Kemajuan suatu negara dewasa ini dapat diukur dari
besar-kecilnya konsumsi energi listrik perkapita dari warga negara
bersangkutan. Bagi warga Negara kita Indonesia, energi listrik masih termasuk komuditas
barang mewah, terbukti masih adanya sebagian besar masyarakat/warga kita belum
sanggup menjangkaunya. Pelayanan yang diberiakan PLN sebagai listrik Negara
belum maksimal. Salah satu terobosan yang dilakukan PLN adalah sistem penjualan energi listrik Pra bayar
dan Pasca bayar, dengan harapan bagi masyarakat dapat memilih salah satu
diantara sistem pembayaran yang ditawarkan, untuk dapat memilih mana yang dapat
dilakukan penghematan. Kepuasan dan loyalitas pelanggan adalah faktor terpenting
dalam persaingan bisnis. Tiga variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini
adalah kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas sistem. Faktor-faktor
tersebut diduga dapat mempengaruhi kepuasan dan loyalitas pelanggan.Penelitian
ini mengajukan suatu model atau kerangka pemikiran gabungan dari model DeLone
dan McLean (2003) dan model Akbar dan Parvez (2009). Hipotesis yang diajukan
berguna untuk menguji hubungan ketiga variabel yang mempengaruhi kepuasan dan
loyalitas pelanggan. Metode yang digunakan adalah penyebaran kuesioner dengan
200 sampel pelanggan listrik di perumahan Cikarang baru.Analisa data dilakukan
dengan pendekatan Structural Equation
Model (SEM) dengan program AMOS 18. Dari hasil analisa SEM diperoleh bahwa
model tidak fit. Oleh karena itu dilakukan modifikasi model untuk melakukan uji
hipotesis. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan kualitas sistem
ditemukan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan maupun
loyalitas pelanggan. Sedangkan kedua variabel lainnya yaitu kualitas informasi
dan kualitas layanan berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan dan
loyalitas pelanggan. dan kepuasan pelanggan tidak berpengaruh terhadap
loyalitas pelanggan listrik.
Kata kunci :
Prabayar dan Pascabayar, pengaruh, loyalitas
dan kepuasan pelanggan.