HUBUNGAN ANTARA KEMANDIRIAN DAN LINGKUNGAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN USHUL FIQH

research
  • 10 Mar
  • 2022

HUBUNGAN ANTARA KEMANDIRIAN DAN LINGKUNGAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN USHUL FIQH

Ellya Verawati. Hubungan antara Kemandirian dan Lingkungan Belajar dengan Hasil Belajar Mata Pelajaran Ushul Fiqh (Studi pada Madrasah Aliyah Kelas XI di Kota Depok). Tesis. Jakarta. Program Pascasarjana Institut PTIQ Jakarta 2016.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara (1) Kemandirian Belajar dengan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran ushul fiqh, (2) Lingkungan belajar dengan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran ushul fiqh, dan (3) Kemandirian dan lingkungan belajar secara bersama-sama dengan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran ushul fiqh.

Metode yang digunakan dalam penelitian adalah survey. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa madrasah aliyah kelas XI di kota Depok dengan jumlah populasi 1696 dan pengambilan sample sebanyak 100 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling

Instrmen penelitian yang digunakan untuk menjaring data kemandirian belajar dan lingkungan belajar adalah angket model skala Likert, sedangkan variable untuk hasil belajar siswa dalam mata pelajaran ushul fiqh adalah dengan menggunakann nilai tengah semester.

Hasil pengujian hipotesis penelitian ini adalah Pertama, terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemandirian dan hasil belajar siswa yang ditunjukkan oleh koefisien relasi (ry1) 0,342 (hubungan rendah). Sedangkan besarnya tingkat kebergantungan hasil belajar terhadap kemandirian belajar ditunjukkan oleh koefisien determinasi yaitu 0,117. Hal ini berarti 11,7% hasil belajar siswa dipengaruhi oleh kemandirian belajarnya dan sisanya 88,3% ditentukan oleh faktor lain. Kemudian naik turunnya hasil belajar siswa dapat dijelaskan oleh persamaan regresi linear Ŷ = 60,510 + 0,548X1 artinya setiap meningkat atau menurun satu poin kemandirian belajar siswa akan menentukan 0,548 hasil belajar siswa.

Kedua, terdapat hubungan positif dan signifikan antara lingkungan dan hasil belajar siswa yang ditunjukkan oleh koefisien relasi (ry2) 0,283 (hubungan rendah). Sedangkan besarnya tingkat kebergantungan hasil belajar terhadap lingkungan belajar ditunjukkan oleh koefisien determinasi yaitu 0,080. Hal ini berarti 8% hasil belajar siswa dipengaruhi oleh kemandirian belajarnya dan sisanya 92% ditentukan oleh faktor lain. Kemudian naik turunnya hasil belajar siswa dapat dijelaskan oleh persamaan regresi linear Ŷ = 60,701 + 0,577X2,artinya setiap meningkat atau menurun satu poin lingkungan belajar siswa akan menentukan 0,577 hasil belajar siswa.

Ketiga, terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemandirian dan lingkungan dengan hasil belajar siswa yang ditunjukkan oleh koefisien relasi ry.1.2 0,362 (hubungan rendah). Sedangkan besarnya tingkat kebergantungan hasil belajar terhadap kemandirian dan lingkungan belajar ditunjukkan oleh koefisien determinasi yaitu 0,131. Hal ini berarti 13,1% hasil belajar siswa dipengaruhi oleh kemandirian belajarnya dan sisanya 86,9% ditentukan oleh faktor lain.

Kemudian naik turunnya hasil belajar siswa dapat dijelaskan oleh persamaan regresi linear Ŷ = 45,280 + 0,428X1 + 0,286X2, artinya setiap meningkat atau menurun satu poin kemandirian dan lingkungan belajar siswa akan menentukan 0,428 dan 0,268 hasil belajar siswa.

Unduhan

  • FULL THESIS.pdf

    Full Thesis

    •   diunduh 471x | Ukuran 2,126 KB

 

REFERENSI

. Ahmadi, Abu dan Widodo Supriyono, 2004, Psikologi Belajar, PT Rineka Cipta, Jakarta.

