Media Partisan Indonesia Versus Regulator Media Pada Perspektif Ekonomi Politik Media

research
  • 14 Nov
  • 2020

Media Partisan Indonesia Versus Regulator Media Pada Perspektif Ekonomi Politik Media

Struktur pasar media massa Indonesia saat ini cenderung bergerak ke oligopoli. Penelitian sebelumnya menunjukan pemusatan kekuatan pada 13 konglomerasi media nasional dimana beberapa dari mereka aktif di partai politik. Hal ini berpengaruh pada praktik pers bekerja saat ini dalam membentuk opini publik cenderung menguntungkan pengiklan dan kepentingan konglomerasi. Teori Ekonomi Politik Media (Moscow, 1996) digunakan dalam penelitian ini terdiri atas komodifikasi, spasialiasi dan strukturasi. Metode Penelitian: Penelitian Kualitatif Deskriptif pendekatan Fenomenologi. Dari pembahasan hasil penelitian dapat disimpulkan Dialektika terjadi antara pihak media partisan dengan regulator media massa pada beberapa hal dimana Media Partisan menganggap masyarakat Indonesia adalah khalayak yang sudah pintar dan aktif dalam mengkonsumsi media sementara regulator beranggapan khalayak masih pasif dan mereka tidak punya pilihan dalam mengkonsumsi media. Independensi dan Netralitas adalah konsep yang berbeda dalam praktik pers, sehingga pers sebagai manusia biasa tidak ada yang dapat netral keseluruhan. Regulasi batasan kepemilikan media belum diatur dalam undang-undang kecuali hanya media televisi.

Unduhan

 

REFERENSI

Alwyny, Farouk Abdullah. “Ekonomi Politik

sebagai Szebuah Sistem”, diakses dari

https://www.islampos.com/ekonomi-politiksebagai-

sebuah-sistem-181995/ pada tanggal 1

Oktober 2015, pukul 15.56

Creswell, John W. (1998). Qualiatative Inquiry and

Research Design : Choosing Among Five

Traditions. USA : Sage Publication Inc.

Herdiansyah, Haris. (2010). Metodologi Penelitian

Kualitatif. Jakarta : Salemba Humanika.

Hirst, Martin & Roger Patching. (2005). Journalism

Ethics : Arguments and Cases. Melbourne :

Oxford University Press.

Kovach, Bill, dan Tom Rosentiel. (2006). Sembilan

Elemen Jurnalisme. Jakarta : Yayasan

Pantau.

Kriyantono, Rachmat. (2012). Teknik Praktis Riset

Komunikasi. Jakarta : Prenada Media

Group.

Lim,M.(2011)@crossroads:Democratization&Corp

oratizationofMediainIndonesia.Participator

ymedia.lab.asu.edu,http://participatorymed

ia.lab.asu.edu/files/Lim_Media_Ford_2011

.pdf

Meliala, Robbikal Muntaha. (2018a). Sikap Metro

TV Dalam Persaingan Pasar Oligopoli.

Jurnal Akrab Juara 3(3),38-52.

Meliala, R.M. (2018b). Analisis Model Super “A”

pada Iklan Promosi Kampus di Televisi.

Jurnal Studi Komunikasi,

2(2).doi:10.25139/jsk.v2i2.397

Meliala, Robbikal Muntaha. (2017). Representasi

Superioritas Pada Iklan Promosi Perguruan

Tinggi Di Televisi (Studi Semiotik Pierce

Pada Iklan BSI Grup). Jurnal IKRA-ITH

HUMANIORA, 1(2), 76-85.

Moscow, Vincent. 1996. Political Economy

Communication. SAGE Publication.

Pawito. (2007). Penelitian Komunikasi Kualitatif.

Yogyakarta : PT Lkis Pelangi Aksara

Yogyakarta.

Ruslan, Rosady. (2008). Metode Penelitian Public

Relations dan Komunikasi: Konsepsi dan

Aplikasi. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada.

Smith, Adam “Pembahasan mengenai pengertian

ekonomi politik”, diakses dari

http://www.pengertianpakar.com/2015/03/peng

ertian-ekonomi-politik-menurut-pakar.html#_,

pada tanggal 1 Oktober 2015, pukul 15.45

Susanti, Santi & Koswara, Iwan. (2018).

Pemertahanan Warisan Budaya Bangsa

Melalui Seni Tradisional. Junal Akrab

Juara, 3( 3), 62-74.

Yoedtadi, Muhammad Gafar dan Muhammad Adi

Pribadi. (2017). Upaya Redaksi Televisi

Menjaga Objektivitas Dalam Pemberitaan

Pilkada DKI Jakarta. Jurnal Muara Ilmu

Sosial, Humaniora dan Seni, 1(2), 275-285.