawati. (2021). Pengukuran Rasio Kinerja Terhadap Laporan Keuangan. 9(2), 133–148.
JPFA. (2021). JAPFA Comfeed Indonesia Tbk. JAPFA Comfeed Indonesia Tbk. https://www.idx.co.id/perusahaan-tercatat/laporan-keuangan-dan-tahunan/
Kasmir. (2012). Analisis Laporan Keuangan (5th ed.). PT Rajagrafindo Persada.
Lukas Setia Atmaja & Thomdean. (2011). Who Wants To Be A Smiling Investor. Kepustakaan Populer Gramedia (KPG).
Octasylva, A., & Fachroji, F. (2020). Analisis Fundamental Saham Sektor Food and Beverage pada LQ45 Periode I Tahun 2020. Jurnal IPTEK, 4(2), 2017–2020. https://doi.org/10.31543/jii.v4i2.168
Sawidji Widoatmodjo. (2009). Pasar Modal Indonesia Pengantar dan Studi Kasus. Ghalia Indonesia.
Sofyan Syafri Harahap. (2018). Analisis Kritis atas Laporan Keuangan. Rajawali Pers.
UNVR. (2021). Unilever Indonesia Tbk. Unilever Indonesia Tbk. https://www.idx.co.id/perusahaan-tercatat/laporan-keuangan-dan-tahunan/