NASIONALISME DAN PATRIOTISME PADA ROMAN “BURUNG-BURUNG MANYAR” KARYA YB. MANGUNWIJAYA

research
  • 05 Jul
  • 2022

NASIONALISME DAN PATRIOTISME PADA ROMAN “BURUNG-BURUNG MANYAR” KARYA YB. MANGUNWIJAYA

 

  1. MOHAMMAD ARIS, NPM: 20167179087
  2. Nasionalisme dan Patriotisme pada Roman Burung-Burung Manyar karya YB. Mangunwijaya. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Program Pascasarjana Universitas Indraprasta PGRI Jakarta.
  3. X + 5 Bab + 102 Halaman + Lampiran
  4. Kata kunci: Nasionalisme, Patriotisme, Roman, Roman Burung-Burung Manyar.
  5. Penelitian bertujuan untuk mengetahui nasionalisme dan patriotisme yang terdapat dalam roman Burung-Burung Manyar Karya YB. Mangunwijaya Objek penelitian ini adalah nilai nasionalisme dan patriotisme dalam roman Burung-Burung Manyar yang terbit pada tahun 1981. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, penelitian yang mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa kejadian yang terjadi. Hasil analisis deskriptif mengungkapkan bahwa hasil analisis nilai nasionalisme dan patriotisme dalam roman Burung-Burung Manyar yang telah dipaparkan, maka kesimpulan yang dapat penulis uraikan di dalam penelitian ini yaitu nasionalisme dan patriotisme yang terkandung dalam roman Burung-Burung Manyar. Pertama, nasionalisme dan patriotisme umumnya selalu dipahami sebagai sebuah ideologi yang menyatakan kesetiaan dan pengabdian individu harus diserahkan kepada bangsa untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Namun, lain halnya dengan Mangunwijaya yang melihat nasionalisme dan patriotism tidak terletak dalam keikutsertaannya dalam suatu pihak yang disebut sebagai kebenaran tetapi, lebih pada keberanian untuk memilih. Kedua, tema nasionalisme dan patriotisme dalam alur penyajian roman Burung-Burung Manyar sangat melekat pada diri tokoh Teto, yaitu cinta tanah air dan bangsa, bersedia berjuang dan berkorban, protektif, Mempunyai hati nurani yang baik dan tulus terhadap bangsa, dan mempunyai niat baik demi membela tanah air dan bangsa. Berdasarkan temuan tersebut, seyogyanya jiwa nasionalisme dan patriotisme dapat tertanam secara mendalam bagi setiap anak bangsa, tanpa harus memandang status sosial masing-masing.
  6. Daftar Pustaka Buku 35 buah dan 3 Internet.
  7. Pembimbing:

1.     Prof. Dr. Apsanti Djokosujatno.

2.     Dr. Bambang Sumadyo.

 

Unduhan

 

REFERENSI

Buku

Aminuddin. (2002) Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

 

Departemen Pendidikan Nasional. (2015) Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Jakarta:  PT Gramedia Pustaka Utama.

 

D Smith, Anthony. (2001)  Nasionalisme Teori Ideologi Sejarah. Jakarta: Erlangga

 

Rashid, Abdul Rahim Abdul. 2004. Patriotisme: Agenda Pembinaan Bangsa.

          Kualalumpur: Utusan.

 

Esten, Mursal. (2013)  Kesusastraan Pengantar Teori dan Sejarah. Bandung:  Angkasa.

 

Endraswara, Suwardi. (2012) Metodologi Penelitian Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Caps.

 

Ibrahim, Nini. (2014) Perencanaan Pembelajaran Teoritis dan Praktis, Jakarta: Mitra Abadi

 

Juliardi, Budi. 2006. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

 

Kosasih. (2012) Dasar-Dasar Keterampilan Bersastra. Bandung: Yrama WIdya

 

Kaelan. (2014) Pendidikan Pancasila. Yogyakarta. PARADIGMA.

 

Minderop, Albertine. (2010) Psikologi sastra; Karya sastra, Metode, Teori, dan Contoh Kasus. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

 

M. Setiadi Elly, DKK. (2013) Ilmu Sosial Budaya Dasar.  Jakarta: kencana

 

Nurgiyanto, Burhan. (2013) Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

 

Noor, Juliansyah. (2011) Metodologi Penelitian : Skripsi, Tesis, Disertasi dan Karya Ilmiah, Jakarta: Prenanda Media Group.

 

Hardi. (1993) Api Nasionalisme. Jakarta: Gunung Agung.

 

Pujiharto. (2012) Pengantar Teori Fiksi. Yogyakarta: Ombak.

 

Retnaningsih, Aning. Cetakan ke-2 yang diperbaiki. Roman Dalam Masa Pertumbuhan Kesusasteraan Indonesia Modern. Jakarta. Erlangga.

 

Rokhmansyah, Alfian. (2013) Studi Pengkajian Sstra; Perkenalan Awal terhadap Ilmu Sastra. Semarang: Graha Ilmu.

 

Suroto. (1989) Teori dan Bimbingan : Apresiasi Sastra Indonesia. Jakarta: Erlangga.

 

Sehandi, Yohanes. (2014) Mengenal 25 Teori Sastra. Yogyakarta: Ombak.

 

Semi, Atar. Anatomi Sastra. Padang: Angkasa Raya.

 

Sugiyono, (2011) Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta

 

Syamsuddin, Aziz. (2011) Api Nasionalisme Kaum Muda. Jakarta: PT Wahana Semesta Intermedia,

 

Budiyono, Kabul (2007) Nilai-Nilai kepribadian dan Kejuangan Bangsa Indonesia. Cetakan Perdana. Bandung: Alfabeta

 

Cameron, JamesE and Berry, Jhon W. 2008. “True Patriot Love: Structure and Predictors of Canadian Pride”. Proques. Diakses 2013. Pukul 14.15.

 

Sauri, Sofyan dan Herlan Firmansyah. (2010) Meretas Pendidikan Nilai. Bandung: CV Armico.

 

Tarigan, Henry Guntur. (2015) Prinsip-prinsip dasar sastra. Bandung: angkasa raya.

 

Ratna, Nyoman Kutha, (2012) Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

 

Guntur, Henry Tarigan. (1989) Prinsip-prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa.

 

Hopkins, Chaty. (2008) Mates, Dates and Pulling Power. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

 

Nurgiyantoro, Burhan. (1991) Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

 

Teeuw, Andries. (1984) Sastra dan Ilmu Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.

 

Minderop, Albertine. (2010) Psikologi Sastra: Karya, Metode, Teori dan Contoh Kasus. Jakarta: Yayasan Pustaka Jaya.

 

Z.F, Zulfahnur dan Kurnia, Sayuti. (2008) Sejarah Sastra. Jakarta: Universitas Terbuka.

Laksono, Mayong S. Romo Mangun: Merakyat untuk Balas Budi kepada Rakyat, dalam Intisari on the Net, Maret 2000,

                        

Internet

http://greatnusa.blogspot.co.id/2011/03/pengertian-nasionalisme-dan-patriotisme.html?m=. Kamis, 7 Juli 2018. Pukul 13.45 WIB.

http://www.indomedia.com/intisari/2000/maret/mangun.htm.

 

https://jabrohim.wordpress.com/2009/02/28/strukturalisme-semiotik/