CV Jia Pradana menyediakan beberapa layanan jasa diantaranya konsultan
dibidang teknologi Informasi, multimedia seperti grafis desain,
dokumentasi photo maupun video sampai dengan pengadaan barang. Beberapa
produk jasa yang diberikan tersebut membutuhkan penjelasan dan interaksi
yang baik antara CV Jia Pradana sebagai perusahaan penyedia dengan
kustomer yang membutuhkan layanan tersebut. Diharapkan staff yang
bekerja di dalam perusahaan mampu dalam memberikan Informasi mengenai
produk dan memberikan bantuan pelayanan terhadap produk yang sedang
digunakan dengan baik. Penting bagi Perusahaan untuk tetap dapat
mempertahankan kepercayaan dan kepuasan pelanggan agar dapat terus
menggunakan jasanya. Dengan jumlah pelanggan yang ada, muncul
pertanyaan apakah dengan layanan yang diberikan saat ini sudah
memberikan kepuasan kepada pelanggan dan berkontribusi pada bertambahnya
jumlah pelanggan. Untuk dapat mengetahui tingkat kepuasan pelanggan
perlu dilakukan pengukuran tingkat kepuasan yang melibatkan pengguna
jasa. Pengukuran menggunakan metode servqual dengan lima dimensi dari
kualitas jasa yakni: Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance
dan Emphaty. Dengan pengukuran ini akan dapat terlihat tingkat kepuasan
pelanggan. Hasil penelitian yang didapat dari 100 sample adalah bahwa
layanan yang diberikan oleh perusahaan belum memberikan kepuasan kepada
pelanggan. Dimensi yang mempengaruhi secara signifikan terhadap kepuasan
pelanggan hanya terdapat pada dimensi Assurance dan Emphaty. Gap
Analysis juga dilakukan sebagai acuan manajemen untuk memperbaiki
kinerja perusahaan. Selisih gap dua terbesar dimana perusahaan dapat
fokus untuk memperbaiki kinerja ada pada dimensi Tangibles dan
Reliability.
Tingkat Kepuasan Pelanggan terhadap Kualitas Pelayanan Pada CV Jia Pradana dengan Metode Servqual
PEER REVIEW
Wulansari, N., Wahyu, & Kurniawan, Y. (2017). Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Melalui Sinergi UMKM Dan Good Governance Di Indonesia. Snaper-Ebis 2017, 2017, 262–268.
Agustinus, M. (2017). Ada 3,98 Juta Perusahaan Baru di RI dalam 10 Tahun Terakhir. Detikfinance. Tersedia: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3485474/ada-398-juta-perusahaan-baru-di-ri-dalam-10-tahun-terakhir
Kotler, P., & Keller, K. L. (2009). Manajemen Pemasaran (13th ed.). Jakarta: Erlangga
Sambodo, Aryo Tri, Dirgantara, H. B. (2014). Analisis Kepuasan Konsumen Dengan Servqual Studi Kasus : Media Sosial bhinneka.com (pp. 37–42).
Widowati, H. (2019). Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan E-commerce Tercepat di Dunia. Retrieved from https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/04/25/indonesia-jadi-negara-dengan-pertumbuhan-e-commerce-tercepat-di-dunia
Deo, P. G. E. (2017). Analisis Kualitas Layanan Lazada Dengan Menggunakan Metode E-Servqual Dan IPA, 2(1), 1–19.
A Parasuraman, Valarie A Zeithaml, and L. L. B. (1988). SERVQUAL: a Multiple-item Scale for Measuring Customer Perceptions of Service Quality. Journal Of Retailing, 64, 12–40.
Herawati, N. (2015). Pengaruh Kualitas Pelayanan PUSKESMAS Terhadap Kepuasan Pasien Pengguna Kartu Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS) Di Surakarta. Bhirawa, 2(2), 42–51. Retrieved from http://e-journal.stie-aub.ac.id/index.php/bhirawa/article/view/83/85
Wibawa, D. A. (2015). Mengukur Kualitas Layanan DIKLAT Dengan Servqual Model. Tersedia: https://bppk.kemenkeu.go.id/id/publikasi/artikel/147-artikel-anggaran-dan-perbendaharaan/20541-mengukur-kualitas-layanan-diklat-dengan-servqual-model
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Sitinjak T.J. dan Sugiarto, LISREL. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2005.
Muchsam, Yoki, Suprapto, Falahah, Saputro, G. (2011). Penerapan GAP Analysis Pada Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Kinerja Karyawan (Studi Kasus PT. XYZ.
Parasuraman, A. A. Zeithaml, V., and L. Berry, L. (1995). A Conceptual Model of Service Quality and Its Implications for Future Research. Journal of Marketing, 49.