Membangun Masyarakat Madani Melalui Penguatan Nilai-nilai Pancasila

research
  • 03 Jun
  • 2020

Membangun Masyarakat Madani Melalui Penguatan Nilai-nilai Pancasila

Masyarakat madani di Indonesia diprediksi sebagai masyarakat yang berkembang  sesuai  dengan  potensi  budaya,  adat  istiadat,  bahasa, suku,  dan  agama.  Pada  era  reformasi  ini  diarahkan  untuk  menuju masyarakat  madani,  untuk  itu  kehidupan  manusia  Indonesia  akan mengalami  perubahan  yang  fundamental  yang  tentu  akan  berbeda dengan  kehidupan  masyarakat  pada  era  sebelumnya.  Dalam masyarakat  madani  yang  dicita-citakan,  dikatakan  akan memungkinkan  "terwujudnya  kemandirian  masyarakat,  terwujudnya nilai-nilai tertentu dalam kehidupan bermasyarakat, terutama keadilan, persamaan,  kebebasan  dan  kemajemukan  (pluraliseme)". Membangun  masyarakat  madani  atau civil  sociaty tidak  hanya sekedar  mengikutsertakan  masyarakat  sipil  dalam  membangun  dan mempertahankan  negara,  namun  diperlukan  pendekatan  negara (state  approach)  karena  akibat  reaksi  dari  berbagai  kondisi  politik  di Indonesia  yang  semakin  kompleks.  Untuk  mencapai  masyarakat madani  dengan  kondisi  masih  banyak  masyarakat  yang  kurang mampu  dan  kehisdupannya  tidak  belum  nyaman,  maka  melalui pendekatan  negara  yang  harus  didukung  melalui  pendekatan kesejahteraan  (prosperity approach),  pendekatan  yuridis  (juridical approach),  dan  pendekatan  keamanan  (security  approach).  Dalam melaksanakan pendekatan-pendekatan tersebut dibutuhkan sentuhan dan  konsistensi  dari  nilai-nilai  Pancasila  yang  terkandung  di  dalam masing-masing  silanya,  dengan  tidak  membentuk  kelompok  individu yang  mementingkan  diri  dan  kelompoknya.  Sehingga  tujuan  yang akan  dicapai  dalam  masyarakat  madani  adalah  masyarakat  yang menjunjung  tinggi  nilai-nilai  peradaban  dalam  kehidupan bermasyarakat,  berbagsa,  dan  bernegara  menuju  masyarakat  yang berprikemanusiaan,  berprikeadilan  sosial,    sejahtera,  aman,  dan sentosa.

Unduhan

 

REFERENSI

Mahfud,  Choirul.  (2009) Pendidikan  Multiklultural.  Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Pelly,  Usman.  (1999) Akar  kerusuhan  etnis  di  Indonesia,  dalam Antropologi Indonesia: Indonesian Journal of Social dan Cultural Anthropology. Th. XXIII, No. 58. Januari April 1999.

Tilaar,  H.A.R.  (2004) Multikulturalisme:  Tantangan-Tantangan  Global Masa  Depan  dalam  Transformasi  Pendidikan  Nasional.  Jakarta: Lembaga Manajemen Universitas Negeri Jakarta.

Uhlin,  Anders.  (1998) Oposisi  Berserak:  Arus  Deras  Demokratisasi Gelombang Ketiga di Indonesia. Bandung: Mizan.

Yaqin,  M.  Ainul.  (2005) Pendidikan  Multikultural:  Cross  Cultural Understanding untuk Demokrasi dan Keadilan. Yogyakarta: Pilar Media.

Zamroni.  (2007) Pendidikan  dan  Demokrasi  dalam  Tantangan (Prakondisi  Menuju  Era  Globalisasi).  Jakarta:  PSAP Muhammadiyah.