PEMILIHAN GURU FAVORIT MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DI MI MWB PUI AT-TAHDHIRIYYAH

research
  • 16 Dec
  • 2020

PEMILIHAN GURU FAVORIT MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DI MI MWB PUI AT-TAHDHIRIYYAH

Kepribadian merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seorang guru sebagai pengembang sumber daya manusia. Hal ini dikarenakan seorang guru merupakan panutan dan uswatun hasanah bagi peserta didiknya, sehingga dalam mengembangkan sumber daya manusia/peserta didik dimulai dengan contoh dalam pribadi pendidik itu sendiri. Ada beberapa karakteristik yang harus dimiliki guru dalam mengelola iklim psikososial kelas yang efektif bagi kelangsungan proses pembelajaran. Sistem Pendukung Keputusan merupakan penggabungan sumber-sumber kecerdasan individu dengan kemampuan komponen untuk memperbaiki kualitas keputusan. Kegiatan pengambilan keputusan diawali dengan tahap identifikasi masalah dan pendefinisian masalah. Dilanjutkan dengan fase perancangan dan pemodelan berbagai alternatif solusi, dan akhirnya penetapan solusi yang akan diimplementasikan.Metode Analytical Hierarcy Process (AHP) bersifat multi criteria karena menggunakan banyak criteria dalam penyusunan suatu prioritas sistem pendukung keputusan. Disamping sifatnya yang multi criteria, metode AHP juga didasarkan pada suatu proses yang logis dan terstruktur, karena penyusunan prioritasnya dilakukan dengan menggunakan prosedur yang logis dan terstruktur. Hasil penelitian tentang kriteria pemilihan guru favorit dengan menerapkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) ini menyatakan bahwa Urutan kepentingan pertama dalam goal adalah sikap, kedua cara mengajar, dan ketiga adalah penampilan

Unduhan

 

REFERENSI

Harjali. (2019). Penataan Lingkungan Belajar Strategi Untuk Guru dan Sekolah. Seribu Bintang. Hutapea, B. J., Hasmi, M. A., & Karim, A. (2018). Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Jenis Kulit Terbaik Untuk Pembuatan Sepatu Dengan Menggunakan Metode Vikor. JURIKOM(Jurnal Riset Komputer), 5(1), 6–12. Ma’arif, M. A. (2016). Pendidikan Islam dan Tantangan Modernitas (Input, Proses dan Output Pendidikan di Madrasah). 1(2), 47–58. Ma’rif, M. A. (2017). Analisis Konsep Kompetensi Kepribadian Guru PAI menurut Az-Zarnuji. 2, 36. Madya, W. A. (2017). Guru Profesional. XVII, 274–285. Maya, R. (2018). Esensi Guru Dalam Visi-Misi Pendidikan Karakter. 1–16. Padmowati, R. de L. E. (2015). Pengukuran Index Konsistensi Dalam Proses Pengambilan Keputusan. Seminar Nasional Informatika, (semnasIF), 80– 84. https://doi.org/10.1038/labinvest.2009.1 9 Rifai, A., Dian, S., & Alimi, M. Y. (2017). Pembentukan Karakter Nasionalisme melalui Pembelajaran Pendidikan Aswaja pada Siswa Madrasah Aliyah Al Asror Semarang. Journal of Educational Social Studies, 6(1), 7–19. Soapatty, L. (2014). Pengaruh Sistem Sekolah Sehari Penuh (Full Day School) Terhadap Prestasi Akademik Siswa SPM Jati Agung Sidoarjo. 2, 719–733. Widyasuti, M., Wanto, A., & Dedy Hartama, E. P. (2017). Rekomendasi Penjualan Aksesoris Handphone Menggunakan Metode Analitycal Hierarchy Process (AHP). Konferensi Nasional Teknologi Informasi Dan Komputer, 1(1), 27–32.