Bank merupakan salah satu lembaga perantara keuangan yang peranannya sangat besar dalam perekonomian. Sebagai lembaga keuangan, dana merupakan persoalan bank yang utama. Tanpa dana bank tidak dapat menjalankan kegiatan operasionalnya. Sehubungan dengan hal tersebut bank dituntut untuk meningkatkan kemampuan menggali dan memobilisasi dana dari berbagai sumber.
Dari berbagai sumber dana yang berhasil dihimpun bank,sudah selayaknya bank mempersiapkan strategi penempatan dana berdasarkan rencana alokasi dengan memperhatikan kebijakan yang telah digariskan. Total dana yang berhasil dihimpun bank terdiri dari dua jenis yaitu dana yang tidak dapat dipinjamkan (unloanable fund) dan dana yang dapat dipinjamkan (loanable fund)
Adanya dana yang tidak dapat dipinjamkan (unloanable fund) jelas akan menaikan biaya dana yang akan dijual ke masyarakat yang disebut cost of fund, hal ini pada akhirnya akan memaksa bank untuk dapat mengelola dana yang telah dimobilisasi menjadi sumber penghasilan yang potensial dan dapat bersaing dengan bank -bank lain.
Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara pengelolaan Aktiva Produktif di Bank Central Asia yang terdiri dari Giro pada bank lain, Penempatan pada bank lain, Surat - surat berharga, Kredit yang diberikan dan Obligasi pemerintah terhadap peningkatan Pendapatan bunga bersih. Karena Ingin diketahui hubungan antar variabel maka digunakan uji korelasi bivariate.
Untuk memudahkan analisis semua variabel yang akan dianalisis digabungkan selanjutnya diolah dengan menggunakan program aplikasi SPSS, maka diperoleh hasil bahwa variabel Kredit yang diberikan yang paling berkolerasi secara signifikan dengan Pendapatan bunga artinya semakin besar dana yang dialokasikan ke kredit yang diberikan maka pendapatan bunga cenderung meningkat
Kata Kunci : Kemampuan menghimpun dana dengan biaya yang relative murah
Tesis