Penerapan Analisa SWOT dan Triangulasi Teknik dalam Pemberdayaan Perempuan danPeningkatan Ekonomi Keluarga Pengrajin Kekeba Mini

research
  • 19 Dec
  • 2020

Penerapan Analisa SWOT dan Triangulasi Teknik dalam Pemberdayaan Perempuan danPeningkatan Ekonomi Keluarga Pengrajin Kekeba Mini

Pemberdayaan merupakan sebuah upaya dalam memberikan penguatan skill (keterampilan),
serta kemudahan akses agar masyarakat memiliki kesempatan yang lebih untuk berkembang
dan mampu meningkatkan
kesejahteraan. Minimnya partisipasi aktif dari perempuan dalam
pembangunan, membuat perempuan menjadi pihak yang semakin termarginalkan, Kondisi
kemiskinan menjadi persoalan tersendiri bagi perempuan untuk dapat mengakses berbagai
kebutuhan mereka, terlebi
h untuk berpartisipasi dalam kegiatan
-
kegiatan publik. Didesa
Sukajaya, khususnya di Kampung Salatamiang perempuan lebih terfokus pada pemenuhan
kebutuhan pokok dari pada terlibat di suatu organisasi. Dari hasil penelitian dengan
menggunakan metode penelit
ian deskriptif kualitatif, triangulasi tekhnik, dan analisis SWOT
diketahui bahwa beberapa alasan ibu rumah tangga bekerja menjadi pengrajin kekeba mini yaitu
untuk menambah pendapatan keluarga, selain itu juga karena pendidikan mereka yang tidak
cukup tin
ggi sehingga mereka hanya bisa bekerja sebagai pengrajin kekeba mini, dan untuk
mengisi waktu luang serta faktor lingkungan keluarga yang diwariskan dari generasi sebelumnya.
Dapat dikatakan pula kegiatan pemberdayaan perempuan pada pengrajin kekeba mini d
i
Kampung Salatamiang telah dilaksanakan dengan baik meskipun belum optimal dan merata,
adapun kegiatan pemberdayaan wanita yang telah dilakukan di kampung Salatamiang, desa
Sukajaya, kecamatan Sukabumi yaitu seperti mengaktifkan ibu
-
ibu dalam kegiatan PKK
desa,
kegiatan Kader Posyandu yang diprioritaskan kepada ibu
-
ibu muda, mengaktifkan wanita dalam
organisasi PNPM, Program Desa Sehat, Program Desa Siaga dan organisasi kemasyarakatan
lainnya, serta telah berdiri kelompok
-
kelompok usaha bersama Ibu
-
ibu rum
ah tangga dengan
kegiatan tata boga dengan membuat aneka kue, usaha menjahit dan sebagainya sebagai upaya
menambah pendapatan keluarga

Unduhan

 

REFERENSI

ida Vitayala. (2010). Pemberdayaan
Perempuan dari Masa ke Masa.
Bo
gor: IPB Press
Ambar Teguh,S.(2004). Kemitraan dan
Model
-
Model
Pemberdayaan.Yogyakarta:Gava
Media
Anwar (2007). Manajemen Pemberdayaan
Perempuan (Perubahan
SosialMelalui Pembelajaran
Vocational Skillpada Keluarga
Nelayan). Bandung: Alfabeta
Edi Suharto. (2
010). Membangun
Masyarakat Memberdayaka
Rakyat. Bandung:Refika Aditama
Iis Isparjiati. Peran Perempuan Ibu Rumah
Tangga dalam Meningkatkan
Kesejahteraan Sosial Keluarga
Melalui Kegiatan Ekonomi
Produktif.
Jurnal. Yogyakarta: B2P3KS
John W, Creswell. (201
0). Research Design
Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif,
dan Mixed.Yogyakarta: Pustaka
Pelajar
Miles, Matthew dan Huberman, Mihael.
(2007). Analisis Data Kualitatif.
Jakarta:UI Press
Lexy J. Moleong. (2009). Metodologi
Penelitian Kualitatif. Bandung:
Rema
ja Rosdakarya
Onny S. Prijono. (1996). Pemberdayaan
Konsep, Kebijakan dan
Implementasi. Jakarta:Centre for
Strategic and Internasional Studies
(CSIS)
Putong Iskandar. (2002). Pengantar
Ekonomi Mikro dan Makro Edisi 2.
Jakarta: Ghalia Indonesia
Rosyidi Suherman. (2011). Pengantar Ilmu
Ekonomi Pendekatan Kepada Teori

196
JURNAL
SWABUMI
Vol.
8
No.2
,
Septe
m
ber
20
20
:
1
88
-
196
Ekonomi Mikro dan Makro. Jakarta:
RajaGrafindo Persada
S. Nasution. (2003). Metodologi
Penelitian
Naturalistik Kualitatif. Bandung:
Tarsiko