CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILTY WAFER TANGO MILEA SUARA DARI DILAN SEBAGAI MEMIKAT KAUM MILLENIAL

research
  • 30 Sep
  • 2020

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILTY WAFER TANGO MILEA SUARA DARI DILAN SEBAGAI MEMIKAT KAUM MILLENIAL

Penelitian ini mengungkapkan bahwa kegiatan Corpora
te Social Responsibility selain untuk
menjalankan kewajiban yang diamanatkan Undang Undan
g, juga dapat dilakukan selaras dan
mendukung kegiatan promosi yang dilakukan oleh sebu
ah brand. Corporate Social
Responsibility yang dikaitkan dengan film Milea Sua
ra Dari Dilan yang dilakukan oleh Wafer
Tango ternyata memang sejalan dengan strategi brand
yang mulai membidik millenial sebagai
target market sejak tiga tahun lalu. Untuk memikat
millenial yang cenderung berpihak pada
perusahaan yang menunjukkan nilai-nilai sosial seba
gai bagian dari kontribusi mereka kepada
masyarakat maka kegiatan CSR Tango Peduli Gizi Anak
Indonesia yang dikaitkan dengan film
Milea Suara Dari Dilan memang ditujukan agar, brand
Wafer Tango dianggap sebagai brand
yang berpihak kepada masyarakat oleh para millenial
Penelitian ini mengungkapkan bahwa kegiatan Corpora
te Social Responsibility selain untuk
menjalankan kewajiban yang diamanatkan Undang Undan
g, juga dapat dilakukan selaras dan
mendukung kegiatan promosi yang dilakukan oleh sebu
ah brand. Corporate Social
Responsibility yang dikaitkan dengan film Milea Sua
ra Dari Dilan yang dilakukan oleh Wafer
Tango ternyata memang sejalan dengan strategi brand
yang mulai membidik millenial sebagai
target market sejak tiga tahun lalu. Untuk memikat
millenial yang cenderung berpihak pada
perusahaan yang menunjukkan nilai-nilai sosial seba
gai bagian dari kontribusi mereka kepada
masyarakat maka kegiatan CSR Tango Peduli Gizi Anak
Indonesia yang dikaitkan dengan film
Milea Suara Dari Dilan memang ditujukan agar, brand
Wafer Tango dianggap sebagai brand
yang berpihak kepada masyarakat oleh para millenial
Penelitian ini mengungkapkan bahwa kegiatan Corpora
te Social Responsibility selain untuk
menjalankan kewajiban yang diamanatkan Undang Undan
g, juga dapat dilakukan selaras dan
mendukung kegiatan promosi yang dilakukan oleh sebu
ah brand. Corporate Social
Responsibility yang dikaitkan dengan film Milea Sua
ra Dari Dilan yang dilakukan oleh Wafer
Tango ternyata memang sejalan dengan strategi brand
yang mulai membidik millenial sebagai
target market sejak tiga tahun lalu. Untuk memikat
millenial yang cenderung berpihak pada
perusahaan yang menunjukkan nilai-nilai sosial seba
gai bagian dari kontribusi mereka kepada
masyarakat maka kegiatan CSR Tango Peduli Gizi Anak
Indonesia yang dikaitkan dengan film
Milea Suara Dari Dilan memang ditujukan agar, brand
Wafer Tango dianggap sebagai brand
yang berpihak kepada masyarakat oleh para millenial

Penelitian ini mengungkapkan bahwa kegiatan Corporate Social Responsibility selain untuk menjalankan kewajiban yang diamanatkan Undang Undang, juga dapat dilakukan selaras dan mendukung kegiatan promosi yang dilakukan oleh sebuah brand. Corporate Social Responsibility yang dikaitkan dengan film Milea Suara Dari Dilan yang dilakukan oleh Wafer Tango ternyata memang sejalan dengan strategi brand yang mulai membidik millenial sebagai target market sejak tiga tahun lalu.  Untuk memikat millenial yang cenderung berpihak pada perusahaan  yang menunjukkan nilai-nilai sosial sebagai bagian dari kontribusi mereka kepada masyarakat maka  kegiatan CSR Tango Peduli Gizi Anak Indonesia yang dikaitkan dengan film Milea Suara Dari Dilan memang ditujukan agar, brand Wafer Tango dianggap sebagai brand yang berpihak kepada masyarakat oleh para millenial.

Unduhan

 

REFERENSI

Anderson, Rachel L. (et.al). 2018 Millennials’ Purchasing Response to Firms’ CSR Behavior, Milwaukee: The Marketing Management Journal.

Bungin, Burhan. 2007. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Cangara, Hafied. 2005. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.

Hadi, Nor. 2011. Corporate Social Responsibility. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Kotler, Philip & Nancy Lee. 2005. Corporate Social Responsibility: Doing the Most Good for Your Company and Your Cause. New Jersey: John Wiley and Sons,Inc.

Kriyantono, Rahmat. 2006. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: PT. Kencana Perdana.

Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.

Muhadjir, Noeng. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Rake Sarasih.

Nursahid, F. 2006. Tangung Jawab Sosial BUMN. Depok: Piramedia.

Nielsen Global Corporate Sustainability Report. 2015

Horovits, Bruce. 2012. After Gen X, Millennials, what should next generation be?. USA Today. Retrieved 18 April 2015.

Hoover, Eric. 2009. The Millennial Muddle: How stereothyping students became a thriving industry and a bundle of contradictions. The chronicle of higher education. Retrieved 18 April 2015.

Lancaster, L. C., & Stillman, D. 2002. When Generations Collide: Who They Are. Why They Clash. How to Solve the Generational Puzzle at Work. New York: HarperCollins. 

Solomon, M.R. & Rabolt, N. 2009. Consumer Behaviour in Fashion, 2nd.Edition.USA: Prentice Hall

https://www.kearney.com/web/globalbusiness-policycouncil/article?/a/where-are-the-globalmillennials

https://ot.id/berita-kegiatan/tango-dan-mileadukung-perbaikan-gizi-anak-indonesia-1

https://ot.id/berita-kegitan/tango-milea-suarasenyap-dari-sumba-barat-daya-1

https://banten.antaranews.com/berita/86374/orang-tua-group-galang-dana-melaluipemeran-milea

https://www.oborberkat.com/trial/index.php/read/id/59/title/Bersama+Tango%2C+Mendidik+Masyarakat+di+5+Kota+Di+Indonesia.html