ABSTRAK
Muhammad
Zulfiansyah Pratama (19160410), Penentuan
Kriteria dan Penerima Bantuan Pangan Non Tunai di Desa Parungkuda Dengan
Menggunakan Algoritma Naïve Bayes.
Program Bantuan Pangan Non Tunai merupakan transformasi dari
program sebelumnya yakni Beras Miskin (Raskin). Program ini dapat
digunakan untuk membeli bahan pangan berupa beras atau telur di pedagang bahan
pangan atau disebut E-Warong. Parungkuda merupakan desa yang menjalankan
program bantuan ini akan tetapi masalah
yang ada hingga saat ini adalah program
bantuan tersebut belum optimal serta belum tepatnya sasaran dikarenakan masih
banyak keluarga miskin yang tidak mendapatkan bantuan tersebut, disebabkan syarat kelayakan penerima bantuan
tidak sesuai dengan kriteria penerima bantuan. Kriteria tersebut adalah
penghasilan setiap bulan, kondisi rumah, jumlah keluarga, kepemilikan
kendaraan, serta jenis lantai bangunan.
Untuk mempermudah petugas dan mengurangi ketidaksinkronan dibutuhkanlah sebuah analisis terhadap penerima bantuan tersebut, salah satunya menggunakan metode naive bayes yaitu pengklasifikasian dengan metode probabilitas dan statistik yang dapat memprediksi peluang di masa depan berdasarkan pengalaman di masa sebelumnya serta hanya membutuhkan jumlah data training yang kecil. Nilai akurasi yang dihasilkan dari algoritma naïve bayes ini sebesar 96,39%. Oleh karena itu penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan dibuatnya model algoritma ini petugas dapat memilih penerima yang layak maupun tidak layak dalam menerima bantuan serta dapat mempermudah pembagian bantuan pangan non tunai agar tepat sasaran dan berjalan secara optimal.
ABSTRACT
Muhammad Zulfiansyah Pratama
(19160410), Determination of Criteria and Recipients of Non-Cash Food
Assistance in Parungkuda Village Using the Naïve Bayes Algorithm.
The Non-Cash Food Assistance Program is a
transformation from the previous program namely Poor Rice (Raskin). This
program can be used to purchase foodstuffs in the form of rice or eggs at food
vendors or called E-Warong. Parungkuda is a village that runs this assistance
program, but the problem that exists to date is that the assistance program is
not optimal and has not been precisely targeted because there are still many
poor families who do not get the assistance, due to the eligibility
requirements of beneficiaries are not in accordance with the criteria of
beneficiaries. These criteria are monthly income, housing conditions, number of
families, vehicle ownership, and the type of building floor.
To simplify staff and reduce
asynchronization, an analysis of beneficiaries is needed, one of which uses the
naive bayes method, which is classification with probability and statistical
methods that can predict future opportunities based on previous experience and
only requires a small amount of training data. The accuracy value generated
from the Naïve Bayes algorithm is 96.39%. Therefore, this study can be
concluded that by making this algorithm model officers can choose the
recipients who are eligible or not worthy of receiving assistance and can
facilitate the distribution of non-cash food aid to be on target and run
optimally
MUHAMMAD ZULFIANSYAH PRATAMA_19160410
annur, h. (2018). klasifikasi
masyarakat miskin menggunakan metode. 10, 160–165.
darmawati, d., munjin, r. a., & seran, g. g. (2017).
pengaruh supervisi kepala sekolah terhadap kinerja guru di smp negeri 1
parung kecamatan parung kabupaten bogor. jurnal governansi, 1(1),
13. https://doi.org/10.30997/jgs.v1i1.294
fatmawati, k., & windarto, a. p. (2018). data mining: penerapan
rapidminer dengan k-means cluster pada daerah terjangkit demam berdarah
dengue (dbd) berdasarkan provinsi. computer engineering, science and
system journal, 3(2), 173. https://doi.org/10.24114/cess.v3i2.9661
hasibuan, n. a., silalahi, n., nasution, s. d., sutiksno,
d. u., nurdiyanto, h., buulolo, e., ambon, p. n., pendahuluan, i., &
mining, a. d. (2017). implementasi data mining untuk pengaturan layout.
4(4), 6–11.
heridiansyah, j. (2012). pengaruh advertising terhadap
pembentukan brand awareness serta dampaknya pada keputusan pembelian produk
kecap pedas abc. jurnal stie semarang, 4(2), 53–73.
maharani, p. (2017). pedoman umum bantuan pangan non
tunai. 1–136.
muhamad, h., prasojo, c. a., sugianto, n. a., surtiningsih,
l., cholissodin, i., ilmu, f., universitas, k., & optimization, p. s.
(2017). optimasi naïve bayes classifier dengan menggunakan particle. 4(3),
180–184.
noor, m. (2014). penanggulangan kemiskinan di indonesia
(studi tentang program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri perkotaan di
kota semarang). serat acitya, 3(1), 130.
http://www.jurnal.untagsmg.ac.id/index.php/sa/article/view/127
rachman, b., agustian, a., tentara, j., no, p., &
barat, j. (2018). efektivitas dan perspektif pelaksanaan program beras
sejahtera ( rastra ) dan bantuan pangan non-tunai ( bpnt ) effectiveness and
perspective of rice for the poor and non-cash food assistance ( bpnt )
programs. 16(1), 1–18.
rahmat, d., yang, t., esa, m., & indonesia, p. r.
(2014). no title. 1.
rika harman. (2018). computer based information system
journal penerapan penerima uang dan beras rika harman. 01, 48–55.
saleh, a. (2015). implementasi metode klasifikasi naïve
bayes dalam memprediksi besarnya penggunaan listrik rumah tangga. 2(3),
207–217.
sugianto, c. a., & maulana, f. r. (2019). algoritma
naïve bayes untuk klasifikasi penerima bantuan pangan non tunai ( studi kasus
kelurahan utama ). techno.com. https://doi.org/10.33633/tc.v18i4.2587
susanto, s., & suryani, d. (2010). pengantar data
mining. 1–20.
no, s. v. o. l. i.
(2014). swabumi vol i no. 1, september 2014 issn 2355-990x penilaian
otomatis ujian essay online berbasis algoritma rabin karp. i(1),
62–69.
markus hofmann, r. k.
(2014). data mining use cases and business analytics applications.
taylor and francis group.
sintia, s., khautsar, a., puspitasari, d., & mustika, p. (2018). algoritma naïve bayes untuk memprediksi kredit macet pada koperasi simpan pinjam. 4(2).