Pemanfaatan Tepung Umbi Gadung (Dioscorea Hispida Dennst) Sebagai Bahan Subtitusi Dalam Pembuatan Cake

research
  • 03 Nov
  • 2020

Pemanfaatan Tepung Umbi Gadung (Dioscorea Hispida Dennst) Sebagai Bahan Subtitusi Dalam Pembuatan Cake

Sesuai dengan target dari kemenpar pada tahun 2019 ini khususnya di kota Yogyakarta sedang menggalakkan wisata kuliner dengan memanfaatkan potensi lokal daerah masing-masing, menjadi aneka olahan makanan yang dapat dinikmati. Puncak Sosok adalah salah satu destinasi wisata yang ada di desa Bawuran, Pleret, Bantul, Yogyakarta. Desa Bawuran memiliki potensi lokal umbi-umbian yang melimpah seperti umbi gadung, gembili, ubi jalar dan singkong. Salah satu umbi yang belum banyak di manfaatkan oleh masyarakat sekitar adalah umbi gadung. Hal ini dikarenakan keterbatasan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam mengolah umbi gadung. Permasalahan yang terjadi di Desa Bawuran bahwa masyarakat desa Bawuran belum bisa mengolah umbi gadung menjadi makanan yang vareatif, sehingga dalam penelitian ini peneliti akan bereksperimen mengolah cake dengan subtitusi tepung gadung menggunakan tiga formulasi yang berbeda dengan maksud dan tujuan untuk mendapatkan hasil olahan umbi gadung menjadi makanan yang bervaretif sehingga memiliki daya jual tinggi dan diharapkan dapat memberikan tambahan finansial bagi masyarakat Desa Bawuran. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan membuat 3 rancangan penelitian serta terdapat 1 kontrol. Model penelitian pengembangan yang digunakan adalah model Four-D meliputi tahap define, design, develop,and disseminate. Analisis data menggunakan nilai rerata dan analisis uji Paired T Test melalui SPSS (Stastistical Product And Service Solutions) dengan taraf signifikansi 5%. Hasil dari penelitian ini adalah Cake dengan subtitusi tepung gadung 75% secara keseluruhan menghasilkan cake yang paling disukai oleh panelis dengan nilai rerata 4,10 serta P Value 0,662. Cake dengan subtitusi 75% menghasilkan cake dengan aroma yang harum, warna yang cerah (bloom), rasa yang enak dan manis, tekstur yang lembut serta volume yang homogen. Mutu daya simpan rata-rata untuk cake dengan subtitusi tepung gadung 75% adalah 2-3 hari cake masih layak untuk di konsumsi.

Unduhan

 

REFERENSI

Junita. 2019. Homemade Snack & Desserts. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Kemenpar. (Rabu, 4 Januari 2012). Wisata Kuliner Akan Dijadikan Ikon Pariwisata. https://www.kemenparekraf.go.id/post/wisata-kuliner-akan-dijadikan-ikon-pariwisata .(di akses 20 Januari 2020)

Kemenpar. 2019. Kemenpar. 2019. MaksimalkanKuliner, Kemenpar CO-Branding 100 Restoran Diaspora. https://www.kemenparekraf.go.id/index.php/post/news-maksimalkan-kuliner-kemenpar-co-branding-100-restoran-diaspora (di akses 20 Januari 2020)
Mulyatiningsih, Endang. (2012). Metode Penelitian Terapan Bidang Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Nazir, Moh. (2011). Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.
Putra, I Gusti Ngurah Pratama danTeti Estiasih.(2016).Potensi Hepatoprotektor Umbi-Umbian Lokal Inferior: Kajian Pustaka. Jurnal Pangan dan Agroindustri, IV (1), 436-442. Di ambil dari https://jpa.ub.ac.id/index.php/jpa/article/view/346
Rayner, Tintin. 2017. Simple and Moist Cake. Jakarta: Kawan Pustaka.
Suhardjito, YB. 2006, Pastry Dalam Perhotelan. Yogyakarta: CV. Andi Offset. Sumiati, Imas. Cokorda Istri Raka Marsiti,S.Pd., M.Pd ., dan Ida Ayu Putu Hemy Ekayani, S.Pd .(2014).Studi Eksperimen Pemanfaatan Tepung Gadung Menjadi Sponge Cake. Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, II(1). Di ambil dari https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPKK/article/view/1871 Sumunar, Siwi Ratna dan Teti Estiasih. (2015). Umbi Gadung (Dioscorea Hispida Dennst) Sebagai Bahan Pangan Mengandung Senyawa Bioaktif. Jurnal Pangan dan Agroindustri, III (1). Di ambil dari https://jpa.ub.ac.id/index.php/jpa/article/view/115