Sistem Pendukung Keputusan Metode Topsis Untuk Diagnosa Penyakit Demam Berdarah

research
  • 12 Sep
  • 2020

Sistem Pendukung Keputusan Metode Topsis Untuk Diagnosa Penyakit Demam Berdarah

Penelitian  dilakukan  untuk  menentukan  diagnosa  penyakit  Demam  Berdarah  dengan menggunakan  Metode  TOPSIS  (Technique  for  Order  Preference  by  Similarity  to  Ideal  Solution) .  Dalam metode TOPSIS ini mencari nilai preferensi, Defuzzyfikasi matriks, hingga Penentuan perangkingan dalam menentukan  diagnosa  suatu  penyakit  pada  rumah  sakit.  dalam  (F-MADM)  menentukan  nilai  bobot  dan perangkingan dengan tiga pendekatan yaitu pendekatan subyektif, pendekatan obyektif dan pendekatan integrasi, beberapa penyakit tersebut mempunyai gejala yang sangat mirip, Adapun gejala-gejalanya yaitu Demam Tinggi, Penurunan Trombosit, Bintik Merah, Mual & muntah, Sakit Kepala, Batuk & Pilek, Ulu Hati Nyilu,  Badan  Mengigil,  Pegal  &  Nyeri  Otot,  Pendarahan,  Sakit  Tenggorokan  dan  Hilang  Nafsu  Makan. Penentuan  Keputusan  hasil  diagnosa  tersebut  berdasarkan   perhitungan  pada  variabel  perbandingan gejala-gejala penyakit yang disebut  sebagai kriteria dengan beberapa Penyakit (alternatif) yang dilakukan oleh beberapa ahli dibidangnya dengan melakukan pengolahan data oleh data hasil kuisioner yang disebar dan  didapat  hasil  0,89%  untuk  penyakit  demam  berdarah,  0,63%  chikungunyah,  0.25%  untuk  penyakit malaria  dan  0.25%  untuk  penyakit  typus,  penentuan  diagnosa  penyakit  Demam  berdarah  dengan menentukan  uji  realibitas  suatu  nilai  dapat  digunakan  sebagai  acuan  dalam  mengambil  keputusan diagnosa  suatu  penyakit,  sehingga  pasien  yang  datang  pada  rumah  sakit  langsung  dapat  diatasi  dengan melihat dari gejala-gejala penyakit yang dideritanya.

Unduhan

  • Cover_Jurnal.pdf

    Sistem Pendukung Keputusan Metode Topsis Untuk Diagnosa Penyakit Demam Berdarah

    •   diunduh 605x | Ukuran 2,209 KB

 

REFERENSI

Bima, P., & Sagala, J. R. (2019). Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Demam Berdarah Menggunakan Metode Certainty Factor. Excellent Midwifery Journal, 2(2), 68–73.

Ghozali, A., Prakoso, M., & Muin, A. (2017). Penerapan Sistem Pakar Diagnosa Demam Berdarah Dengue Menggunakan Certainty Factor Methods. Jurnal Insypro (Information System and Processing), 2(2), 1–6. https://doi.org/10.24252/insypro.v2i2.4075

Hosseini Nasab, H., & Milani, A. S. (2012). An improvement of quantitative strategic planning matrix using multiple criteria decision making and fuzzy numbers. Applied Soft Computing, 12(8), 2246–2253. https://doi.org/10.1016/j.asoc.2012.03.010.

Ningrum Meliya, Sutarman, dan Sitepu Rachmad. Aplikasi Metode TOPSIS Fuzzy Dalam Menentukan Prioritas Kawasan Perumahan Di Kecamatan Percut Sei Tuan. Jurnal Saintia Matematika. Vol. 1, No. 1, pp, 101-105. 2012.

Kementerian Kesehatan RI. (2019). Kasus DBD Terus Bertambah, Anung Imbau Masyarakat Maksimalkan PSN (Berita yang dirilis) 2019. 1–2. http://www.depkes.go.id/article/view/19013000002/perilaku-manusia-sebabkan-populasi-nyamuk-dbd-meningkat.html

Pribadi, D., Athiry, S., Saputra, R. A., Supiandi, A., & Prayudi, D. (2018). Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Demam Berdarah Dengue Menggunakan Algoritma Iterative Dichotomiser 3 ( ID3 ). Seminar Nasional Inovasi Dan Tren (SNIT), 3(1), 129–133.

Shofia, E. N. dkk. (2017). Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Demam : DB