Penelitian yang dilakukan di Harian Kompas dan Republika ini menganalisis teks berita insiden Tolikara dan Singkil yang terjadi pada bulan Juli 2015 dan Oktober 2015 dalam kontruksi demokrasi dalam kebebasan beragama di Indonesia dimana memaknai demokrasi kebebasan beragama dengan melihat peristiwa atau insiden Tolikara dan Singkil. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui kontruksi realitas demokrasi kebebasan beragama pada pemberitaan peristiwa Tolikara dan Singkil Aceh di Kompas dan Republika; (2) Untuk mengetahui makna demokrasi dalam kebebasan beragama pada pemberitaan peristiwa Torikala dan Singkli dimedia Kompas dan Republika Teori dalam penelitian ini menggunakan model analisis wacana kritis Van Dijk dan teori hirarki pengaruh isi media Pamela J Shoemaker dan Stephen D. Reese. Metode Penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini yakni analisis wacana kritis yang dikembangkan oleh teknik analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk. Paradigma penelitian adalah Kritis. Kesimpulan: (1) Demokrasi dalam kebebasan beragama adalah peluang yang di ciptakan dari pemberitaan, hal ini ditemukan didalam pemberitaan insiden Tolikara dan Singkil dimana kedua media tersebut memberikan saran dan dorongan kepada pemerintah untuk kembali menata arti kebebasan beragama yang harmonis melalui ketegasan pemerintah dan regulasi peraturan sesuai dengan perkembangan kehidupan beragama di Indonesia, (2) Media yang professional menjadikan media sebagai Public Relation pemerintah dengan memberitakan peran pemerintah dalam menangani penyelesaian persoalan Tolikara dan Singkil hal ini ditemukan pada pemberitaan Kompas dan Republika yang menampilkan kinerja aparat keamanan dalam menyelidiki kasus tersebut dan juga bantuan pemerintah dalam memperbaiki sarana dan prasarana yang diakibatkan oleh insiden tersebut, (3) Harian Kompas dalam mengkontruksikan realitas demokrasi dalam kasus insiden Tolikara dan Singkil, bukan sebagai kekerasan beragama melainkan menilai adanya permasalahan kemajemukan di Tolikara dan Singkil yang akhirnya menjadi kesalah pahaman dalam komunikasi diantara kelompok masyarakat. Dan kurangnya peran negara didalam permasalahan kemajemukan ataupun perbedaan di tengah masyarakat, terutama permasalahan rumah ibadah dan kegiatan agama. Kompas dalam setiap pemberitaannya selalu berusaha berdiri di tengah dengan memperjuangkan filosofinya yakni memperjuangkan amanat suara hati nurani rakyat dengan mengangkat setiap pemberitaannya melalui human trasendental atau kemanusiaan, (4) Harian Republika dalam mengkontruksikan realitas demokrasi terhadap kebebasan beragama dalam kasus insiden Tolikara dan Singkil, bukan karena konflik rumah ibadah melainkan adanya unsur perbedaan kesenjangan dan ekonomi diantara kelompok masyarakat yakni pendatang dan tempatan atau mayoritas dan minoritas sertalemahnya peran pemerintah daerah dalam melihat perbedaan ini sehingga konflik dapat muncul di berbagai daerah. Republika berupaya berada di tengah walaupun harus tetap melaksanakan ideologis sebagai media umat Islam dan menjadi corong suara umat muslim dengan menjalankan semangat untuk membuat perdamaian disetiap pemberitaan terutama pemberitaan seperti pemberitaan Tolikara dan Singkil ini, (5) Harian Kompas dan Republika, dalam setiap pemberitaanya sebagai media yang membawa panji perdamaian , dalam memuat pemberitannya memberikan dorongan dan saran kepada pemerintah agar dapat menyelesaikan kasus-kasus yang berbau SARA, karena masih lemahnya peran pemerintah dalam memberikan solusi, (6) Teori Hirarki Pengaruh isi media yang diperkenalkan oleh Pamela J Shoemaker dan Stephen D. Reese tidak adanya kesesuaian didalam pemberitaan insiden Tolikara dan Singkil yang menyatakan bahwa dimana hasil dari penelitian yang tidak menunjukan keberpihakan, kepentingan bahkan ideology dari kedua media tersebut didalam pemberitaan insiden Tolikara dan Singkil, karena insiden ini merupakan insiden yang memang sangat rawan akan konflik yang berkepanjangan dan meluas karena permasalahan kebebasan beragama di Indonesia masih sangat rawan, rapuh bahkan sangat sensitive. Tidak semuanya pemberitaan dapat dipengaruhi oleh teori hirarki isi media, hal ini tergantung dari kasus atau peristiwa yang terjadi di masyarakat.
