Meliterasi Warganet Dengan Algoritma Komunikasi Media Sosial Yang Sehat

research
  • 05 May
  • 2020

Meliterasi Warganet Dengan Algoritma Komunikasi Media Sosial Yang Sehat

Kehadiran media sosial yang difasilitasi oleh teknologi informasi di dunia digital membawa tatanan dan dimensi baru serta kebebasan komunikasi kepada publik. Tetapi ini tidak hanya membawa manfaat tetapi juga memiliki potensi konflik di dunia maya yang juga berdampak langsung pada kehidupan nyata .. Kerentanan media sosial terhadap konten dalam bentuk kepalsuan dan kebohongan dan potensi banalitas tidak menghalangi orang untuk menggunakannya. Sementara data pengguna media sosial aktif meningkat setiap hari. Potensi untuk menyebarkan berita palsu dan banalitas komunikasi di media sosial tentu saja lebih besar. Ini sangat mengkhawatirkan dan terbukti tidak seserius kasus tipuan yang menyebar melalui media sosial yang terjadi pada bangsa ini. Sudah saatnya literasi media sosial dilakukan dengan cara yang sederhana. Penelitian ini dilakukan melalui penelitian kepustakaan dan penelitian pustaka untuk mendeskripsikan literasi media sosial secara sederhana, melalui pendekatan algoritma komunikasi yang mengoptimalkan peran peralatan spiritual manusia.

Unduhan

  • jurnal meliterasi netizen.pdf

    jurnal Meliterasi Warganet Dengan Algoritma Komunikasi Media Sosial Yang Sehat

    •   diunduh 3138x | Ukuran 670 KB

 

REFERENSI

Boyd, D. (2009). Social Media is Here to Stay... Now What? Retrieved from ttps://www.danah.org/papers/talks/MSRTechFest2009.html.

Daniduredja, E. D., & Sugandi. (2018). Perspektif Kepemimpinan Ideal. Budi Utama.

Fuchs, C. (2014). Social Media A Critical Introduction. California: Sage Publication.

Hamka, B. (2015). Falsafah Hidup. Jakarta: Republika Penerbit.

Hardiman, F. B. (2018). Homo Digitalis-KondisiĀ  Manusia di Era Komunikasi Digital. Etika Komunikasi Digital Membela Moralitas Dalam Prahara Politik Pasca Kebenaran. Presented at the Seminar Dies Natalis 49
Sekolah Tinggi FIlsafat Driyakarya.


Hutabarat, D. (2018). Angka Penggunaan Media Sosial Orang Indonesia Tinggi, Potensi Konflik juga Amat Besar. Retrieved from Kominfo website: https://www.kominfo.go.id/content/detail/14 136/angka-penggunaan-media- sosial-orangindonesia-tinggi-potensi-konflik-juga-amatbesar/0/sorotan_media

Laughey, D. (2007). Key Themes in Media Theory. New York: Open University Press.

Nasrullah, R. (2016). Media Sosial Perspektif Komunikasi, Budaya dan Sosioteknologi
(pertama). Bandung: Simbiosa Rekatame Media.


Pertiwi, W. K. (2019, May 2). Facebook Jadi Medsos Paling Digemari di Indonesia. Kompas.Com.
Retrieved from https://tekno.kompas.com/read/2019/02/05/11080097/facebook-jadi-medsos-palingdigemari-di-indonesia?page=all

Rizki, R. (2018, July 17). Polri: Indonesia Tertinggi Kedua Kejahatan Siber di Dunia. CNN
Indonesia. Retrieved from https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180717140856-12-314780/polrindonesiatertinggi-kedua-kejahatan-siber-di-dunia

Severin, W. J., & Tankard, Jr, J. W. (2014). Communication theories: Origins, Methodsand Uses in The Mass Media (Fifth edition). Harlow, United Kingdom Pearson.


Tjaya, T. H. (2004). Humanisme dan Skolatisisme Sebuah Debat. Yogyakarta: Kanisius.

Van Dijk, J. (2013). The Culture of Conectivity: A Critical History of Social Media. New YorkUS: Oxford University Press.


Wood, A. F., & Smith, M. J. (2005). Online Communication, Lingking Technology,Identity and Culture. Routledge.