Kesehatan gigi sangat penting karena gigi yang rusak dan tidak dirawat akan menyebabkan rasa sakit, gangguan pengunyahan dan dapat mengganggu kesehatan tubuh lainnya.. Masalah yang paling umum dari seluruh masalah kesehatan pada gigi salah satunya adalah karies gigi atau gigi berlubang. Beberapa individu kurang memperhatikan kondisi kesehatan giginya dapat disebabkan kurangnya pemahaman terhadap kesehatan gigi. Oleh karena itu dibutuhkan seorang pakar yang ahli dalam bidang kedokteran gigi. Berdasarkan fakta di atas, maka penelitian ini dapat membantu dalam mendiagnosa penyakit gigi berlubang dan mengantisipasi jika mempunyai resiko penyakit gigi berlubang dengan merancang dan mengimplementasikan. Aplikasi ini di buat berbasis desktop dengan menggunakan Micorsoft Visual Basic 6.0 dan Microsoft Access 2010 sebagai database. Metode inferensi yang digunakan adalah Forward Chaining. Sejumlah pertanyaan diajukan kepada user,setelah semua pertanyaan terjawab, maka akan menampilkan kesimpulan berupa hasil diagnosa penyakit, pengobatan dan saran yang dapat membantu dalam mengantisipasi penyakit gigi berlubang. Pengujian t-test dengan Uji statistik t hit (n<30) , α=0.05 dilakukan Untuk mengukur efektivitas pengaruh aplikasi kesehatan gigi, dimana hasilnya adalah t hitung = 2.16 > t 0,025;28 = 2,048 menunjukan ada pengaruh untuk dapat meningkatkan cara hidup sehat melalui hasil informasi diagnosa d a n s a r a n y a n g d i b e r i k a n a p l i k a s i s i s t e m k e s e h a t a n g i g i .
ST webinar How software change our live
ST Webinar literasi digital gasal 21_22
Laporan kegiatan dan sertifikat webinar literasi digital
sertifikat PM Gasal 21_22
sertifikat webinar how software change our live
ST PM Gasal 21_22
jurnal JUSIKOM Gasal 21_22 ok
ST Mengajar Gasal 21_22
sertifikat webinar literasi digital
Keterangan Jurnal JUSIKOM sinta 4
Laporan PM Gasal 21_22
Laporan kegiatan dan sertifikat webinar How Software change our live
BAP, Presensi , Penilaian Kelas 19.1A.24
BAP, Presensi , Penilaian Kelas 19.1A.25
ST Jurnal JUSIKOM PRIMA
BAP, Presensi , Penilaian Kelas 19.1A.11
[1] S. P. Agustanti, A. P. Alawiyah, and N. Suhandi, “Sistem Pendukung Keputusan Diagnosa Penyakit Gigi,” Sigmata J. Manaj. dan Inform., vol. 9, no. 1, pp. 33–39, 2021. [2] D. K. Hudiyoko and S. Ort, “PANDEMI COVID-19 DAN KESEHATAN GIGI , APAKAH,” RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang. AdminRSJ, 2021, [Online]. Available: https://rsjsoerojo.co.id/2021/06/25/pandemicovid-19-dan-kesehatan-gigi-apakahberkaitan/.
[3] D. Widyawati, “Kemenkes Tingkatkan Layanan Kesehatan Gigi dan Mulut Yang Aman Dari Penularan COVID-19,” Rokom Redaksi Sehat Negeriku, 2021.Vol. 5 No. 2, Februari 2022 E-ISSN : 2580-2879 13 https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/um um/20210912/3338465/kemenkestingkatkan-layanan-kesehatan-gigi-danmulut-yang-aman-dari-penularan-covid-19/.
[4] Aswita Andini and D. F. A. Putri, “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi Menggunakan Certainty Factor,” STMIK PALCOMTECH Palembang, pp. 978–979, 2020.
[5] R. Turaina, “Spk Dalam Pemilihan Siswa Kelas Unggul Menggunakan Metode Mfep Di Smp N 2 Solok,” Edik Inform., vol. 3, no. 2, pp. 125–135, 2017, doi: 10.22202/ei.2017.v3i2.1662.
[6] E. Windia Ambarsari, H. Dhika, Juliana, S. Khotijah, and Andri, “Using weighted of ROC in analytical network process for decision making,” J. Phys. Conf. Ser., vol. 1175, no. 1, 2019, doi: 10.1088/1742- 6596/1175/1/012040.
[7] D. Cahyadi and Wahyudin, “Sistem Informasi Pendukung Keputusan Diagnosis Penyakit Gigi Berbasis Web Pada Klinik Metro Medika Bogor,” J. Rekayasa Inf., vol. 8, no. 1, pp. 1–21, 2019.
[8] E. Rosinta, E. Wijaya, and J. Napitupulu, “Perancangan Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Gigi Pada Manusia,” J. TIMES, vol. XI, no. 2, pp. 34–41, 2020, [Online]. Available: https://ejournal.stmiktime.ac.id/index.php/jurnalTIMES/article/vi ew/634. [9] I. Budiman, . Saori, R. Nurul Anwar, F. Yuga, and P. Muhamamd, “ANALISIS PENGENDALIAN MUTU DI BIDANG INDUSTRI MAKANAN,” vol. 32, no. 8, pp. 508–510, 2021, [Online]. Available: https://stp-mataram.ejournal.id/JIP/article/download/419/353.
[10] R. Rizky, M. Ridwan, and Z. Hakim, “Implementasi Metode Forward Chaining Untuk Diagnosa Penyakit Covid 19 Di Rsud Berkah Pandeglang Banten,” J. Teknol. Inf., vol. 4, no. 1, pp. 1–4, 2020.
[11] R. Asprinola, M barja Sanjaya, and P. A. Telnoni, “Web-Based Healthy Recommendation Application of Disease Prediction,” e-Proceeding Appl. Sci., vol. 4, no. 3, pp. 1770–1791, 2018, [Online]. Available: https://libraryeproceeding.telkomuniversity.a c.id/index.php/appliedscience/article/view/7 480.
[12] E. D. S. Mulyani and N. N. F. SM, “Aplikasi Pakar Diagnosa Penyakit Gigi Menggunakan Metode Forward Chaining Berbasis Mobile,” Konf. Nas. Sist. Inform. 2017 STMIK, pp. 119–124, 2017.
[13] D. Anggriawan, “SISTEM PAKAR UNTUK MEMPREDIKSI PENYAKIT PADA HEWAN TERNAK SAPI MENGGUNAKAN POHON KEPUTUSAN ID3,” JECSIT, vol. 1, no. 1, pp. 25–33, 2021, [Online]. Available: http://jurnal.teknokrat.ac.id/index.php/JECSI T/article/view/3.
[14] F.- Sonata, “Pemanfaatan UML (Unified Modeling Language) Dalam Perancangan Sistem Informasi E-Commerce Jenis Customer-To-Customer,” J. Komunika J. Komunikasi, Media dan Inform., vol. 8, no. 1, p. 22, 2019, doi: 10.31504/komunika.v8i1.1832.
[15] S. Raharjo, “Cara Uji Independent Sample TTest dan Interpretasi dengan SPSS,” 2015. http://www.spssindonesia.com/2015/05/cara -uji-independent-sample-t-test-dan.html