Masyarakat madani di Indonesia diprediksi sebagai masyarakat yang berkembang sesuai dengan potensi budaya, adat istiadat, bahasa, suku, dan agama. Pada era reformasi ini diarahkan untuk menuju masyarakat madani, untuk itu kehidupan manusia Indonesia akan mengalami perubahan yang fundamental yang tentu akan berbeda dengan kehidupan masyarakat pada era sebelumnya. Dalam masyarakat madani yang dicita-citakan, dikatakan akan memungkinkan "terwujudnya kemandirian masyarakat, terwujudnya nilai-nilai tertentu dalam kehidupan bermasyarakat, terutama keadilan, persamaan, kebebasan dan kemajemukan (pluraliseme)". Membangun masyarakat madani atau civil sociaty tidak hanya sekedar mengikutsertakan masyarakat sipil dalam membangun dan mempertahankan negara, namun diperlukan pendekatan negara (state approach) karena akibat reaksi dari berbagai kondisi politik di Indonesia yang semakin kompleks. Untuk mencapai masyarakat madani dengan kondisi masih banyak masyarakat yang kurang mampu dan kehisdupannya tidak belum nyaman, maka melalui pendekatan negara yang harus didukung melalui pendekatan kesejahteraan (prosperity approach), pendekatan yuridis (juridical approach), dan pendekatan keamanan (security approach). Dalam melaksanakan pendekatan-pendekatan tersebut dibutuhkan sentuhan dan konsistensi dari nilai-nilai Pancasila yang terkandung di dalam masing-masing silanya, dengan tidak membentuk kelompok individu yang mementingkan diri dan kelompoknya. Sehingga tujuan yang akan dicapai dalam masyarakat madani adalah masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai peradaban dalam kehidupan bermasyarakat, berbagsa, dan bernegara menuju masyarakat yang berprikemanusiaan, berprikeadilan sosial, sejahtera, aman, dan sentosa.
LEMBAR HASIL PENILAIAN SEJAWAT Prosiding Semnas UT Februari 2011
Membangun Masyarakat Madani Melalui Penguatan Nilai-nilai Pancasila
Mahfud, Choirul. (2009) Pendidikan Multiklultural. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Pelly, Usman. (1999) Akar kerusuhan etnis di Indonesia, dalam Antropologi Indonesia: Indonesian Journal of Social dan Cultural Anthropology. Th. XXIII, No. 58. Januari April 1999.
Tilaar, H.A.R. (2004) Multikulturalisme: Tantangan-Tantangan Global Masa Depan dalam Transformasi Pendidikan Nasional. Jakarta: Lembaga Manajemen Universitas Negeri Jakarta.
Uhlin, Anders. (1998) Oposisi Berserak: Arus Deras Demokratisasi Gelombang Ketiga di Indonesia. Bandung: Mizan.
Yaqin, M. Ainul. (2005) Pendidikan Multikultural: Cross Cultural Understanding untuk Demokrasi dan Keadilan. Yogyakarta: Pilar Media.
Zamroni. (2007) Pendidikan dan Demokrasi dalam Tantangan (Prakondisi Menuju Era Globalisasi). Jakarta: PSAP Muhammadiyah.