Cheating like corruption and various
financial scandals happened lately, whistleblowing deemed necessary to minimize
those frauds. Research is aimed to analyze
the influence of organizational commitment and organizational climate toward whistleblowing action. This type of research
is the study of causality, methods
using purposive sampling techniques. The data used in the research is the primary data collected
through a questionnaire survey in government auditors (internal auditors) who work at Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jakarta
Province Representation. A total respondents used in this research
is 200 respondents. Based
on the results of the research,
then obtained the following
findings: (1) simultaneous organizational commitment and organizational climate positive and significant impact on whistleblowing action,
(2) partially organizational commitment positive and significant impact on whistleblowing action, (3) partially
organizational climate positive and significant effect on whistleblowing action. It shows that the better organizational
commitment and organizational climate , the
higher of whistleblowing action.
Jurnal Devy Sofyanty
ST Penelitian Devy Sofyanty
Peer Review
Arsana, I. P. (2018). Etika Profesi Insinyur: Membangun Sikap Profesionalisme Sarjana Teknik .
Yogyakarta: Deepublish.
Diani, R. C. (2017). 2017.
Jurnal Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara Volume 3 No.2, 131-149.
Ghozali, I. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hartanto, F. M. (2009). Paradigma Baru Manajemen
Indonesia: Menciptakan Nilai
dengan
Bertumpu pada Kebijakan
dan Potensi Insani . Bandung
: Mizan.
Kreitner, R. d. (2014). Organizational Behavioral- Ed. 5. Boston: McGraw-Hill.
Kreshastuti, D. (2014) Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Intensi Auditor untuk Melakukan Tindakan Whistleblowing. Diponegoro Journal of Accounting, 1-15
Kusumaputri, E. S. (2018).
Komitmen Pada Perubahan (Perubahan Organisasi Dalam Perspektif Islam dan Psikologi. . Yogyakarta:: Deepublish.
Muhammad, A. (2014). Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara
Priyatno, D. (2009). 5 Jam Belajar
Olah Data dengan
SPSS 17. Jakarta: Andi.
Robbins, S. &. (2008). Perilaku Organisasi. Jakarta: Salemba 4.
Robbins, S. J. (2015).
Perilaku Organisasi (Organziational Behavior). Jakarta: Salemba Empat.
Sagala, S. (2009). Memahami Organisasi Pendidikan. Bandung: Alfabeta
Semendawai, A. H. (2011).
Memahami Whistleblowing . Jakarta
: Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Setiawan, B. 2. (2015). Teknik Praktis Analisis Data Penelitian Sosial dan Bisnis dengan SPSS. . Yogyakarta: Andi.
Shaleh, M. (2018). Komitmen
Organisasi terhadap Kinerja
Pegawai. Makasar: Aksara
Timur.
Siregar, S. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif: Dilengkapi Perbandingan Perhitungan Manual dan SPSS. . Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Soetopo, H. (2012). Perilaku Organisasi: Teori dan Praktik di Bidang Pendidikan . Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sujarweni, V. (2014). SPSS untuk Penelitian . Yogyakarta: Pustaka Baru PersTuanakotta, M. T. (2010). Akuntansi Forensik dan Audit Investigatif. Jakarta: Salemba Empat .
Usman, H. (2010). Manajemen: Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan
. Jakarta: Bumi Aksara.
Wijayanto. (2009). Korupsi Mengkorupsi Indonesia: sebab, akibat dan prospek
pemberantasan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Wirawan. (2008). Budaya dan Iklim Organisasi . Jakarta: Salemba 4
Yusuf,