Sebagai Humas pemerintah dalam bidang pariwisata yang notabenenya juga sebagai penggerak dari roda peningkatan devisa Negara, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia telah menjalankan tugas dan fungsinya dengan mencanangkan kampanye wisata ke Indonesia melalui promosi “Wonderful Indonesia”. Tindakan promosi yang dilakukan oleh Kemenpar RI mayoritas di dominasi dengan menggunakan media publikasi internasional dengan menggandeng media asing serta maskapai penerbangan asing. Hal ini diharapkan dapat memenuhi target yang telah ditetapkan yakni meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara hingga 17 juta pengunjung pada tahun 2018. Hal yang telah dilakukan Kemenpar RI mendapatkan beberapa rintangan diantaranya kejadian bencana alam dan kecelakaan pesawat yang terjadi di tahun 2018. Dengan kejadian tersebut membuat pihak Kemenpar beserta pelaku wisata lainnya lebih bekerja keras memaksimalkan tujuan utama mereka yakni mencapai kenaikan devisa di bidang pariwisata dan peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan informasi bahwa pemerintah telah menangani kejadian tersebut dan tetap menjalankan kampanye wisata ke Indonesia melalui media publikasi internasional, pembuatan stand atau booth dalam festival internasional dan lain sebagainya. Media publikasi internasional yang digunakan merupakan media ruang terbuka dan bersifat dinamis sehingga masyarakat internasional dapat dengan mudah melihat, membaca dan mencari tahu mengenai “Wonderful Indonesia”. Kemenpar RI pada akhirnya memang tidak mencapai target 17 juta pengunjung wisatawan mancanegara pada tahun 2018, hanya saja telah meningkatkan pemasukan devisa Negara dengan kedatangan para wisatawan mancanegara baik dengan maksud melakukan kegiatan berwisata maupun melakukan bisnis.
Peer Review
Andipate Anwar Arifin. (2015). Paradigma Baru Public Relations Teori, Strategi dan Riset, Jakarta: Pustaka Indonesia.
Deli Darlina. (2016). Pengaruh Citra Perusahaan Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Loyalitas Pada Jasa Perhotelan. Jom FISIP, 1(3)(3), 1–15. https://doi.org/10.1108/IJCHM-11-2014-0577
Lengkong, L, S., Sondakh, M., & Londa, W, J. (2017). STRATEGI PUBLIC RELATIONS DALAM PEMULIHAN CITRA PERUSAHAAN. E-Journal “Acta Diurna,” VI(1), 2–11.
Lubis, E. E. (2012). Peran Humas Dalam Membentuk Citra Pemerintah. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 12(1), 51–60.
M.A, M. (2015). Periklanan Komunikasi Pemasaran Terpadu. Penerbit Kencana. https://doi.org/10.1016/j.jallcom.2006.01.145
Mahfuzhah, H., & Anshari, A. (2018). MEDIA PUBLIKASI HUMAS DALAM PENDIDIKAN. ALTANZIM: JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM, 2(2), 137–149. https://doi.org/10.33650/altanzim.v2i2.395
MENGENAL KAMPANYE KOMUNIKASI. (2015). Wardah, 12(2), 185–197.
Prasiska, Y. V., & Dkk, D. (2017). CSR dan Citra Perusahaan. Jurnal Bisnis Dan Ekonomi, 24(1), 43–49.
Tyas, S. R., Hafiar, H., & Sani, A. (2018). MANAJEMEN KAMPANYE ELIMINASI KAKI GAJAH DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEHATANDI KABUPATEN BOGOR. PRofesi Humas : Jurnal Ilmiah Ilmu Hubungan Masyarakat, 2(1), 57. https://doi.org/10.24198/prh.v2i1.12008
War, M. S. (2019). Pariwisata Syari’ah sebagai Aset Perekonomian Dalam Bingkai Maqashid al-Syari’ah (Studi Atas Pandangan Tuan Guru Lombok). Jurnal Pariwisata, 6(1), 39–55. https://doi.org/10.31311/par.v6i1.4676
Widyarini, I. G. A., & Sunarta, I. N. (2019). Dampak Pengembangan Sarana Pariwisata Terhadap Peningkatan Jumlah Pengunjung Di Wisata Alam Air Panas Angseri, Tabanan. JURNAL DESTINASI PARIWISATA, 6(2), 217. https://doi.org/10.24843/jdepar.2018.v06.i02.p03