. 2004, Sosiologi pendidikan, Cet.2, PT Rineka Cipta, Jakarta.

Ali, Mohammad & Mohammad Asrori. (2005). Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Anitah, Sri. 2009. Teknologi Pembelajaran. Surakarta: UNS Press

Beik, Muhammad Hudhori. 1981. Ushul Fiqh. Mesir: Daar al Fikr

Bisri,Cik Hasan. 1999. Agenda Pengembangan Pendidikan Tinggi Agama Islam. Jakarta: Logo Wacana Ilmu

Dahar, Rana Wilis. 1989. Teori-teori Belajar. Jakarta: Erlangga

Dalyono. (2005). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Djamarah, Syaiful Bahri, 2000, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, Rineka Cipta, Jakarta.

Dryden, Gordon dan Jeannette Vos. 1999. The Learning Revolution: To Change The way The WorldLearns: Selandia Baru: The Learning Web. Bandung: Kaifa

Dzamarah, Syaiful Bahri, Prestasi Belajar dan kompetensi Guru, Surabaya : Usaha Nasional, 1984.

Ernest R.Hilgart (Tarj.Abu Achmadi).1985. Teknik Belajar Yang Tepat. Jakarta: Proyek Pengadaan Buku Perpustakaan Dikmenum

Fauzi, Mustajib Nur Fauzi. (2012). Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Lingkungan Belajar terhadap Prestasi Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri Godean Tahun Ajaran 2011/2012. Skripsi. Pendidikan Akuntansi FE UNY.

Gagne, Robert M. 1977.The Conditions of Learning. New York: Holt Rinekart and Winston

Good, Thomas L. 1990. Educational Psychology: A. Realistic Approach: New York: Longman

Gronlund, Norman E. dan Robert L. Linn. 1990. Measurement and Evaluation in Teaching: New York: Macmillan Publishing Company

Hamalik, Oemar. (2003). Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru. PT. Bumi Aksara.

. 2010. Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar. Bandung: Tarsito.

Hasibuan, J.J. Drs., Dip. Ed. Drs. Moedjiono.1992. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset. Wingkel.2004. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: PT Gramedia

Hilgart, Ernest R. (Tarj.Abu Achmadi).1985. Teknik Belajar Yang Tepat.Jakarta: Proyek Pengadaan Buku Perpustakaan Dikmenum.

Idi, Abdullah, 2011, Sosiologi Pendidikan: Individu, Masyarakat dan Pendidikan, Rajawali Pers, Jakarta.

Irawan, Prasetya. 1977. Teori Belajar, Motivasi dan Keterampilan Mengajar. Jakarta: Universitas Terbuka.

Ismani dkk. (2010). Pedoman Penulisan Tugas Akhir. Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Akuntansi UNY.

Kerlinger, Fred N. dan Elazar J. Pedhazur. 1987. Korelasi Analisis Regresi Ganda. Yogyakarta: Nur Cahaya

Kholaf, Abdul Wahab. 1968. Ilmu Ushul Fiqh. Mesir: Daar al Fikr

Klein, Stephen B..1991.Learning and Aplication.New York: Mc.Graw Hill

Knowled, MS.. 1975. Self Directed Learning: A Guide for Learner and Teacher: Chicago: Follet Publishing Co.

Masrun.1988. Analisis Varian Pendidikan Dokter. Yogyakarta: Gema Press

Mudjiman, Haris. 2007. Belajar Mandiri (Self-Motivated Learning). Surakarta: UNS Press.

Mulyasa, E.(2006). Implementasi Kurikulum 2004 Panduan Pembelajaran KBK. Bandung : PT. Remaja Rosda Karya.

.2006, Menjadi Guru Profesional, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung. Makmun, Abin Syamsuddin, 2000, Psikologi Kependidikan, Remaja Rosdakarya, Jakarta.

