Koperasi
sebagai salah satu bagian dari sektor ekonomi, berfungsi sebagai alat
perjuangan ekonomi untuk mempertinggi kesejahteraan rakyat dan sebagai alat
pendemokrasian ekonomi nasional.
Hal
ini dijabarkan dalam Undang-Undang tentang pokok perkoperasian yaitu UU No. 12
Tahun 1992-Bab III pasal 3 yang menyatakan bahwa “Koperasi merupakan organisasi
ekonomi rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan orang-orang atau badan hukum
koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasar
atas asas kekeluargaan. Selain itu pula dijabarkan dalam UUD 1945 tentang
landasan struktur koperasi Indonesia yang menyatakan bahwa “perekonomian
Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas azas kekeluargaan dan
kegotong-royongan”.
Sebagai
suatu badan usaha yang menekankan sifat kegotong royongan dalam pergerakannya
dibidang ekonomi demi tercapainya tujuan bersama, diperlukan adanya pengelolaan
yang efektif dan efisien, sehingga perlu penyelenggaraan sistem yang baik dan
mendukung kelancaran pencapaian tujuan bersama tersebut. Dengan demikian
diperlukan adanya sistem komputerisasi yang terintegrasi, sehingga diharapkan
dapat membantu pihak manajemen terkait dalam mengelola administrasi berdasarkan
arus informasi yang dapat diakses dengan segera antar bagian.
Berbagai
data yang digunakan dalam analisis dan perancangan sistem pemberian pinjaman
dan penerimaan angsuran pinjaman diantaranya adalah prosedur kerja bagian
terkait, dokumen yang digunakan, fasilitas dan laporan yang dihasilkan.
Alat
perancangan sistem yang digunakan adalah Data Flow Diagram yang digunakan untuk
menggambarkan sistem. Entity Relationship Diagram, Normalisasi untuk
perancangan data base dan kamus data sebagai alat dokumentasi dan media
komunikasi bagi analisis dan pembuat program.
Hasil
yang diharapkan dari analisa dan perancangan sistem ini yaitu dihasilkannya
suatu sistem komputerisasi terintegrasi berdasarkan usulan rancangan sistem
yang penulis ajukan, sehingga diharapkan mampu mengefektifkan dan
mengefisienkan proses pemberian pinjaman dan penerimaan angsuran pinjaman yang
selama ini aktivitas komputerisasinya belum terintegrasi terutama dari segi
waktu, tenaga dan laporan yang dihasilkan.
Kesimpulan
dari penulisan ini adalah memberikan usulan perancangan sistem komputerisasi
terintegrasi sebagai salah satu upaya untuk membantu pihak manajemen koperasi,
khususnya unit penyaluran pinjaman dalam menyempurnakan sistem yang telah
berjalan selama ini, dimana masing-masing bagian terkait belum dapat mengakses
data dan arus informasi melalui sistem komputerisasi terintegrasi yang
dirasakan masih belum efektif dan efisien dalam pengelolaan administrasi,
khususnya pemberian dan penerimaan angsuran pinjaman, baik dari segi tenaga,
waktu dan pelaporan yang dihasilkan seiring dengan tuntutan pertumbuhan
koperasi dewasa ini.
Undang-Undang
Perkoperasian No. 25 Tahun 1992. Tentang Undang-Undang Perkoperasian
di Indonesia
Davis, Gordon B., 1984,
Management
Information System :
Conceptual Foundations, Structures and development, International Student
Edition : McGraw – Hill Kogakusha.
Cushing, Barry E.,
1974, Accounting Information Systems and business Organization,
Addison – Wesley Publishing Company, Philippines.
Kowal, James A., 1992. Behavior
Model : Specifying User’s Expectations Prentice Hall, Englewood
Cliffts, New Jersey.
McLeod, Raymond, Jr.,
1993, Management Information System : A Study Of Computer Based Information
Systems, MacMillan Publishing Company, New York.
Jogiyanto, H.M., 2001, Analisis
dan Desain Sistem Informasi : Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi
Bisnis, Andi Offset, Yogyakarta.
Date, C.J., 1995, An
Introductions to Data Base Systems, Addison Wesley Publishing Company,
Massachucetts.
D. Suryadi H.S dan
Bunawan, 1996, Pengantar Perancangan Sistem Informasi, Gunadarma, Jakarta