Pelatihan Sadar Wisata Dan Sapta Pesona Bagi Masyarakat Desa Sidomulyo, Pengasih, Kulon Progo

research
  • 10 Nov
  • 2020

Pelatihan Sadar Wisata Dan Sapta Pesona Bagi Masyarakat Desa Sidomulyo, Pengasih, Kulon Progo

Sadar wisata merupakan hal mendasar yang harus dipahami oleh setiap lapisan masyarakat. Kesadaran wisata yang tinggi mendorong masyarakat untuk berperan serta aktif dalam pembangunan pariwisata. Upaya peningkatan sadar wisata bagi masyarakat di desa Sidomulyo sangat penting, karena desa ini sedang mengembangkan pariwisata. Desa Sidomulyo mempunyai potensi wisata yang sangat kuat, namun belum didukung dengan kesiapan sumber daya manusia. Selain itu, tingkat sandar wisata masyarakat Sidomulyo juga masih sangat rendah. Penyiapan sumber daya manusia dilakukan melalui berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga bisa menjadi penggerak utama pengembangan desa wisata dan mengalami peningkatan dari aspek perekonomian. Pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu upaya peningkatan kualitas SDM dalam rangka meningkatkan sadar wisata. Metode yang digunakan yakni teknik ceramah dan pendekatan partisipatif. Masyarakat terlibat langsung dalam pelatihan melalui diskusi yang interaktif. Dari hasil pelatihan ini, masyarakat mempunyai pemahaman yang kuat tentang pentingnya pengembangan desa wisata dan meningkatkan kesadaran untuk terlibat aktif dalam pengelolaan desa wisata.

Unduhan

 

REFERENSI

Arevin, A.T. 2007. Perencanaan Dan Rancangan Program Penyuluhan Sadar Wisata Bagi Pengelola Usaha Rumah Makan Di Kota Bogor. Panorama Nusantara, 10 (3).


Evans, N., David, C., dan George, S. 2003. Strategic Management for Travel and Tourism. Oxford: Butterworth-Heinemann

Hadiwijoyo, S.S. 2012. Perencanaan Pariwisata Perdesaan berbasis Masyarakat. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Kusworo, H.A dan Damanik, J. 2002. Pengembangan SDM Pariwisata Daerah: Agenda Kebijakan untuk Pembuat Kebijakan. Jurnal Ilmu Sosial & Ilmu Politik, 6 (1), 105-120.
Mamonto, Nazlina., Gosal, Ronny., & Singkoh, Frans. 2017. Pemberdayaan Masayarakat dalam Menunjang Sektor Pariwiata sebagai Pendukung Perekonomian. Jurnal Eksekutif, 1 (1), 1-9.
Mikkelsen, B. 2003. Metode Penelitian Partisipatoris dan Upaya-upaya Pemberdayaan: Sebuah Buku Pegangan Bagi Para Praktisi Lapangan, Terjemahan Matheos Nalle. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Nuryanti, Wiendu. 1993. Concept, Perspective and Challenges. Makalah Bagian dari Laporan Koneferensi Internasional mengenai Pariwisata Budaya. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Pendit, N.S. 2003. Ilmu Pariwisata Sebuah Pengantar Perdana. Jakarta: Pradnya.
Priowirjanto, G.H. 2001. 'Birokrasi dan Kebijakan Pariwisata Indonesia Menghadapi AFTA 2003.' Makalah dalam Seminar Pariwisata yang Diselenggarakan oleh Jogja Tourism Training Center di Yogyakarta, 21 Juli 2001.
Sanjaya, W. 2006. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Setiawan, R.I. 2016. Pengembangan Sumber Daya Manusia di Bidang Pariwisata: Perspektif Potensi Wisata Daerah Berkembang. Jurnal Penelitian Manajemen Terapan (PENATARAN), 1(1), 23-35.
Soemaryani, I. 2016. Pentahelix Model To Increase Tourist Visit To Bandung And Its Surrounding Areas Through Huan Resource Development. Academy of Strategic Management Journal, 15 (3).
Sulistiyani, A.T. 2004. Kemitraan dan ModelModel Pemberdayaan. Yogyakarta: Gava Media.
Wahab, S dan Piagram, J.J. 1997. Tourism Development and Growth: The Challenge Of Sustainable. Routhledge. London and Newyork.
Zakaria, F dan Suprihardjo, R.D. 2014. Konsep Pengembangan Kawasan Desa Wisata di Desa Bandungan Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan. Jurnal Teknik Pomits, 3(2), 2337-3520.