Nasution, S, 1999, Sosiologi Pendidikan, Cet.2, Bumi Aksara, Jakarta.

. 1994. Didaktik Azas-azas Mengajar. Bandung: Bumi Aksara

Natsir, Muhammad. 1988. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia

.1954. Kapitaselekta. Bandung: Gravenhage

Porter, Bobby De. 1992. Quantum Leraning: Unleashing The Genius in You. Bandung: Kaifa

. 1999. Quantum Teaching: Orchertrating Student Success

Purwanto, Ngalim. (2006). Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Rasyad, Aminudin.1999.Kuliah Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Program Pascasarjana UHAMKA

Rohman, Arif. (2009). Memahami Pendidikan dan Ilmu Pendidikan. Yogyakarta:LaksBang Mediatama.

Rusyan, Tabrani.1994.Pendekatan Dalam Proses Belajar Menagajar. Bandung: Remaja Rosdakarya

Sadirman, 2007, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta. http://syamsuljosh.blogspot.com/2012/06/interaksi-edukatif.html

Singarimbun, Masri dan Sofian Effendi. 1995. Metode Penelitian Survai. Jakarta: LP3ES

Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Soekamto, Toeti dan Udin Sarifudin Winaputra. 1997. Teori Belajar dan Model-model Pembelajaran. Jakarta: Dirjen Dikti

Soekanto, Soerjono, 1990, Sosiologi Suatu Pengantar, RajaGrafindo Persada, Jakarta.

Staples, Wolter Doyle. 1991. Think Like a Winner. USA: Pelican Publishing Company Inc

Sudijono, Anas. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Rajawali Press, 2008.

Sugiyono. (2010). Statistika untuk Penelitian. Bandung: CV. Alfabeta.

Suharsimi Arikunto. (2006). Prosedur Penelitian Pendekatan Praktik (edisi revisi VI). Jakarta: Rineka Cipta.

Sujana. 1995. Metode Penelitian. Bandung : Tarsito

Sukmadinata, Nana Syaodih. (2004). Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Sumadi Suryabrata. (2004). Psikologi Pendidikan. Jakarta: CV. Rajawali Pers.

Sumargono. 1989. Strategi Belajar Mengajar. Malang: IKIP Malang

. 1999. Peranan Guru Sebagai Lingkungan Belajar Kedua.. Bali: STKIP Singaraja

Sumiati, dkk, 2008, Metode pembelajaran, Cet.2, CV Wacana Prima, Bandung.

Sunarya, Asep Hubungan antara Kemandirian dan Lingkungan Belajar pada Mata Pelajaran Fiqh di PTAIS di Bogor, Tesis UHAMKA 2012

Suryabrata, Sumadi Psikologi Pendidikan Jilid II, Yogyakarta: Rake Press, 1983.

Sutrisno Hadi. (2004). Analisis Regresi. Yogyakarta: Andi Offset.

Syah, Muhibbin. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Bandung : Remaja Rosda Karya, 2010, Cet ke 15.

Syarifudin, Amir. 1997. Ushul Fiqh. Jakarta: Logos J.1

Usman, Muhammad Wer dan Lilis Setiawati. 1993. Upaya Optimalisasi Kegaiatan Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya

Walgito, Bimo. (2010). Bimbingan Konseling (Studie Karier). Yogyakarta: Andi Offset.

Wulan Nugroho Yekti. (2011). Pengaruh Lingkungan Belajar dan Kemandirian Belajar terhadap Prestasi Belajar Akuntansi Siswa Kelas X Program Keahlian Akuntansi di

SMK Muhammadiyah 1 Turi Tahun Ajaran 2010/2011. Skripsi. Pendidikan Akuntansi FISE UNY.

Yamin, Martinis. 2007. Desain Pembelajaran Berbasis Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Gaung Persada Press.

Yusuf, Haryono.2001. Dasar-Dasar Akuntansi. Yogyakarta: STIE YKPN

Zahrah, Muhammad Abu.TT.Ushul Fiqh. Mesir: Daar al Fikr al Arab