Industri jasa laboratorium lingkungan hidup saat ini berkembang pesat, hal ini didukung karena adanya peraturan pemerintah yang mewajibkan kepada seluruh industri, lembaga, perkantoran agar melakukan monitoring lingkungan hidup. PT. Unilab Perdana (PT. UP) adalah perusahaan jasa laboratorium lingkungan hidup yang menghasilkan produk berupa Laporan Hasil Pengujian.
Seiring dengan meningkatnya jumlah order, PT.UP memiliki beberapa permasalahan yaitu belum mengetahui karakteristik mutu dan jumlah kecacatan, belum dapat menentukan waktu standar dari proses pengujian dan adanya resiko pekerjaan dari proses kerja dan lingkungan. Untuk itu PT. UP berupaya meningkatkan kinerja sistem pengujian laboratorium dengan integrasi metode Six Sigma dan MOQS. Pengukuran Six Sigma diperlukan untuk menghitung waktu baku dari proses kerja, mengidentifikasi jenis kecacatan dan jumlah cacat, sedangkan MOQS diperlukan untuk mengetahui elemen-elemen sistem yang mempengaruhi resiko kerja.
Pemilihan objek penelitian didasarkan pada order terbanyak yaitu Permenkes 416/1990 dengan jumlah 1399, order ini memiliki nilai Sigma 2,9. Dengan menggunakan diagram tulang ikan dan metode Failure Mode Effect Analyze (FMEA) rendahnya nilai sigma dikarenakan beberapa faktor : ruang analisa kurang nyaman, kekurangan peralatan pendukung gelas, belum merata pembagian beban kerja analis, belum memiliki standar CRM trueness, pemakaian air suling yang tidak memenuhi standar Daya hantar listrik (DHL) < 2 µmhos.
Pengolahan data kuesioner MOQS dengan perhitungan korelasi parsial dan simultan, didapatkan 3 faktor yang berpengaruh pada sistem pengujian di laboratorium yaitu masalah pekerjaan, kesempatan kerja dan masa depan.
Implementasi tindakan perbaikan untuk mengeliminasi faktor penyebab dari analisis FMEA menggunakan metode Define Measure Analyze Improve Control (DMAIC) didapatkan kenaikan nilai Sigma menjadi 3,5 Sigma. Kebutuhan waktu proses pengujian Permenkes 416/1990 adalah 2 hari 18,6 jam.
Peningkatan kinerja dalam sistem pengujian laboratorium dengan integrasi Six Sigma dan MOQS adalah redesign ruang analisa yang mengacu pada PERMENLH NO. 6 tahun 2009, penambahan peralatan pendukung gelas, pembagian kerja analis yang disesuaikan dengan beban kerja dan kapasitas, memperbaharui standar CRM trueness secara berkala sesuai dengan masa berlakunya, perbaikan instruksi kerja jaminan dan pengendalian mutu, dan menerapkan sistem kualitas pengecekan terhadap DHL air suling sesuai dengan standar.
Peer Reviewer Jurnal Diah
AWWA. 2012. Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater. 2012. Edisi ke-22. APHA
Barnes, Ralph M. 1980. Motion and Time Study: Design and Measurement of Work. Sevent Edition, John Wiley & Sons, Inc. Singapore.
Carayon dan Hoonakker. 2001. Macroergonomic Organizational Questionnaire Survey (MOQS), Center for Quality and Productivity Improvement, University of Madison-Winconsin.
Elfrida. 2009. Penilaian dan perbaikan sistem kerja dengan Macro Ergonomics Quesioner Survey. Skripsi tidak diterbitkan. Medan, Universitas Sumatera Utara.
Gaspersz Vincent. 2003. Total Quality Management. PT Gramedia Pustaka Utama.
Gaspersz Vincent. 1997. Manajemen kualitas penerapan konsep-konsep kualitas dalam manajemen bisnis total. PT Gramedia Pustaka Utama.
Grahanintyas Dewinta, Wiggnjosoebroto, dkk. 2012. Analisa keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam meningkatkan produktivitas kerja (Studi Kasus: Pabrik Teh Wonosari PTPN XII). Jurnal Teknik Pomits Fakultas Teknik Industri ITS, Vol.1, No. 1.
Go Lean Six Sigma. 2012. The Basics of Lean Six Sigma.
Go Lean Six Sigma. 2012. DMAIC : The 5 Phases of Lean Six Sigma.
Heizer jay, Render Barry. 2009. Manajemen Operasi. Buku 1 Edisi sembilan. Salemba Empat.
Institute for Healthcare Improvement. 2004. Failure Modes and Effects Analysis (FMEA).
Lixia Chen & Bo Meng. Juni 2010. The Application of Value Stream Mapping Based Lean Production System. International Journal of Business and Management, Vol. 5, Np. 6.
Neville Stanton (et al.). 2005. Handbook of Human Factors and Ergonomics Methods. CRC Press.
NIOSH Quesioner. NIOSH Generic Job Stress Questionnaire. CDC workplace safety and health. Division of applied research and technology organizational Science and human factors Branch, cincinnati, OH 45226
Nurmianto. 2004 E. Ergonomi, Konsep Dasar dan Aplikasinya. Edisi Kedua, Guna Widya.
Permen LH 06/2009. Laboratorium Lingkungan Menteri Negara Lingkungan Hidup.
Qun Zhang, dkk. February 2012. Lean Six Sigma: A Literature Review, International Journal of Conteporary research Business, Vol 3, No 10,
Sadikin F.X. 2005. Tip dan Trik Meningkatkan Efisiensi, Produktivitas, dan
Profitabilitas, Andi Yogyakarta.
Simanjuntak Adelia Risma, Rusdianto. 2012. Pengaruh sistem kerja terhadap stress kerja dengan penilaian MOQS. Jurnal Teknologi Technoscientia Jurusan Teknik Industri , Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta ISSN: 1979-8415 Vol. 5 No. 1
Sudjana. 2000. Statistika I dan II, Edisi ke-6, Bandung.
Sutalaksana I.Z, Anggawisata R, Tjakraatmadja J.H, Teknik Tata Cara Kerja,
Departemen Teknik Industri ITB, Bandung, 2006.
The International Marine Contractors Association. April 2002. Guidance on Failure Modes & Effects Analyses. IMCA M 166.
Wahana Komputer. 2003. Pengolahan Data Statistik dengan SPSS 11.5, Salemba Infotek.
Wignjosoebroto S. 2003. Ergonomi Studi Gerak dan Waktu, Guna Widya.
Wieke R.D,Nasir W.S, Ceria F.M.T. Implementasi Metode Lean Six Sigma sebagai Upaya Meminimasi Waste pada PT Prime Line International. Program Studi Teknik Industri, Universitas Brawijaya