Prokrastinasi Kerja ditinjau dari Kepuasan Kerja dan Iklim Organisasi

research
  • 12 Aug
  • 2020

Prokrastinasi Kerja ditinjau dari Kepuasan Kerja dan Iklim Organisasi

Prokrastinasi kerja adalah perilaku dimana pegawai menunda pekerjaan mereka dengan sengaja, baik untuk memulai pekerjaan, mengerjakan atau menyelesaikan pekerjaan yang telah menjadi tanggung jawabnya meskipun pegawai mengetahui lebih banyak resiko negative yang diakibatkan dari perilaku tersebut. Ironisnya perilaku tersebut cenderung berulang dan individu tidak merasa jera dengan akibat yang ditimbulkannya sehingga dapat berkembang menjadi sebuah kebiasaan. Mengkaji perilaku prokrastinasi kerja pada suatu perusahaan atau instansi menjadi penting untuk meminimaliasi atau bahkan meniadakan factor-faktor pencetus prokrastinasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh kepuasan kerja dan iklim organisasi secara parsial maupun simultan terhadap prokrastinasi kerja. Penelitian ini dilakukan di Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Metode pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian, maka didapatkan temuan sebagai berikut: (1) secara bersama-sama atau simultan kepuasan kerja dan iklim organisasi berpengaruh terhadap prokrastinasi kerja, (2) secara parsial kepuasan kerja berpengaruh negative dan signifikan terhadap prokrastinasi kerja, (3) secara parsial iklim organisasi berpengaruh negative dan signifikan terhadap prokrastinasi kerja.

Unduhan

 

REFERENSI

Abas, E. (2017). Magnet Kepemimpinan Kepala Madrasah Terhadap Kinerja Guru . Jakarta: PT Elex Media Komputindo .

Fattah, H. (2017). Kepuasan Kerja dan Kinerja Pegawai . Yogyakarta: Elmatera.

Ghozali, I. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Ghufron,  R.  R.  (2011).  Teori  -  Teori  Psikologi.

Yogyakarta: Ar Ruzz Media.

Hidayah, A. A. (2014). Landasan Sosial Budaya dan Psikologis Pendidikan. Malang: Gunung Samudera.

Imaduddin, A. (2018). Memahami Arti Perubahan .

Tasikmalaya : Edu Publisher .

Kusumaputri, E. S. (2018). Komitmen Pada Perubahan Organisasi dalam Perspektif Islam dan Psikologi. Yogyakarta: Deepublish.

Muhammad,  A.  (2014).  Komunikasi  Organisasi.

Jakarta : Bumi Aksara.

Noermijati. (2013). Kajian Tentang  Aktualisasi Teori Hezberg, Kepuasan Kerja  dan Kinerja Spiritual Manajer Operasional. Malang : UB Press.

Priyatno, D. (2009). 5 Jam Belajar Olah Data dengan SPSS 17. Jakarta: Andi.

Rukajat, A. (2018). Pendekatan Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta: Deepublish.

Sagala, S. (2009). Memahami Organisasi Pendidikan . Bandung : Alfabeta.

Setiawan, B. 2. (2015). Teknik Praktis Analisis Data Penelitian Sosial dan Bisnis dengan SPSS. . Yogyakarta: Andi.

Soetopo, H. (2012). Perilaku Organisasi: Teori dan Praktik di Bidang Pendidikan . Bandung : Remaja Rosdakarya.

Ulum, C. (2016). Perilaku Organisasi : Menuju Orientasi Pemberdayaan. Malang : UB Press.

Umiarso. (2018). Kepemimpinan transformasional Profetik Kajian Paradigmatik Onto Integralistik di Lembaga Pendidikan Islam

. Jakarta: Prenada Media Grup.

Usman, H. (2010). Manajemen: Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan . Jakarta: Bumi Aksara.

Wirawan.  (2008).  Budaya  dan  Iklim  Organisasi  .

Jakarta: Salemba 4.

Zamzam, F. (2019). Good Governance Sekretaris DPRD . Yogyakarta : Deepublish .