Dalam akifitas sehari-hari, penggunaan listrik sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok setiap manusia. Berbagai masalah bisa saja muncul, tidak terkecuali dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan listrik. Salah satu masalah yang timbul adalah kebocoran lisrik pada pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Hal itu disebabkan Bargainser (meteran listrik) yang tetap mendeteksi adanya listrik yang mengalir meskipun tidak ada penggunaan alat elektronik yang pada dasarnya tanpa kita kehendaki dan tanpa kita ketahui. Detektor Kebocoran Listrik Rumah Berbasis Arduino merupakan sebuah alat yang dapat mendeteksi adanya kebocoran listrik pada lingkungan rumah dengan cara mendeteksi aliran listrik rumah ketika semua perangkat elektronik sedang dalam keadaan tidak digunakan. Alat ini dilengkapi dengan sensor pendeteksi tegangan, arus dan daya listrik yang terdapat pada satu modul sensor yaitu PZEM-004T. Alat ini akan bekerja ketika sensor tegangan disambungkan ke sumber tegangan PLN dan menempatkan sensor arus listrik ke kabel yang ada tepat setelah bargainser menggunakan coil, dimana nantinya sensor ini akan mendeteksi adanya aliran listrik yang mengalir atau tidak, lalu hasil dari pendeteksian tersebut akan ditampilkan melalui layar LCD 16x2 berupa data yang menunjukan besarnya nilai kebocoran yang ada, serta kerugian yang diperoleh bila kebocoran tersebut dibiarkan dalam bentuk rupiah.
Jurnal Ganjil 20-21
Jurnal dan ST Evolusi
[1] Alipudin, M. A., & et. al. (2019). Rancang bangun alat monitoring biaya listrik terpakai berbasis internet of things (iot). 1–11.
[2] Andrianto, H., & Darmawan, A. (2017). ARDUINO Belajar Cepat dan pemrograman (Cetakan Ke). Informatika Bandung.
[3] Burhan, P., Hasta W, S., Graha, S., & Watoni, M. A. (2018a). EFEKTIVITAS PENGGUNAAN RESIDUAL CURRENT CIRCUIT BREAKER SEBAGAI PENGAMAN MANUSIA. 18(1), 13–17.
[4] Burhan, P., Hasta W, S., Graha, S., & Watoni, M. A. (2018b). EFEKTIVITAS PENGGUNAAN RESIDUAL PENGGUNAAN RESIDUAL SEBAGAI PENGAMAN MANUSIA SEBAGAI PENGAMAN MANUSIA KEGAGALAN ISOLASI. 18(1), 30–32.
[5] Hartono, Sugito, & Farzand, A. R. (2017). Sistem Pengaman Kebocoran Arus Listrik Pada Pemanas Air Elektrik. 1761–1768.
[6] Ihsanto, E., & Hidayat, S. (2014). Rancang Bangun Sistem Pengukuran Ph Meter Dengan Menggunakan Mikrokontroller Arduino UNO. Teknologi Elektro, 5(3), 139–146.
[7] Maarif, V., & Fadlilah, N. I. (2015). Pembuatan Alat Pengukur Tingkat Polusi Udara Berbasis Mikrokontroller At89s51 Menggunakan Sensor Tgs 2600. Prosiding Seminar Nasional ReTII, 0(0), 110–116.
[8] Retnoningsih, E., & Shadiq, J. (2017). Pembelajaran Pemrograman Berorientasi Objek (Object Oriented Programming) Berbasis Project Based Learning. Informatics for Educators and Professionals, 2(1), 95 – 104.
[9] Sofwandan, A., & Kusuma, S. A. (2018). PENDETEKSIAN DINI TERHADAP ARUS BOCOR KABEL TANAH TEGANGAN MENENGAH PADA TRANSFORMATOR 150 /20kV. XX(2).
[10] Sutinah, E. (2014). Sistem Informasi Penjadwalan Waktu Sholat Berbasis Mikrokontroler ATMega16. Informatics For Educators And Professionals, 1(1), 2014.