PENGELOMPOKAN TINGKAT PENDIDIKAN BERDASARKAN JUMLAH SEKOLAH DI PROVINSI JAWA BARAT MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEANS

research
  • 25 Mar
  • 2022

PENGELOMPOKAN TINGKAT PENDIDIKAN BERDASARKAN JUMLAH SEKOLAH DI PROVINSI JAWA BARAT MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEANS

Pendidikan di Indonesia terbagi menjadi tiga jenis yaitu pendidikan formal, pendidikan non
formal dan pendidikan Informal. Jarak tempuh sekolah dengan tempat tinggal mempengaruhi tingkat pendidikan
sekolah dasar dan menengah. Banyak masyarakat yang tidak melanjutkan sekolah dikarenakan jarak tempuh
sekolah dengan tempat tinggal memiliki jarak tempuh yang sangat jauh. Peristiwa ini tentunya menurunkan
tingkat indeks pendidikan di provinsi Jawa Barat dan meningkatkan angka kemiskinan. Pada penelitian ini akan
dilakukan pengklusteran wilayah berdasarkan jumlah sekolah dasar dan menengah untuk menentukan indeks
pendidikan di provinsi Jawa Barat menggunakan algoritma
K-Means. Pengklasteran dilakukan untuk membagi
kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat Menjadi tiga
cluster yaitu tinggi, sedang, dan menengah berdasarkan
jumlah sekolah dasar dan menengah pada provinsi Jawa Barat. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat 44%
wilayah yang memiliki indeks pendidikan rendah, 37 % memiliki indeks pendidikan sedang, dan 19 % memiliki
indeks pendidikan yang tinggi berdasarkan jumlah sekolah dasar menengah yng tersebar di seluruh
kabupaten/kota pada provinsi Jawa Barat.

Unduhan

REFERENSI

[1] N. M. Hasanah, “Penyelenggaraan Jalur
Pendidikan Formal dan Nonformal (Studi
Kasus di PAUD Terpadu Salsabila AlMuthi’in Yogyakarta),”
Desember, vol. 1,
no. 2, pp. 84–97, 2019.

[2] R. Nur Hayati, Supriadi, “ANALISIS
FAKTOR PENYEBAB ANAK TIDAK
MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE
SEKOLAH MENENGAH ATAS Nur
Hayati, Supriadi, Rustiyarso Program Studi
Pendidikan Sosiologi FKIP UNTAN
Pontianak,” no. 1, pp. 1–11, 2011.
[3] H. Widodo, “Potret Pendidikan Di Indonesia
Dan Kesiapannya Dalam Menghadapi
Masyarakat Ekonomi Asia (Mea),”
Cendekia J. Educ. Soc., vol. 13, no. 2, p.
293, 2016, doi:
10.21154/cendekia.v13i2.250.
[4] “Statistik Pendidikan 2021 Badan Pusat
Statistik,” Badan Pus. Stat., 2021.
[5] S. Handoko, F. Fauziah, and E. T. E.
Handayani, “Implementasi Data Mining
Untuk Menentukan Tingkat Penjualan Paket
Data Telkomsel Menggunakan Metode K

Means Clustering,” J. Ilm. Teknol. dan
Rekayasa
, vol. 25, no. 1, pp. 76–88, 2020,
doi: 10.35760/tr.2020.v25i1.2677.
[6] H. Sy, Rismayani, and A. Syam, “Data
Mining Menggunakan Algoritma K-Means
Pengelompokan Penyebaran Diare Di Kota
Makassar,”
SISITI Semin. Ilm. Sist. Inf. dan
Teknol. Inf.
, vol. 8, no. 1, pp. 73–82, 2019.

[7] Z. I. Alfianti, “Pengelompokan Wilayah
Penyebaran Covid-19 Di Kabupaten
Karawang Menggunakan Algoritma K
Means,”
J. Ilm. Inform. Komput., vol. 26, no.
2, pp. 111–122, 2021, doi:
10.35760/ik.2021.v26i2.4155.
[8] T. Suprawoto, “Klasifikasi data mahasiswa
menggunakan metode k- means untuk

menunjang pemilihan strategi pemasaran,”
vol. 1, no. 1, pp. 12–18, 2016.

[9] M. H. Adiya and Y. Desnelita, “Jurnal
Nasional Teknologi dan Sistem Informasi
Penerapan Algoritma K-Means Untuk
Clustering Data Obat-Obatan Pada RSUD
Pekanbaru,” vol. 01, pp. 17–24, 2019.
[10] dkk Sugiono, “Pengelompokan Perilaku

Mahasiswa Pada Perkuliahan E-Learning
dengan K-Means Clustering,”
J. Kaji. Ilm.,
vol. 19, no. 2, pp. 126–133, 2019.
[11] Z. I. Alfianti, M. A. Azis, A. Fauzi, F. T.
Informasi, and U. B. Saranainformatika,
“JurnalMantik,” vol. 4, no. 4, pp. 2336–
2341, 2021