Perancangan Alat Penetralan Keasaman (pH) Limbah Cair Otomatis Untuk Meningkatkan Efisiensi Pemeliharaan Pengolahan Limbah Laboratorium

research
  • 02 Aug
  • 2021

Perancangan Alat Penetralan Keasaman (pH) Limbah Cair Otomatis Untuk Meningkatkan Efisiensi Pemeliharaan Pengolahan Limbah Laboratorium

Salah satu efekdomino dari pertumbuhan industri  yang sangat pesat adalah risiko pencemaran lingkungan. Jika tidak diantisipasi makasikluskehidupan makhluk hidup akan terancam,oleh karena itu pemerintah dengan tegas membuat  dan  mengawasi    peraturan  tentang ambang  batas    baku  mutu  air  limbah  yang  harus  dipenuhi  oleh  setiap industri yang. Tetapi peranan pemerintah tidaklah cukup untuk menjaga alam dari pencemaran tanpa ada kesadaran dari  semua pihak.  Setiap industri baik perusahaan maupun rumah tangga harus menyadari akan bahaya pencemaran yang  akan  terjadi    pada  kehidupan  makhluk   hidup.  Laboratorium  pengujian  kimia  adalah  salah  satu  industri  yang mempunyai  kegiatan  pengujian yangmenghasilkanlimbah  air dengankeasaman  sangat  rendah  yaitu pH  1-2dibandingkan pada keasaman air normal yaitu pH 6 -9. Keasaman yang rendah ini diakibatkan oleh bahan -bahankimia pereaksimaupun bahan kimia dari contoh pengujian.Oleh karena itu PT.”XXX” sebagai salah satu lembaga pengujianyang  cukup  besar  dan  terkenalsudah  membuat  instalasi  pengolahan  air  limbah  (IPAL)  untuk  menjaga lingkungan dari bahaya pencemaran dan untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah.  PT.”XXX” secaramandiri  dengan systemyangdimulai  dengan    Koagulasi  yaitu  sistem pengadukan  lambat,    Flokulasi    yaitu Pengadukan  cepat,  Sistem  settling,  Filtrasi,  effluent  dan  terakhir  adalah  sludge  drying  bed. Untukmenetralkan keasamanlimbah  tersebutPT.”XXX” menggunakan caustic soda (NaOH) akan tetapi pencampuran ke air limbah masih bersifat manual yangmempunyaikelemahandalam pengontrolan. Untuk memaksimalkan instalasi pengolahan air limbah di PT. “XXX” diperlukan pendistribusian dan pencampuran bahan penetralisasi (NaOH) secara otomatisdenganunit perlengkapan netralisasi dengan alat-alat sepertipH Meter, Pompa dosing, Pengaduk dan lain-lain.

Unduhan

 

REFERENSI

Azwar     A     1989 Pengantar     Ilmu     Kesehatan Lingkungan.   Cetakan   ke   empat. Jakarta: Mutiara Sumber Widya.

Eko Hartini dan Catur Yuantari. 2011. Pengolahan Air Limbah Laboratorium Dengan MenggunakanKoagulan    Alum    Sulfat    dan    Poly    Alun Chloride di Laboratorium Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro Semarang.

Hasibuan,  Malayu  S.P.  1994.  Manajemen  Sumber Daya Manusia. Jakarta : Ghalia Indonesia.

Komaryatin,  Nurul.  2006. Analisis  Efisiensi  Teknis Industri BPR di Eks Karisidenan Pati. Tesis S2 pasca sarjana, Universitas Diponegoro.

Kusnadi,  dkk.  1999. Akuntansi  Keuangan  (Prinsip, Prosedur dan Metode). Malang : Universitas Brawijaya Malang.

Manurung,  T.  2012.  Efektivitas  Biji  kelor  (Moringa oleifera)    pada    Pengolahan    Air    Sumur Tercemar  Limbah  Domestik.  Jurnal  Ilmiah FakultasTeknik   LIMIT’S.   Jakarta: Universitas Satya Negara Indonesia.

Suseno, Priyonggo. 2008. Analisis Efisiensi dan Skala Ekonomi pada Industri Perbankan Syariah di Indonesia. Jurnal Ekonomi Islam, Vol. 2 No. 1.    Yogyakarta:    Pusat    Pengkajian    dan Pembangunan Ekonomi Islam (P3EI) Fakultas Ekonomi UII.

Sumarjono, Djoko 2004 Diktat Kuliah, Ilmu Ekonomi Produksi.Prodi Sosial Ekonomi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Diponegoro, Semarang

Verawaty,   Dian   Saraswati,   Ramly   Abudi.   2014. Analisis Kadar BOD dan COD Pada PengolahanLimbahCair     di     Pabrik     Kelapa     Sawit PT.Lestari  Tani  Teladan  (LTT)  di  Provinnsi Sulawesi Tengah.

Bioscience.  2013. PT.  Intertek  Utama  Service  Waste Water Treatment plant (WWTP) Manual book