BUMD Transpotasi yang telah berdiri sejak 2014 yang sebelumnya merupakan Unit Pelayanan (UP) mulai 2004, hingga saat memiliki karyawan lebih dari 10.000 karyawan dan merupakan Badan Usaha Milik Daerah yang paling besar di Jakarta. Untuk mengelola karyawan yang cukup besar dimana 80 % karyawannya paling banyak berada di lapangan. Pencapaian kinerja yang di mandatkan oleh Stakeholder adalah Pencapaian Standar Pelayanan Minimum dimana pencapaian minimal 90%. Hal yang ditanamkan oleh manajemen ke seluruh karyawan adalah jumlah pelanggan perhari yang diangkut dan ini menjadi target utama yang di kejar. Untuk mendukung hal tersebut manajemen telah mencanangkan target tersebut kedalam Indikator Kinerja Utama (IKU) atau KPI dari mulai dari Direksi sampai dengan kepala Departmen menggunakan pendekatan Balance Score Card, namun pelaksanaan ini belum berjalan mulus karena pemahaman terkait kinerja, parameter dan bukti belum sepenuhnya di pahami, sehingga ketika ada kendala perbaikan yang dilakukan banyak yang belum berlandaskan bukti secara kuanitatif. Perhitungan pencapaian sangat penting bukan hanya di manajemen namun harus sampai level paling dasar, untuk memulai hal tersebut dari level Kepala Departmen sampai dengan level staff harus dimulai sesegera mungkin dan Sumber Daya Manusia sebagai syaraf perusahaan yang menggeraan manusianya menjadi tauladan sebelum di getoktularkan ke bidang yang lain dengan pendekatan Balance Score Card
Jurnal
Peer Review
Bakhtiar, A., Hartanto, A., Studi, P., Industri, T., Teknik, F., Diponegoro, U., Governance, G. C., Scorecard, B., Analysis, M., Technique, R., Performance, I., Baldrige, M., & Award, N. (2016). Perbandingan Metode - Metode Pengukuran Kinerja. Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XXV, Program Studi MMT-ITS, 1–8.
Helmy, S. (2020). Indeks Kinerja Utama.
Herdiana, I., Arijanto, S., & Harsono, A. (2013). Pengukuran Performansi di PT . XYZ dengan Pendekatan MBCfPE Pada Kriteria Fokus Tenaga Kerja dan Hasil Bisnis *. Jurnal Online Institut Teknologi Nasional, 1(1), 166–173.
Kaplan, R. S., & Norton, D. P. (1997). Balanced Scorecard: Menerapkan Strategi Menjadi Aksi. Erlangga.
Pratiwi Putri, R. (2014). Penerapan Smart System Sebagai Metode Pengukuran Kinerja Perusahaan (Studi Kasus Pada Ukm Hentoro Leather). Universitas Gunadarma, 1, 1–5.
Ristifani. (2009). Analisis Implementasi Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance ( GCG ) Dan Hubungannya Terhadap Kinerja PT . Bank Rakyat Indonesia ( Persero ) Tbk. Fakultas Ekonomi , Universitas Gunadarma , 2009.
Setyanda Putra, R., & Suliantoro, H. (2013). Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja menggunakan "Sink and Tuttle Model” (Studi Kasus Pada Pabrik Gula Rendeng, Kudus). Industrial Engineering Online Journal, 3 No 2(Mar, 2014).
Singgih, M. L. (2008). Penilaian Kinerja Suatu Jurusan Dengan Kriteria Malcolm Baldrige National Quality Award dan Penentuan Ranking Menggunakan Analytic Network Process Process. Jurnal Teknologi & Manajemen Informatika, 6(3).
Singgih, M. L., & Octavia, R. (2001). Pengukuran Dan Analisa Kinerja Dengan Metode Balanced Scorecard Di Pt. “X.” Jurnal Teknik Industri, 3(2), 48–56. https://doi.org/10.9744/jti.3.2.pp.48-56
Suartika, I. M., Suwignjo, P., & Syairuddin, B. (2007). Perancangan dan Implementasi Sistem Pengukuran Kinerja Dengan Metode Integrated Performance Measurement Systems (Studi Kasus: Jurusan Teknik Mesin Universitas Mataram). Jurnal Teknik Industri, 9(2), 131–143. https://doi.org/10.9744/jti.9.2.pp.131-143
Ulfa, M., & Ridwan, M. (2015). Analisis Pengukuran Kinerja Karyawan Dengan Metode Human Resources Scorecard Di BMT Logam Mulia. Jurnal Ekonomi Syariah, 3 No 2, 311–339.