Strategi pendidikan yang dikembangkan Belanda untuk bangsa Indonesia ialah untuk
mengukuhkan kekuasaan kolonialnya. Kepada bangsa Indonesia ditanamkan mitos bahwa Eropa, terutama Belanda, adalah bangsa yang unggul. Sebaliknya, bangsa Indonesia bodoh, malas dan kumuh. Juga ditanamkan semangat "anak jajahan" yang penurut, elistis, feodalistik dan berpecah-belah. Sekolah didirikan dengan jenis dan tingkat yang berbeda-beda. Untuk pribumi didirikan 2 tingkat sekolah Sekolah rakyat 3 tahun dan Sekolah rakyat 5 tahun. Sekolah ini tidak ada sambungannya, selain ke sekolah pertukangan untuk mendidik tenaga kerja di bengkel perusahaan milik Belanda. Untuk golongan elit didirikan sekolah tingkat rendah sampai tingkat atas berbahasa Belanda.
artikel Maret 2015
peer review artikel 3
maret 2015 (Cov,daftr, red)
The Definition to Educational Tecnology. Washington DC. Mc Grow Hil. Angani Sudono, 2001... Mengembangkan kesadaran Masyarakat: Berpartisipasi Meningkatkan Pendidikan Anak Bangsa, dalam Membangun Masyarakat Pendidikan. Bahan Bacaan Inservice Training BP-3 MI & MTS, INSEP
bekerjasama dengan BEP Depag, Jakarta Ariet. I dan Hendri Tanjung 2003. Manajemen Motivasi. Jakarta: Grassindo. Cooper. Robert K, & Sawaf, Ayman, 1997. Executive EO Emotional Intelligence in
Leadership and Organization, New York. Advanced Intelligence Technologies, LLC Dharma, A. 1985. Manajemen Prestasi Kerja Pedoman Praktis Para Penyelia Untuk
Meningkatkan Prestasi Kerja Jakarta: CV. Rajawali. Enoch, J. 1998. Dasar-Dasar Perencanaan Pendidikan. Jakarta: Bina Aksara.
Fattah. N. 1996. Landasan Manajemen Pendidikan. Jakarta: PT. Rosdakarya.
Gibson, R. 1977. Re thinking the Future. London: Publishing Limeted. H Chalijah Hasan (1994). Dimensi-Dimensi Psikologi Pendidikan Jakarta: Al-Ikhlas.
Hamalik, O. 1995. Kurikulum Pembelajaran. Jakarta: Bina Aksara.
Jon, T. R. 1981. Strategi Belajar Mengajar Suatu Tinjauan Pengantar. Jakarta: PPPG
Depdikbud. Keller, J. M. 1983. Motivational, A Design of instruction "Instructional-Design Theories and Models: An Overview of Their Current Status. New Jersey: Wiley and Sons Mursell, J. 1975. Pengajaran Berhasil. Terjemahan Oleh Soeitoe. 1981. Jakarta:
Yayasan Obor Indonesia Nasution, S. 1984. Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta:
Bina Aksara. Patton, Patricia. 1998. EO Membangun Hubungan Jalan Menuju Kebahagiaan dan
Kesejahteraan. alih bahasa Hermes, Jakarta : Pustaka Delapratasa. Rim, M. 2002. Anakku Malas Belajar. Jakarta: Majalah Psikologi Internet). Supamo. P. 2002. Filsafat konstuksivisme dalam Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius Suryadi. A dan Tilaar. 1994. Analisis Kebijakan Pendidikan. Bandung, Remaja
Rosdakarya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2007 tentang Guru dan Dosen Jakarta, Depdiknas Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas. Jakarta, Balai Pustaka Zohar, Danah. Tan Marshal. SO. 2001; Memanfaatkan Kecerdasan Spiritual dalam
Berpikir Integralistik
dan Holistik untuk Memaknai kehidupan (SO: Spiritual Intelligence-The Ultimate Intelligence), terj. Rahmani Astuti dkk., Bandung Mizan,