Faktor yang menyebabkan prestasi belajar siswa itu rendah, antara lain dapat diasumsikan dan dipengaruhi oleh : Kepemimpinan Kepala Sekolah belum mampu mendorong peningkatan prestasi belajar siswa sebagaimana yang diharapkan secara optimal; Kompetensi guru baru 40% yang memiliki standar kompetensi yang ditetapkan pemerintah; Budaya kerja yang belum mengarah kepada peningkatan prestasi belajar siswa; Lingkungan kerja yang belum kondusif untuk terciptanya proses belajar mengajar yang mengarah kepada peningkatan prestasi belajar siswa; Disiplin kerja guru belum terbangun sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai guru yang profesional. Berdasarkan permasalahan tersebut di atas, maka rumusan masalahnya adalah : Seberapa besar pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap prestasi belajar siswa ? Seberapa besar pengaruh Kompetensi Guru terhadap prestasi belajar siswa; seberapa besar Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kompetensi Guru secara bersama-sama terhadap prestasi belajar siswa ?Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, teknik pengumpulan data menggunakan quesioner dengan skala likert skor pilihan jawaban 1-5. Sampel dalam penelitian sebanyak 68 responden dengan teknik proporsional stratified random sampling. Teknik analisa data, menggunakan analisis statistik regresi ganda dan korelasi product moment.Variable penelitian dalam tesis ini yaitu dua variabel bebas; kepemimpinan kepala sekolah, Kompetensi guru dan satu variabel terikat yaitu prestasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh secara signifikan terhadap variable prestasi belajar siswa sebesar 35,8%. Pengaruh kompetensi guru terhadap prestasi belajar siswa sebesar 15,8%. Sedangkan pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan kompetensi guru secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar siswa sebesar 18,3%.Saran, sudah saatnya pendidikan di lingkungan madrasah dikelola secara profesional, agar prestasi belajar siswa sebagai bagian dari produktifitas kepemimpinan kepala sekolah dan kompetensi guru mengarah kepada peningkatan kualitas pendidikan yang diharapkan semua pihak dapat tercapai.
HKI
Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003, Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta, Asokadikta dan Durat Bahagia. Sugiyono, 2010, Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif, Bandung.
Latunreng, Wahyuddin; 2008, Perilaku Organisasi, Jakarta, IPPSDM-WIN. Wahyosumidjo, 2002, Kepemimpinan Kepala Sekolah, Tinjauan Teoritik dan Permasalahan, Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada. http://www.depdiknas.go.id/inlink(accessed 9 feb 2003) Hasbullah, 1999, Menjadi Guru Profesional, Bandung, PT. Remaja Rosdakarya. Kosasih, 2010, Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru, Surabaya, Usaha Nasional. Syah, Muhibin; 2000, Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru, Bandung, Remaja Rosdakarya. Riduwan; 2012, Metode dan Teknik Penyusunnan Profosal Penelitian, Bandung, Alfabeta