Penelitian dilakukan untuk menentukan diagnosa penyakit Demam Berdarah dengan menggunakan Metode TOPSIS (Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution) . Dalam metode TOPSIS ini mencari nilai preferensi, Defuzzyfikasi matriks, hingga Penentuan perangkingan dalam menentukan diagnosa suatu penyakit pada rumah sakit. dalam (F-MADM) menentukan nilai bobot dan perangkingan dengan tiga pendekatan yaitu pendekatan subyektif, pendekatan obyektif dan pendekatan integrasi, beberapa penyakit tersebut mempunyai gejala yang sangat mirip, Adapun gejala-gejalanya yaitu Demam Tinggi, Penurunan Trombosit, Bintik Merah, Mual & muntah, Sakit Kepala, Batuk & Pilek, Ulu Hati Nyilu, Badan Mengigil, Pegal & Nyeri Otot, Pendarahan, Sakit Tenggorokan dan Hilang Nafsu Makan. Penentuan Keputusan hasil diagnosa tersebut berdasarkan perhitungan pada variabel perbandingan gejala-gejala penyakit yang disebut sebagai kriteria dengan beberapa Penyakit (alternatif) yang dilakukan oleh beberapa ahli dibidangnya dengan melakukan pengolahan data oleh data hasil kuisioner yang disebar dan didapat hasil 0,89% untuk penyakit demam berdarah, 0,63% chikungunyah, 0.25% untuk penyakit malaria dan 0.25% untuk penyakit typus, penentuan diagnosa penyakit Demam berdarah dengan menentukan uji realibitas suatu nilai dapat digunakan sebagai acuan dalam mengambil keputusan diagnosa suatu penyakit, sehingga pasien yang datang pada rumah sakit langsung dapat diatasi dengan melihat dari gejala-gejala penyakit yang dideritanya.
Sistem Pendukung Keputusan Metode Topsis Untuk Diagnosa Penyakit Demam Berdarah
Bima, P., &
Sagala, J. R. (2019). Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Demam Berdarah
Menggunakan Metode Certainty Factor. Excellent Midwifery Journal, 2(2),
68–73.
Ghozali, A., Prakoso,
M., & Muin, A. (2017). Penerapan Sistem Pakar Diagnosa Demam Berdarah
Dengue Menggunakan Certainty Factor Methods. Jurnal Insypro (Information
System and Processing), 2(2), 1–6.
https://doi.org/10.24252/insypro.v2i2.4075
Hosseini Nasab, H.,
& Milani, A. S. (2012). An improvement of quantitative strategic planning
matrix using multiple criteria decision making and fuzzy numbers. Applied
Soft Computing, 12(8), 2246–2253. https://doi.org/10.1016/j.asoc.2012.03.010.
Ningrum Meliya,
Sutarman, dan Sitepu Rachmad. Aplikasi Metode TOPSIS Fuzzy Dalam Menentukan
Prioritas Kawasan Perumahan Di Kecamatan Percut Sei Tuan. Jurnal Saintia
Matematika. Vol. 1, No. 1, pp, 101-105. 2012.
Kementerian Kesehatan
RI. (2019). Kasus DBD Terus Bertambah, Anung Imbau Masyarakat Maksimalkan
PSN (Berita yang dirilis) 2019. 1–2.
http://www.depkes.go.id/article/view/19013000002/perilaku-manusia-sebabkan-populasi-nyamuk-dbd-meningkat.html
Pribadi, D., Athiry,
S., Saputra, R. A., Supiandi, A., & Prayudi, D. (2018). Sistem Pakar
Diagnosa Penyakit Demam Berdarah Dengue Menggunakan Algoritma Iterative
Dichotomiser 3 ( ID3 ). Seminar Nasional Inovasi Dan Tren (SNIT), 3(1),
129–133.
Shofia, E. N. dkk. (2017). Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Demam : DB