Kata kunci: Kontruksi, makna demokrasi, kebebasan beragama, wacana kritis, media
Ali Novel, 1999, Peradaban Komunikasi Politik, Potret Manusia Indonesia, Bandung: Remaja Rosdakarya.
Altheide, L. David. 1996. Qualitative Media Analysis. California:Sage Publications.
Ardianto, Elvinaro dan Bambang Q-Anees. 2007. Filsafat Ilmu Komunikasi, Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Alef Theria Wasim (eds) 2005, Harmoni Kehidupan Berigama: problem,praktik dan pendidikan, Yogyakarta : oasis publisher.
A. Ubaedillah dan Abdul Rozak 2006, Pendidikan Kewarganegaraan: Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Masyarakat Madani Jakarta: ICCE UIN Syarif
Hidayatullah,
Adian, Donny Gahral. 2006. Percik Pemikiran Kontemporer: Sebuah Pengantar Komprehensif. Yogyakarta: Jalasutra.2.
Chomsky, Noam. 2006. Politik Kuasa media terjemahan dari Media Control : The Spectacular Achievements of Propaganda oleh Aan Mansyur.Edisi Revisi. Yogyakarta:Pinus Book Publisher.
Davis, Howard dan Paul Walton. 2010. Bahasa, Citra, Media. Yogyakarta: Jalasutra.
Doyle Paul Johnson, Teori Sosiologi Klasik dan Modern, Jakarta , Gramedia
Eriyanto. 2003. Analisis Wacana Suatu Pengantar. Yogyakarta. LkiS.
Elly M. Setiadi dan Usman Kolip, Pengantar Sosiologi Pemahaman Fakta dan Gejala
Permasalahan Sosial: Teori, Aplikasi, dan Pemecahannya (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011
----------.2010. Komunikasi Sebagai Wacana. Jakarta: La Tofi Enterprise.
Gorge Ritzer dan Douglas J Goodman, 2009 Teori Sosiologi : Dari Teori Sosiologi Klasik sampai perkembangan mutahir teori sosial modern, Yogyakarta, kreasi wacana.
Guillermo O’Donnell dan Philippe C. Schmitter,Transisi Menuju Demokrasi Rangkaian Kemungkinan dan Ketidakpastian, cet. I (Jakarta: LP3ES, 1993)
Hamad, Ibnu. 2004, Konstruksi Realitas Politik Dalam Media Massa : Sebuah Studi Critical Discourse Analysis terhadap Berita-berita Jakarta: Granit.
Husaini Usman dan Purnomo Setiady Akbar, Metedologi Penelitian Sosial, Bumi Aksara Jakarta, 1998
Hardiman, F. Budi. 2007. Filsafat Fragmentaris Yogyakarta: Penerbit Kanisius.3.
Honderich, Ted. 1995. The Oxford Companion to Philosoph. Oxford/NewYork: Oxford University Press.4.
Jeffrey Z Rubin , Dean G Pruit dan Sung Hee Kim 1994, Sosial Conflict: Escalation,Stalemate and Settlement, united States of America : Mc Graw-Hill,inc
Jocobus Ranjabar, Sistem Sosial Budaya Indonesia, Ghalia Indonesia, Bogor, 2006.
