Jurnal Penelitian Perilaku Cyberloafing Ditinjau Dari Psychological Capital dan Adversity Quotient

research
  • 02 Sep
  • 2020

Jurnal Penelitian Perilaku Cyberloafing Ditinjau Dari Psychological Capital dan Adversity Quotient

Cyberloafing adalah perilaku karyawan menggunakan internet milik perusahaan atau pribadi untuk tujuan yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan dan dilakukan selama jam kantor. Menilai perilaku cyberloafing di perusahaan, institusi atau organisasi adalah penting untuk meminimalkan atau bahkan menghilangkan faktor-faktor yang menyebabkan perilaku cyberloafing. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis secara empiris pengaruh modal psikologis dan kecerdasan adversitas terhadap perilaku cyberloafing. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan kuesioner, sedangkan teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah 150 karyawan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis, temuan berikut diperoleh: (1) secara simultan modal psikologis dan quotient adversity quotient dampak negatif dan signifikan terhadap perilaku cyberloafing, (2) sebagian modal psikologis negatif dan dampak signifikan pada perilaku cyberloafing, (3) sebagian kesulitan hasil bagi dampak negatif dan signifikan pada perilaku cyberloafing.

 

Unduhan

 

REFERENSI

Ghozali, I. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

La, Rose, R. (2010) Social Networking: Addictive, Compulsive, Problematic or Just Another Media Habit in Z Papacharissi (Ed). 59-81

Latan, H. (2014). Aplikasi Statistik Untuk Ilmu Sosial Sains Dengan Stata. Bandung : Alfabeta.

Liberman. (2015). Penggunaan Internet di Kalangan Perusahaan . Jakarta: Pusat Kajian Komunikasi Universitas Indonesia .

Lim, V.K.G & Chen, D.J.Q. (2009). Impact of Cyberloafing on Affect, Work Depletion, Facilitation and Enggagement. 1-20

Luthans. (2011). Organizational Behavior : An Evidence Based Approach (12 thed). New York : MC Graw Hill.

Marluga, H. (2017). Mengasuh Kekuatan Mental. Jakarta: Jala Permana Aksara

Oetomo, B. S. (2007). Pengantar Teknologi Informasi Internet, Konsep dan Aplikasi . Yogyakarta : Andi .

Ozler, D.R. & Polat, G. (2012). Cyberloafing Phenomenon    In            Organizations: Determinants and Impact . International Journal of E Business and E Goverment Studies, 1-15.

Rahayuningsih, T. (2017). Perilaku Cyberloafing ditinjau dari Kecerdasan Adversitas dan Komitmen Kerja. Psychopolytan, 49-53

Robbins, S. & Timothy A Judge. (2008). Perilaku Organisasi. Jakarta : Salemba 4.

Sari, A. A. (2017). Dasar-Dasar Public Relations Teori dan Praktek. Yogyakarta: Deepublish.

Sujarweni,  V.  (2014).  SPSS  untuk  Penelitian . Yogyakarta: Pustaka Baru Pers

Sutrisno, H. (2015). Statistik. Yogyakarta: Pustaka Belajar