Penggunaan pria sebagai endorser produk kecantikan wanita memang masih merupakan hal baru dalam metode pemasaran di Indonesia. Selama ini produk kecantikan lebih banyak menggunakan model wanita karena dirasakan memiliki imej yang mewakili produk tersebut seperti cantik, berkulit halus, dan anggun. Namun dengan perkembangan waktu, tren tersebut bergerser, karena banyak brand ternama produk kecantikan yang tak sungkan untuk menggunakan model pria sebagai endorser produk mereka. Karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih jauh pengunaan endorser pria dalam iklan produk kecantikan dengan meneliti makna-makna yang tersembunyi dalam pesan yang disampaikan iklan tersebut. Penelitian berfokus pada iklan Soothing & Moisture Aloe Vera Gel yang dikeluarkan Brand kecantikan Nature Republic, dimana mereka memakai jasa boyband asal Korea Selatan, EXO untuk menjadi model iklannya. Dengan menggunakan penelitian kualitatif dan metode analisa Semiotika dari Roland Barthes, peneliti menemukan fakta bahwa salah satu pemikiran yang melatarbelakangi maraknya brand ternama menggunakan endorser pria untuk produk kecantikan mereka anggapan bahwa wanita ingin tampil cantik bukan hanya untuk kepuasan pribadinya saja, tapi juga untuk menarik perhatian lawan jenis. Karena itulah, penggunaan model pria yang menjadi idola wanita untuk mempromosikan sebuah produk kecantikan dinilai dapat meningkatkan penjualan
Jurnal Tren Penggunaan Endorser Pria Dalam Iklan Kecantikan
Surat Tugas Jurnal Semester Genap 2021-2022
Asrofah. (2014). Semiotik Mitos Roland Barthes Dalam Analisis Iklan Di Media Massa. Jurnal Sasindo, 2(1).
Basyarahil, M. A. (2017). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat beli kosmetik pria pada mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis Universitas Brawiajaya (Studi kasus pada mahasiwa S1 prodi ekonomi islam fakultas ekonomi dan bisnis Universitas Brawijaya). Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB, 5(2), 1–12.
Belch Georg E., & Michael A. Belch Michael A. (2018). Advertising and Promotion An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition. Sereal Untuk, 51(1).
Fury, A. (2016). Men’s grooming is now a multi-billion pound worldwide industry.
Lee, M., & Johnson, C. (2004). Prinsip-prinsip pokok periklanan dalam perspektif global. In Jakarta: Prenada Media (Vol. 3).
M. Kimmel. (2005). What about the boys? In Critical Social Issues in American Education (Third). Lawrence Erlbaum Associates Inc.
Morison. (2010). Periklanan komunikasi dan pemasaran. Jakarta: Prenada Media Group.
Mowen, J., Michael, M., & Yahya, D. K. (2002). Perilaku konsumen (Pertama). Jakarta: Erlangga.
Putra A.M. (2019). Fenomena selebgam anak: Memahami motif orang tua. ASPIKOM, 3, 1093. https://doi.org/https://doi.org/10.24329/aspikom.v3i6.396
Putranto, A. E. (2015). Maskulinitas laki-laki pengguna kosmetik perempuan di mata laki-laki. Universitas Gajah Mada.
Raharjo, M. (2018). Paradigma Interpretatif. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Rismayanti, T. A., Pujiastuti, H., Sanjaya, F., Noorlaila, Danaryanti, A., Mawaddah, S., … Pawito. (2017). Semiotika dalam Riset Komunikasi. In Jurnal ILMU KOMUNIKASI (Vol. 5).
Riza Dwiatmaja, A., & Setiosuci Perbawani, P. (2021). Endorser Laki-Laki Produk Kosmetik Perempuan Dan Pengaruhnya Terhadap Sikap Khalayak. Jurnal Komunikasi, 15(2). https://doi.org/10.20885/komunikasi.vol15.iss2.art1
Rumambi, L. J. (2009). Pemasaran Produk Kecantikan ala Indonesia (Kisah Lux, Pond`s, Dove, Citra dan Giv). Jogyakarta: Graha Ilmu.
Rusmana, D. (2014). Filsafat Semiotika. CV Pustaka Setia.
Sandhy, A., & Dr. Hapsari Dwiningtyas, S. S. M. (2016). Pemaknaan Perempuan Terhadap Konstruksi Mitos Kecantikan Dalam Media Online Femaledaily.com. Interaksi Online, 4(4).
Shimp, A. T., & Andrews, Craig, J. (2015). Advertising, Promotion and Other aspects of Integrated Marketing Communications. Integrated Marketing Communications.
Sobur, A. (2013). Semiotika Komunikasi (cetakan kelima). Bandung: Rosdakarya.