Littlejohn, Stephen W, 1992. Theories of Human Communication. New Mexico: Wadsworth Company, Sixth Edition.
------------------------- Theories of Human Communication,9thed. Belmont: Thomson Wadsworth, 2005; reprint, Jakarta: Salemba Humanika, 2009.
Lubis, Akhyar Yusuf. 2006. Dekonstruksi Epistemologi Modern: Dari Posmodernisme, Teori Kritis, Poskolonialisme, Hingga Cultural Studies Jakarta: Pustaka Indonesia Satu.
McQuail, Dennis. 2000. Mass Communication Theory, London: Sage Publication.
Miles, Matthews B. Dan Michael Huberman.1992. Analisis Data Kualitatif : Buku sumber tentang metode-metode baru.Cet.1. Jakarta:UI Press.
Mosco, Vincent. 1996. The Political Economy of Communications: Rethinking and Renewal., Sage Publications
Mohtar Maso'ed, Negara, Kapital, dan Demokrasi, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999)
Moleong, J, Lexy. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remadja Karya CV
Morissan. Teori Komunikasi Massa. Bogor: Ghalia Indonesia, 2010.
Mulyana, Deddy dan Solatun. 2008. Metode Penelitian Komunikasi: Contoh-contoh Penelitian Kualitatif dengan Pendekatan Praktis. Bandung: Rosdakarya.
Murdock, Golding. 2006. "Redrawing the map of communication industries". Dalam M. Ferguson (ed), Public Communication, London: Sage.
Magnis-Suseno, Franz. 2005. Pijar-Pijar Filsafat: Dari Gatholoco ke Filsafat Perempuan, dari Adam Muller ke Postmodernisme. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.6.
Nurtjahjo, Hendra. 2006. Filsafat Demokrasi Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Oetama, Jacob, 2001. Pers Indonesia, Jakarta: PT Kompas Gramedia Group
Severin, Werner J dan James W. tankard, Jr. 2005. Teori Komunikasi : Sejarah, Metode, dan Terapan di dalam Media Massa. Jakarta : Kencana
Sobur, Alex, (2001), Analisis Teks Media, Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Straubhaar and LaRose. 1999. Media Now, Understanding Media, Culture and Technology. Wadsworth Thomson
Sudibyo, Agus. 2001. Politik Media dan Pertarungan Wacana. Yogyakarta: LKIS.
Stef slembrauck,What is meant by discourse analysis,Belgium: Ghen University 2006
Shoemaker, Pamela J. dan Reese, Stephen D. Mediating The Message. New York, Longman Publisher : 1996.
Schudson, Michael. Discovering The News. New York: Basic Books, 1978
Rapar, J.H (1988) Seri Filsafat Politik 1; Filsafat Politik Plato. Jakarta: CV. Rajawali,
Russell, Bertrand. 1948. History of Western Philosophy and Its Connectionwith Political and Social Circumstances from the Earliest Times to the Present Day. London: George Allen and Unwin Ltd.8.
The Republic By Plato Circa 360 BCE Translated by Benjamin Jowett plato_the Republic
Sumber Lain
Brooks, Thom.-Knowledge and Power in Plato's Political Thought, dalam International Journal of Philosophical Studies, Volume 14, No. 1, No.1/Maret 2006,
http://www.iep.utm.edu/p/platopol.htm12.
http://plato.stanford.edu/entries/plato-ethics-politics/#4.113.
http://www.ingentaconnect.com/content/routledg/riph/2006/00000014/00000001/art00003
Hady Nasution “Peranan pers dalam masyarakat demokrasi di Indonesia pada masa Orde baru dan Reformasi”Artikel diakses pada 5 Juni 2016 pukul 21.05 dari http://Shvoong.co
www.SETARA Institute.org
www.Wahid Institute.org
www.litbangkemag.co.i