| Kandung kemih merupakan sebuah organ yang berongga di abdomen bagian dasar, bagian tersebut berfungsi menyimpancairan urin dan cairan limbah yang dihasilkan oleh organ ginjal. Kandung kemih juga merupakan salah satu bagian dari saluran kecing. cairan urin yang melalui dari tiap ginjal mengarah ke kandung kemih lewat selang panjang yang biasa dinamakan dengan ureter. Penyakit kandung kemih ini dapat diderita oleh anak-anak sampai dengan lansia, mulai dari kandung kemih ringan sampai kandung kemih kronik, untuk kasus penyakit kandung kemih ringan,kandung kemih akan membaik dengan sendirinya, namun sebagian permasalahan kerap berulang sehingga memerlukan penyembuhan jangka panjang. Kandung kemih pula bisa menimbulkan komplikasi yang serius seperti terjadinya peradangan ginjal. Penyakit kandung kemih pula ialah permasalahan kesehatan yang serius, sebab bisa menyerang berjuta- juta orang setiap tahunnya dan hal tersebut ialah penyakit yang menempati sepuluh besar penyakit di salah satu rumah sakit.. Metode yang bisa digunakan untuk membuktikan apakah sesuatu fakta ataupun tidak pasti mendiagnosa penyakit kandung kemih yaitu certainty factory(CF). Tujuan dari riset ini adalah memudahkan bagi masyarakat untuk memperoleh suatu informasi tentang penyakit kandung kemih melalui suatu aplikasi android. Hasil dari riset ini bisa berguna untuk masyarakat serta bisa digunakan sebagai referensi dasar untuk mengambil solusi dan sistem pakar yang dapat memudahkan proses diagnosa. |
Surat Tugas IMPLEMENTASI METODE CERTAINTY FACTORY PADA PERANCANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSA KANDUNG KEMIH
IMPLEMENTASI METODE CERTAINTY FACTORY PADA PERANCANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSA KANDUNG KEMIH
Saputra, K. (2017). Akupunktur Dasar: Edisi 2.
Burhan, N. (2018). Sistem Informasi Penjualan dan
Persediaan Barang Dagang Pada
Perusahaan Hakasima Kota ternate, 1(1),
39–49.
Hutahaean, J. (2015). Konsep Sistem Informasi.
Sianipar, R. H. (2013). Teori Dan Implementasi
Pemrograman Berorientasi Objek
Menggunakan C++.
Febriadi, B. (2015). Bimbingan Penasehat
Akademik Menggunakan, 59–65.
Fridayanthie, E. W., & Mahdiati, T. (2016). Rancang
Bangun Sistem Informasi Permintaan Atk
Berbasis Intranet (Studi Kasus: Kejaksaan
Negeri Rangkasbitung). Jurnal Informatika,
4(2), 126– 137.
Halim, S., & Hansun, S. (2015). Penerapan Metode
Certainty Factor dalam Sistem Pakar
Pendeteksi Resiko Osteoporosis dan
Osteoarthritis. ULTIMA Computing, VII(2),
59–69.
Musa, M., & Nurfitri, T. (1998). Metode Penelitian,
123.
Susanti. (2015). Sistem Informasi Manajemen (
SIM ) Pembelian dan Penjualan pada Apotek
Mahkota.